
Italia....
Selesai dengan mata kuliahnya, Reyhan pun bergegas pulang dan akan menjemput sang adik di apartemen, hari ini Rara akan datang ke kampus barunya yang tak jauh dari kampus sang kaka.
Dalam perjalanan Reyhan mencoba menghubungi sang adik, tapi Rara tidak mengangkatnya.
"Kok gak di angkat ya, apa Rara lagi mandi," ucap Reyhan seorang diri.
Tak berselang lama, mobil yang di kendarai oleh Reyhan tiba di parkiran apartemen, Reyhan kembali mencoba menghubungi sang adik, tapi lagi-lagi tak mendapat jawaban.
Reyhan lalu turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam lift.
Ting...
Saat pintu lift terbuka, Reyhan langsung keluar dari dalam lift dan menekan pin pintu apartemen miliknya, saat pintu terbuka Reyhan langsung mengetuk pintu kamar sang adik.
Tokk...
Tokk...
"Ra, kamu udah siap belum?" tanya Reyhan dari balik pintu.
Clekk...
Pintu terbuka dan Rara masi mengenakan handuk kimono, rupanya gadis itu baru saja selesai mandi.
"Kak, kaka udah pulang?" tanya Rara.
__ADS_1
"Iya, ya sudah kamu siap-siap ya, kaka ke kamar dulu," ucap Reyhan.
"Iya kak," ucap Rara kembali menutup pintu kamar nya.
Rara pun segera bersiap-siap, karena satu jam lagi ia harus segera tiba di kampus, apa lagi ia sebagai mahasiswi baru di sana.
Sementara itu Reyhan masuk ke dalam kamar nya, dan meletakan ponsel miliknya di atas ranjang. Pria itu masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
Reyhan melihat wajahnya di depan cermin, lalu Reyhan kembali keluar dan mendengar ponsel miliknya sedang bergetar. Reyhan pun mengambil ponselnya dan melihat si penelpon.
"Angga, mau apa lagi nih anak," ucap Reyhan lalu mengangkat telpon dari sahabatnya itu.
"*Hallo Nga, ada apa?" tanya Reyhan.
"Rara lagi ngapain, dia udah sarapan tadi pagi, dan udah makan siang juga belum?" tanya Angga dari balik telpon.
"Satu-satu dong nanya nya, jangan asal cerocos gitu," ucap Reyhan.
"Lagi siap-siap dia, mau ke kampus, kalau sarapan dan makan saing kayaknya belum deh," ucap Reyhan.
"Kok gitu sih Rey, nanti kalau Rara sakit gimana dong, kamu harus ingatin dia buat sarapan dan makan saing," ucap Angga.
"Hehehe,, kuatir banget sih loh, udah gue selalu ingatin adik gue buat makan, jadi loh tenang aja oke," ucap Reyhan sambil terkekeh geli mendengar kepanikan sang sahabat.
"Gue lagi ngomong serius Rey," ucap Angga.
"Iya-iya gue tau kok, eh tapi loh nelpon gue cuma mau nanyain adek gue ya?" tanya Reyhan.
__ADS_1
"Iya lah, gue bakalan sering nelpon loh, buat nanyain kabar Rara, jadi loh jangan lama-lama angkat telpon dari gue," ucap Angga.
"Kalau Rara di kampus kan lagi gak sama gue," ucap Reyhan.
"Ya loh harus ingetin Rara buat jangan dekat-dekat sama cowok di kampus, apa lagi bule-bule bahaya," ucap Angga.
"Cemburu banget loh, santai aja kali," ucap Reyhan.
"Mana bisa santai gue, kalau pujaan hati gue ada di negara bule," ucap Angga.
"Hahaha,, itu hukuman buat loh, karena udah bikin adik gue nangis loh," ucap Reyhan sambil terkekeh, membaut Angga menjadi kesal karena di tertawa kan oleh sahabatnya itu*.
Tokk...
"Kak, aku udah siap nih berangkat yuk," ucap Rara dari balik pintu kamar Reyhan.
"Iya dek, dikit lagi kaka keluar," ucap Reyhan juga.
"*Bro, nanti telpon lagi ya, gue mau anter Rara ke kampus," ucap Reyhan.
"Iya, tapi ingat ya loh harus ingatin Rara buat jangan dekat-dekat sama cowok," ucap Angga.
"Iya-iya, loh tenang aja nanti gue bilangin adik gue," ucap Reyhan lalu sambungan telpon pun terputus*.
Reyhan merapikan rambut di depan cermin, lalu keluar dari dalam kamar dan melihat sanga dik sudah menunggu di ruang tengah.
"Udah siap dek, ayo berangkat," ajak Reyhan.
__ADS_1
Kaka beradik itu pun keluar dari unit apartemen milik Reyhan, lalu masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai dasar.
Next...