Cinta Sejati Abdi Negara

Cinta Sejati Abdi Negara
Rara Telat Ke Sekolah


__ADS_3

Angga kembali ke meja yang di duduki para sahabatnya dengan wajah kesal, membuat Ilham yang melihat wajah tak bersahabat Angga pun sontak langsung bertanya.


"Kenapa tuh muka kusut gitu?" tanya Ilham.


"Ketemu hantu di toilet barusan" jawab Angga.


Membuat Ilham dan para sahabat yang lain melihat ke arah Angga, karena mereka merasa heran dengan perkataan pria dingin itu.


"Emang ada hantu di hotel mewah gini ya" tanya salah satu sahabat mereka.


"Adalah, biar keliatan mewah emang gak ada hantu nya apa" jawab salah satu teman mereka.


"Ngaco loh, ikut-ikutan aja loh" ucap Ilham.


"Ya udah kalau kalian gak percaya" ucap salah satu teman mereka.


Rara kembali ke meja yang di duduki oleh kedua orang tuanya, Rara tadi tak jadi ke toilet karena bertemu dengan Angga.


"Sayang udah balik" tanya mama Lara melihat putrinya sudah duduk di dekat mereka.


"Iya ma" ucap Rara sambil tersenyum lebar.


"Ma, Rara ambil kue sama minum dulu ya" ucap Rara.


"Iya sayang" ucap mama Lara.


Angga yang duduk di dekat ilham melihat gadis yang sudah menipuk nya tadi mengunakan heels, wajah dingin Angga membuat siapa saja takut melihatnya.


Tapi tidak dengan Rara, gadis itu melihat ke arah Angga lalu mengulurkan lidahnya untuk meledek Angga, membuat amarah Angga semakin membara melihat gadis itu.


"Dasar gadis aneh" ucap Angga dalam hati.


Ilham yang duduk di dekat Angga tau kalau saat ini sang sahabat sedang kesal dengan seorang gadis, Ilham berpikir pasti sudah terjadi sesuatu di antara mereka.


Rara mengambil dua potong kue ke dalam piring, lalu mengambil segelas minuman yang sudah tersusun di atas meja, dengan percaya dirinya Rara duduk di kursi ada di dekat Angga.


"Hay abang-abang, boleh gabung gak" ucap Rara sambil tersenyum lebar.


"Boleh, duduk aja" ucap salah satu teman Angga.


"Makasih ya bang" ucap Rara.


Tampa rasa malu, gadis itu langsung memakan kuenya di depan Angga dan teman-temannya, Angga yang duduk di sana hanya diam tak menghiraukan perkataan gadis itu.


"Nama kamu siapa?" tanya Ilham.


"Nama aku Rara bang Rara Anatasya Johan, biasa di panggil Rara, tapi bukan mbak Rara pawang hujan ya" ucap Rara sambil tersenyum.

__ADS_1


Membuat Ilham dan yang lain tertawa, hanya Angga yang tak ikut tertawa di situ.


"Kamu lucu banget sih" ucap salah satu teman Angga.


"Makasih bang" ucap Rara.


"Kamu masih sekolah" tanya salah satu sahabat Angga.


"Iya bang, kelas tiga SMA" jawab Rara.


"Bang kok diam aja sih" tanya Rara melihat Angga.


Membuat Ilham dan yang lain melihat ke arah Angga, yang sedari tadi memasang wajah tak bersahabat.


"Bro gue ketemu nyokap sama bokap dulu ya" ucap Angga beranjak pergi dari sana.


"Iya bro" ucap Ilham.


Sedangkan Rara hanya melihat punggung yang mulai menjauh itu, es batu keras emang lama banget melelehnya kalau gak di kasi air.


"Teman abang dingin banget sih kaya es batu" ucap Rara.


"Iya dia orangnya memeng gitu, tapi aslinya dia baik kok" ucap Ilham.


Rara tersenyum sendiri mendengar apa yang di katakan oleh Ilham, diam-diam gadis itu sudah mulai suka dengan Angga yang sangat dingin itu padanya.


"Iya" ucap semau yang ada di sana.


Resepsi pernikahan Bahu dan Alisa berjalan dengan lancar sampai acara selesai, dan kini satu persatu para tamu undangan mulai meninggalkan ballroom hotel.


☘☘☘☘


Keesokan paginya....


Rara bangun kesiangan karena semalam pulang dari kondangan jam setengah 12 malam, membuat gadis itu harus berangkat ke sekolah sedikit telat.


"Ma, pa, Rara langsung berangkat ya, nanti telat" ucap Rara sambil mengikat dasi nya.


"Kamu gak sarapan sayang, dikit aja ya" ucap mama Lara.


"Gak usah ma, ini beneran udah telat, nanti Rara makan sarapan di kantin aja" ucap Rara.


"Ya sudah, tapi hati-hati ya jangan ngebut" ucap mama Lara.


"Siap ma, pa" jawab Rara lalu menyalami punggung tangan kedua orang tuanya, setelah itu pamit keluar rumah.


Rara mengendarai motornya keluar dari gerbang rumah mereka, kondisi jalan pagi ini sedikit macet karena banyak penduduk bumi yang hendak berangkat beraktifitas seperti biasa.

__ADS_1


Rara terlihat meng klakson mobil di depan yang tak cepat berjalan, karen ia sudah sangat telat sekarang.


Di salah satu mobil yang berjejeran di sana, terlihat seorang pria menatap Rara cukup lama, ya pria itu adalah Angga. Semalam habis acara Angga menginap di rumah, dan pagi-pagi Angga berangkat ke kantor tapi mala kejebak macet di sini.


"Aduh ngapain aja sih tuh mobil gak jalan-jalan dari tadi" ucap Rara dengan kesal.


Suara klakson kendaraan berbunyi sana sini, karena banyak kendaraan yang sedang buru-buru.


"Bang jalan dong udah telat ini" ucap Rara.


"Di depan lagi ada kecelakaan mbak jadi macet" ucap mobil yang ada di depan.


"Aduh gimana dong, udah telat gini lagi" ucap Rara dengan kesal.


Setelah menunggu hampir 15 menit, akhirnya kendaraan sudah mulai berjalan dengan normal, dan Rara langsung menancap gas motornya menuju sekolah.


Dan benar saja, setibanya di sana pintu gerbang sudah di kunci oleh pak satpam karena Rara memang telat 10 menit.


"Pak tolong bukain dong, cuma telat 10 menit aja" ucap Rara memohon pada pak satpam.


"Aduh gimana ya neng Rara" ucap pak Satpam sambil berpikir.


"Ayolah pak, lagian kan saya baru kali ini telat, itu pun karena macet pak" ucap Rara masi tetap memohon.


"Ya sudah tapi lain kali jangan telat lagi ya" ucap pak satpam akhirnya membuka gerbang untuk Rara masuk.


"Siap pak, makasih ya pak" ucap Rara.


Rara dengan cepat memikirkan motornya di parkiran khusus kendaraan roda dua, lalu Rara berlari cepat menuju di mana kelasnya berada, sambil mengendap-gendap Rara masuk ke dalam kelas. Yang terlihat sudah ada guru di sana.


"Rara Antasya" panggil bu guru.


"Iya bu" jawab Rara berbalik melihat Guru.


"Kenapa kamu baru datang, sudah jam berapa ini" tanya bu Guru menginterogasi Rara.


"Maaf bu tadi saya kejebak macet di jalan karena ada kecelakaan" ucap Rara.


Alasan yang di berikan Rara ada benarnya juga, karena bu guru tadi mendengar cerita juga kalau ada kecelakaan di jalan xx sehingga menimbulkan kemacetan yang cukup lama.


"Ya sudah kamu boleh duduk, jangan di ulangi lagi" ucap bu Guru.


"Baik bu, terimakasih ya bu" ucap Rara lalu duduk di kursi miliknya.


Kedua sahabat Rara melihat Rara sambil tersenyum, dan saling bisik dengan pelan.


Next...

__ADS_1


Jangan lupa, Like, Komen sama Vote ya....


__ADS_2