
Reyhan dengan cepat keluar dari ruangannya, dan masuk ke dalam lift. Reyhan sangat berharap kalau Lishi masih berada di kantornya saat ini.
Ting...
Reyhan kelaur dari dalam lift dan melihat ke arah lobby kantor, di mana Lishi baru saja akan masuk ke dalam mobil.
Dengan berlari cepat Reyhan melewati para karyawan yang sedang berlalu lalang di lantai dasar, membuat para karyawan itu heran melihat bos mereka.
Lishi masuk ke dalam mobil dan bersiap akan menutup pintu mobilnya, tapi tangan kekar tiba-tiba menahan pintu mobilnya.
Lishi melihat pria tampan yang sedang berdiri di depan pintu pintunya itu, sedangkan Reyhan masih diam melihat Lishi.
"Ada apa?" Tanya Lishi.
"Pindah ke kursi sebelah," ucap Reyhan.
Lishi melihat Reyhan dengan heran, kenapa pria itu tiba-tiba memintanya untuk berpindah tempat duduk.
"Kenapa, kalau ada yang mau di omongin, omongin aja," ucap Lishi.
"Cerewet banget sih," ucap Reyhan dan mengangkat Lishi untuk berpindah ke tempat duduk samping, membuat Lishi berteriak kaget dengan apa yang Reyhan lakukan.
Reyhan duduk di kursi kemudi, Reyhan lalu mengendarai mobil Lishi kelaur dari lobby kantor. Lishi masih melihat Rayhan dengan heran.
"Kamu maui membawa saya ke mana sih," tanya Lishi.
Reyhan hanya diam saja, Tampa berkata apa-apa. Lishi memilih diam saja.
Mobil terus melaju kencang, Lishi bisa menebak ini arah jalan menuju sekolah Akas.
Tiba di depan sekolah, semua anak-anak sudah berhamburan kelaur kelas, Akas terlihat berjalan bersama dengan seorang gadis kecil berambut supermei.
Reyhan kelaur dari dalam mobil dan mendekati Akas, senyum Reyhan terbit kalah Akas sesekali memainkan rambut gadis kecil itu.
"Hay," sapa Reyhan.
"Om baik," ucap Akas langsung mendekati Reyhan.
"Kau kecil-kecil udah pintar godain cewek aja," ucap Reyhan sambil tersenyum.
"Ini teman aku om, nama nya Kasih," ucap Akas.
"Hay manis," ucap Reyhan menyapa gadis kecil itu.
"Hay om," ucap gadis kecil itu.
"Jangan pegang-pegang om, gak boleh," ucap Akas memperingati Reyhan.
"Kenapa apa kau cemburu pada om?" tanya Reyhan menaik turunkan alisnya.
"Kasih sayang, ayo," panggil seorang wanita yang tak lain adalah ibunya Kasih.
__ADS_1
"Akas, om aku pulang duluan yang, mama aku udah jemput tuh," ucap gadis yang bernama Kasih.
"Iya Kasih, hati-hati yah" ucap Akas.
"iya Akas," ucap Kasih pergi menghampiri sang mama.
"Om, om sama siapa?" Tanya Akas melihat Reyhan.
"Om sama mami kamu, tuh mami kamu di dalam mobil," ucap Reyhan menunjuk ke arah mobil Lishi yang terparkir tak jauh dari Akas dan Reyhan sekarang.
Reyhan mengajak Akas menuju mobil, di samping itu Reyhan mengajak bocah kecil itu mengobrol.
"Akas, papa nya di mana?" Tanya Reyhan.
"Ayah di rumah om," ucap Akas.
"Kalau mama nya Akas?" Tanya Reyhan juga.
"Bunda di rumah juga lagi jagain adik bayi om," ucap Akas dengan polosnya.
"Terus mami?" Tanya Reyhan semakin penasaran saja.
"Mami Lishi itu adik ya ayah om, aku ponakannya mami Lishi, aku suka lebih suka manggil Mami sama Tante Lishi om," ucap Akas membuat Reyhan kaget bukan main mendengar perkataan Akas.
"Hey kalian lagi ngomongin apa sih, lama banget," panggil Lishi dari dalam mobil.
"Ini mi, om baik lagi na..." Ucap Akas terhenti karena Reyhan sudah mengajaknya masuk ke dalam mobil.
"Udah ayo kita masuk mobil," ucap Reyhan.
"Akas," panggil seseorang yang tidak lain adalah Adam ayah nya Akas.
"Ayah," ucap Akas melihat sang Ayah.
"Eh pak Reyhan, di sini juga yah," ucap Adam sambil tersenyum.
"Mas kok di sini sih?" Tanya Lishi turun dari mobil karena melihat sang Kaka.
"Kan tadi Kaka nelpon, kalau Kaka yang akan jemput Akas," ucap Adam.
Lishi baru ingat, kalau ponselnya ketinggalan di ruangan kerja Reyhan, Reyhan melihat ke arah Lishi.
"Oh, iya aku lupa mas," ucap Lishi sambil tersenyum.
"Ini kok kalian di sini sih, kalian udah bahas kerjaan?" Tanya Adam melihat sang adik dan juga Reyhan.
"Kita baru saja mau ngomongin kerjaan pak Adam, tapi mau jemput Akas dulu," ucap Reyhan.
"Ooh, gitu yah sudah Akas biar pulang bareng Kaka aja dek, kalian omongin kerjaan saja," ucap Adam.
"Iya mas," ucap Lishi.
__ADS_1
"Akas pulang sama ayah yah nak," ucap Adan melihat putranya itu.
"Iya Ayah," ucap Akas mendongak melihat sang ayah yang lebih tinggi darinya.
"Yah sudah Kaka sama Akas pulang duluan yah, pak Reyhan," ucap Adam.
"Iya pak Adam," ucap Reyhan.
"Iya kak," ucap Lishi.
"Mami, om baik aku pulang duluan yah," ucap Akas.
"Iya sayang," ucap Lishi.
"Iya, hati-hati yah," ucap Reyhan mengusap kepala bocah kecil itu dengan sayang.
"Ayo nak," ajak Adam pada Akas.
Lishi dan Reyhan melihat Adam dan Akas yang pergi masuk ke dalam mobil Adam, Reyhan lalu melihat Lishi dan mereka pun masuk ke dalam mobil.
Mobil meninggalkan depan sekolah Akas, Reyhan melihat Lishi yang hanya diam saja.
"Ada yang mau saya tanyakan," ucap Reyhan setelah cukup lama hening.
"Apa?" Tanya Lishi tampa melihat ke arah Reyhan.
"Jadi Akas benar anak Adam?" Tanya Reyhan melihat ke arah Lishi.
"Iya, Akas itu ponakan saya," ucap Lishi.
"Saya sudah salah paham selama ini sama kamu," ucap Reyhan pelan.
Lishi melihat ke arah Reyhan sambil tersenyum sinis.
"Gak papa, lagian kamu kan juga udah punya kekasih sekarang," ucap Lishi.
"Kekasih, siapa maksud kamu?" Tanya Reyhan.
"Wanita yang tadi di ruangan kamu, bukannya kalian sedang berciuman," ucap Lishi.
"Memangnya kamu liat kalau kami sedang bercumbu," ucap Reyhan kembali fokus mengemudi.
Lishi hanya diam saja, malas menanggapi omongan pria yang sedang mengemudi itu, ia sudah terlalu kesal dengan Reyhan.
"Kita ke restoran dulu," ucap Reyhan.
Tak lama kemudian mobil yang di kandarai oleh Reyhan berhenti tepat di depan salah satu restoran, Reyhan melihat ke arah Lishi.
"Ayo turun, kita makan siang dulu sekalian ngomongin kerjaan," ucap Reyhan.
Lishi lalu turun duluan dari dalam mobil, membuat Reyhan menghela nafas pelan, Reyhan tau saat ini Lishi sedang marah padanya.
__ADS_1
Lishi dan Reyhan masuk ke dalam restoran itu, duduk di salah satu meja kosong. Reyhan melihat Lishi yang hanya diam saja, salah Reyhan juga dulu tidak mencari tau tentang kebenarannya, malah langsung menyimpulkan sendiri.
Next...