Cinta Sejati Abdi Negara

Cinta Sejati Abdi Negara
Menahan Rindu


__ADS_3

Angga melihat ada dua pesan dari sang sahabat, lalu Angga membuka pesan itu dan melihat isi gambar yang di kirimkan oleh sahabatnya itu, Angga menatap foto itu tak berkedip, lalu dengan cepat Angga kembali menelpon Reyhan lagi, tapi no ponsel Reyhan sudah tidak aktif lagi.


"Sial, habis ngirim gambar bikin naik darah, habis itu nomornya gak di aktifin," ucap Angga kesal dan membanting ponsel miliknya ke atas ranjang.


Angga lalu mendekat ke arah meja nakas, dan mengambil foto milik Rara di sana, Angga mengusap foto itu dengan tatapan sendu.


"Abang kangen banget sama kamu, kangen dengan cerewetan kamu, kangen semuanya," ucap Angga.


Angga lalu kembali meletakan bingkai foto itu di atas meja dengan pelan, lalu ia mengambil ponsel miliknya lagi dan mengirim pesan pada sang sahabat.


"Awas aja loh ya, loh udah ngerjain gue kali ini," isi pesan Angga.


Setelah mengirim pesan pada Reyhan, Angga berbaring di ranjang king size miliknya, Angga melihat foto Rara yang ada di atas nakas, sampai Angga tertidur pules.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Italia...


Reyhan tertawa terbahak-bahak setelah mengaktifkan ponsel miliknya, Reyhan sengaja mematikan ponselnya tadi karena ia tau Angga pasti akan mengamuk padanya.


Rara yang melihat sang kaka sedang tertawa pun menjadi heran, saat ini hanya Rara dan Reyhan saja sedangkan teman-teman Rara sudah pulang 5 menit yang lalu.


"Kak Rey, lagi ketawain apa sih?" tanya Rara melihat sang kaka.


"Gak papa dek, kaka lagi ketawain cet teman kaka ini," ucap Reyhan.


"Teman kaka yang mana?" tanya Rara penasaran.


"Teman kaka di kampus dek," ucap Reyhan.


"Aku kira bang Angga," ucap Rara dalam hati, lalu kembali diam.


Reyhan melihat sang adik yang tiba-tiba diam, lalu Reyhan pun mendekati Rara dan mengacak rambut sang adik, membuat Rara kaget dan kesal dengan kelakuan sang kaka.


"Apa sih kak, tuh kan rambut aku jadi berantakan," ucap Rara cemberut.


"Habisnya kamu cemberut gitu, kenapa sih lagi mikirin apa?" tanya Reyhan melihat Rara.


"Gak kok, aku cuma kangen aja sama papa dan mama," ucap Rara.


"Kan udah sering telponan, kangen papa, mama atau kangen yang lain nih," tanya Reyhan dengan jahil sambil tersenyum geli.


"Kaka ngomong apa sih, orang aku cuma kangen sama mama dan papa kok," ucap Rara.


"Kirain lagi kangen yang lain," ucap Reyhan.

__ADS_1


"Udah ah, aku mau ke kamar dulu, mau mandi," ucap Rara beranjak dari sofa yang ia duduki.


Reyhan melihat punggung sang adik yang masuk ke dalam kamarnya itu.


"Kaka tau, kamu merindukan Angga dek," ucap Reyhan dalam hati.


Reyhan lalu beranjak dari duduknya, lalu masuk ke dalam kamarnya juga karena ada tugas kampus yang harus ia kerjakan.


Di dalam kamarnya, Rara duduk di sofa menghadap ke arah balkon, Rara menatap ke luar sana dengan teduh.


"Bang Angga apa kabar ya, aduh aku mikirin apa sih, aku harus bisa lupain bang Angga, mungkin saja sekarang bang Angga sudah bahagia bersama orang lain," ucap Rara dalam hati.


Rara beranjak dari duduknya, lulu masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri, Rara berusaha menepis pikirannya untuk tidak mengingat Angga lagi.


****


Pagi hari di kediaman Angga...


Angga melihat kedua orang tuanya sudah menunggu di meja makan, sarapan sudah tertata dengan rapi di atas meja. Angga duduk di kursi yang biasa ia duduki, saat ini Angga sudah rapi dengan seragam dinas polusi.


"Sayang, kamu mau sarapan apa? biar mama Ambilkan," ucap mama Sofia.


"Nasi goreng saja ma, sama telur," ucap Angga.


Mama Sofia pun mengambilkan sarapan untuk sang putra, sedangkan papa Lukman sudah minum kopi dan roti di olesi slei kacang.


"Iya sayang," ucap mama Sofia.


"Ngga, nanti malam iku papa sama mama ya," ucap papa Lukman.


"Mau ke mana pa?" tanya Angga.


"Ada undangan pak Surya ngajak kita makan malam, teman bisnis papa," ucap papa Lukman.


"Iya pa, nanti malam kan?" tanya Angga.


"Iya, jam 7 nanti malam, kamu gak tugas kan?" tanya papa Lukman.


"Gak kok pa, hari ini Angga pulang sore," ucap Angga kembali melanjutkan sarapan nya.


Selesai sarapan Angga pun pamit ke kantor, begitu juga dengan papa Lukman pamit ke kantor juga dan tinggal mama Sofia dan juga para art di rumah.


"Duh, sepi banget sih anak sama suami pergi kerja, coba kalau udah punya mantu kan enak bisa di ajak ngobrol jalan-jalan, belanja," ucap mama Sofia seorang diri duduk di depan TV.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€

__ADS_1


Ilham mengendarai mobilnya dengan kecepatan rendah, jalan sudah mulai ramai karena penghuni bumi sudah mulai sibuk beraktifitas.


Dukk...


Ilham merasakan mobilnya di tabrak dari belakang dan sedikit bergoyang, Ilham melihat dari kaca spion depan.


"Gak punya mata apa tuh orang," ucap Ilham memikirkan mobilnya dan bersiap turun.


"Aduh, nabrak lagi sial, gara-gara masi ngantuk nih," ucap gadis yang berada di dalam mobil yang menabrak itu.


Gadis itu melihat ke arah mobil depan, dan melihat si pemilik mobil keluar dan melihat mobil belakangnya yang sedikit lecet itu.


"Mati gue, polisi lagi," ucap gadis itu.


"Hey, buka pintunya," ucap Ilham sambil mengetuk kaca mobil yang menabrak nya itu.


"Gue haru kasih alasan apa nih," ucap gadis itu dengan terpaksa membuka kaca mobilnya.


"Pagi pak," ucap gadis itu sambil tersenyum manis.


Ilham sempat terdiam sesaat melihat senyum manis gadis itu, lalu segera ia tepis dan menatap gadis itu dengan tajam.


"Kamu gak punya mata yah, liat mobil saya jadi lecet gara-gara kamu dan kamu sudah menganggu perjalanan saya," ucap Ilham dengan tegas, layaknya ia menegur pengendara lalu lintas yang melanggar aturan.


"Eh anu, itu saya minta maaf pak, saya benar-benar tidak sengaja pak," ucap gadis itu masi tersenyum manis.


"Kamu ngantuk yah," tanya Ilham.


"Gak kok pak saya gak ngantuk," ucap gadis itu mengelak, padahal ia sangat mengantuk karena semalam begadang mengerjakan pekerjaan kantor.


"Kamu tau aturan dalam berkendara kan, bahasa berkendara saat mengantuk, bisa membahayakan diri kamu dan juga pengendara yang lain," ucap Ilham dengan tegas.


"Iya pak saya minta maaf, nanti saya akan ganti rugi dengan mobil bapak yang lecet itu," ucap Gadis itu menunduk takut.


Bukannya menjawab, Ilham mala menatap gadis itu, membuat gadis itu kembali menunduk karena di tatap oleh pak polisi di depan nya itu.


"*Ini semua karena papi sih, coba gak nelpon pagi-pagi dan nyuruh cepat pulang ke rumah, mungkin aku gak nabrak mobil pak polisi, mana polisinya seram gitu lagi," ucap Gadis itu dalam hati.


Next...


Hehehhe,, maaf ya guys baru up lagi😁


Eh aku mau kasih tau nih, kalau cerita Si Kembar bakalan ada lagi nanti Di NovelToon ya, tunggu aja guys.


Like, komen sama Vote nya jangan lupa ya guys.

__ADS_1


Terimakasih*,


__ADS_2