
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun. Tidak terasa Rara bisa menyelesaikan studinya dalam jangka waktu tiga tahun.
Saat ini dengan di dampingi kedua orang tuanya dan juga sang kaka, Rara sedang menjalankan Wisuda bersama sang sahabat Keni.
Kedua gadis itu terlihat bahagia, karena mendapat nilai tertinggi dan menjadi lulusan terbaik.
Rara dan Keni terlihat begitu cantik dengan di balut kebaya khas Indonesia, Rara tersenyum dan melambaikan tangan ke arah kedua orang tuanya dan juga sang kakak Reyhan.
Mama Lara dan papa Andi juga Reyhan tersenyum melihat Rara dari kejauhan, akhirnya Rara lulus dan mereka akan segera kembali ke tanah air.
Rara berlari memeluk kedua orang tuanya dan juga sang kakak yang sudah menemani Rara selama berada di Itali.
"Selamat yang sudah menjadi sarjana," ucap Reyhan memeluk sang asik dengan erat.
"Makasih kak, ini semua juga atas bantuan kaka," ucap Rara masih memeluk sang kakak.
"Sama-sama dek," ucap Reyhan melepaskan pelukannya dari sang adik sambil tersenyum.
Reyhan ikut senang karena bisa menemani sang adik wisuda bersama kedua orang tua mereka juga.
Rara berfoto bersama keluarganya, gadis cantik yang sedang menggunakan toga. memeluk kedua orang tuanya dengan erat, Reyhan memotret momen di mana Rara sedang berpelukan bersama kedua orang tua mereka.
Keni terlihat mendekati Rara, sambil membawa ijazah sarjananya. Keni juga mengambil momen berfoto bersama dengan Rara sang sahabat.
Rara memberikan ponselnya kepada sang kakak Rayhan, untuk memotret dirinya dan juga Kenny sang sahabat.
"kak tolongin tolong fotoin aku dengan Kenny dong," ucap Rara memberikan ponselnya kepada sang kakak.
"Oke kalian bebas berfoto dengan banyak gaya," ucap Raihan sambil tersenyum melihat kedua gadis cantik itu.
"Ayo Ken sini kita foto bareng," ucap Rara memanggil sama sahabat.
kedua orang tua Rara hanya tersenyum dan menggeleng kepala saja melihat tingkah sang putri dan juga sahabatnya, Reyhan yang menjadi fotografer sudah kewalahan dengan tingkah sang adik yang memintanya untuk mengambil banyak gambar.
Setelah acara wisuda selesai, Rara, Rayhan dan kedua orang tuanya kembali pulang ke apartemen yang ditinggalkan oleh Rara dan Reyhan selama tinggal di Itali.
Rayhan mengendarai mobilnya dengan kecepatan rendah, dengan sang adik yang duduk di kursi samping kemudi. Sedangkan kedua orang tua mereka duduk di kursi belakang.
hanya butuh waktu selama hampir 30 menit, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Reyhan pun memasuki parkiran apartemen, semuanya turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke unit apartemen Raihan dan juga Rara.
__ADS_1
"Mah, Rara lapar banget," ucap Rara melihat sang mama.
Mama Lara tersenyum melihat sang putri yang terlihat begitu manja padanya.
"Kau mau mama masakin apa sayang?" tanya mama mama Lara.
"aku mau dimasakin masakan kesukaan aku mah," ucap Lara masih dengan suara manja.
"Oke sayang mama akan masakin masakan kesukaan kamu," ucap Mama Lara.
"makasih ma, aku sayang mama," ucap Rara memeluk sang mama.
Papa Andi dan juga Rayhan melihat Rara yang terlihat begitu manja pada sang mama.
"Dek tumben kamu manja banget sama mama?" tanya Raihan melihat sang adik.
"Aku kan udah lama nggak ketemu mama kak, ya wajarlah kalau aku kangen sama mama," ucap Rara sambil tersenyum.
Ting...
pintu lift terbuka dan semua keluar dari dalam lift, berjalan ke unit apartemen Reyhan dan Rara dan masuk kedalam apartemen itu.
Papa Andi duduk di sofa yang ada di ruang tengah, sedangkan Mama Lara sudah pergi ke dapur untuk memasak makanan kesukaan sang Putri.
Angga tidak hadir di acara wisuda Rara, karena banyak pekerjaan yang tidak bisa Angga tinggalkan. tapi Angga sudah berjanji akan menjemput Rara nanti di bandara, saat gadisnya itu sudah kembali dari Italia.
tidak menunggu waktu lama, semua menu masakan sudah tersaji di atas meja dan mama Lara memanggil sang suami dan juga kedua anaknya, kedua mata Rara berbinar senang melihat menu makanan kesukaannya sudah tersaji di atas meja makan.
"aku udah nggak sabar mah pengen makan," ucap Rara duduk di salah satu kursi meja makan dan langsung mengambil piring yang sudah disiapkan.
"Dek pelan-pelan," ucap Rehan melihat sang adik.
"aku udah laper banget kak, lagian aku juga udah kangen banget sama masakan mama," ucap Rara sambil mengambil nasi dan juga lauknya.
Raihan hanya menggeleng kepala melihat kalakuan adiknya itu, Mama Lara terlihat mengambilkan menu makanan untuk sang suami.
****
Angga yang terlihat begitu sibuk dengan laporan yang ada di atas meja, pangkat Angga saat ini naik satu tingkat lebih tinggi, Ilham juga sudah menjadi seorang ayah sekarang, dan bahkan Feli juga terdengar sedang mengandung anak kedua mereka lagi sekarang.
__ADS_1
"Nga kapan Rara pulang?" tanya Ilham duduk di kursi dekat dengan Angga.
"Lusa Ham, memangnya kenapa?" tanya Angga melihat sang sahabat.
"Gak pengen nongkrong aja bareng Rey, udah lama kita nggak ketemu," ucap Ilham.
"Rey tadi chat gue, katanya lusa mereka baru pulang, karena masih ada urusan yang belum selesai di sana," ucap Angga.
"Loh lagi bikin laporan ya?" tanya Ilham.
"Iya habis ini gue langsung pulang, sekalian mau mampir beli bunga untuk Rara," ucap Angga melihat Ilham.
"kalau gitu gue balik duluan ya gue harus temenin istri gue dokter kandungan," ucap Ilham melihat Angga, dan Angga hanya mengangguk kepala saja.
Angga sudah tidak sabar menunggu sang kekasih kembali, Angga melanjutkan membuat laporan karena ia juga sudah tidak sabar ingin cepat-cepat pulang dan mencari bunga untuk Rara.
****
Reyhan sedang termenung di balkon kamarnya, kedua bola mata Reyhan menerawang jauh.
"Aku gak tau, apakah aku akan bertemu kamu atau gak, tapi aku sangat berharap bisa bertemu dengan kamu," ucap Reyhan dalam hati.
"Kak Rey," panggil Rara masuk ke dalam kamar sang kaka.
"Ada apa dek?" tanya Reyhan berbalik melihat sang adik.
"Di panggil mama sama papa kak, kak lagi ngelamunin apa sih?" tanya Rara dengan kepo.
"Sok tau kamu, ayo," ucap Reyhan mengajak sang adik.
Kaka beradik itu pun keluar dari kamar Reyhan, pergi ke ruang tengah di mana mama Lara dan papa Andi sedang bersantai.
"Sayang ayo sini," panggil mama Lara memanggil kedua anak nya.
"Ada apa pa, ma?" tanya Reyhan duduk di salah satu sofa, lalu di susul oleh Rara.
"Malam ini kita akan makan malam di luar, untuk merayakan hari kelulusan adik kamu Rey, kamu bisa mengajak sahabat-sahabat kamu," ucap papa Andi tersenyum.melihat sang putra.
"Oke pa," ucap Reyhan menganggu patuh.
__ADS_1
Obrolan mereka berlanjut, papa Andi sesekali membuat lelucon untuk membuat semua yang di dalam situ tertawa.
Next....