
Italia...
Selesai membersihkan diri, Reyhan langsung keluar dari kamarnya dan berjalan menuju dapur mencari keberadaan sang adik, Reyhan melihat adiknya itu sedang menyantap buah yang baru saja ia kupas di atas meja.
Reyhan lalu duduk di kursi depan Rara, sedangkan bibi sudah sibuk dengan memasak karena Reyhan dan Rara harus segera makan malam, Rara melihat ke arah sang kaka yang sudah memakai pakaian santai.
"Kaka tadi ngomong sama siapa sih, aku panggil-panggil gak dengar?" tanya Rara melihat sang kaka.
"Kalau aku bilang itu Angga, pasti Rara bakalan ingat Angga dan sedih, lebih baik aku gak bilang aja, biar nanti Angga sendiri yang datang kesini," ucap Reyhan dalam hati.
"Tuh kaan, kakak tuh kalau di tanyain selalu aja bengong," ucap Rara.
"Kaka lagi ngomong sama teman dek, biasalah masalah cowok hehehe," ucap Reyhan sambil terkekeh mengambil sepotong buah.
Rara sudah tidak menghiraukan sang kaka, ia mala asik memakan buah apel yang ia potong-potong itu, bibi lalu menata menu makan malam di atas meja.
"Silahkan tuan, nona," ucap bibi.
"Makasih ya bi," ucap Reyhan dan Rara.
"Sama-sama tuan, nona," ucap bibi lalu kembali membereskan peralatan masak.
Sedangkan Rara dan Reyhan mulai menyantap makan malam mereka, Reyhan melihat sang adik lalu Reyhan kembali berkata.
"Dek, besok siang kaka anter ke kampus ya," ucap Reyhan.
"Iya kak, nanti siang kan jadi aku bisa tidur paginya," ucap Rara sambil tersenyum geli.
"Iya, tapi ingat harus bangun tepat waktu, karena besok pagi kaka ada kuliah pagi jadi gak di apartemen, nanti kaka jemput siang kamu," ucap Reyhan.
"Oke siap kak," ucap Rara.
Kedua kaka beradik itu menyantap makan malam mereka, selesai itu Reyhan meminta sang adik untuk cepat beristirahat, karena habis perjalanan jauh pasti lelah.
Rara kembali masuk ke dalam kamar miliknya, sedangkan Reyhan sedang asik dengan ponsel miliknya di ruang tengah, entah apa yang di lakukan oleh Rey dengan ponselnya itu.
☘☘☘☘
Indonesia.....
__ADS_1
Selesai memimpin rapat, Angga berjabat tangan dengan para rekan bisnis sang papa, Angga sudah terlihat mahir dengan urusan kantor, padahal ia juga seorang polisi.
"Pak Lukman, putra anda begitu pandai dalam mempresentasikan isi rapat barusan," ucap pak Surya rekan bisnis papa Lukman.
"Terimakasih banyak pak Surya," ucap papa Lukman.
Angga terlihat mendekati papa Andi dan sang asisten, dan papa Andi menepuk lengan pemuda itu dengan lembut, seolah memberikan kesabaran dengan kepergian putrinya ke luar negri.
"Pak Lukman, saya ingin lebih mengenal dekat keluarga pak Lukman, dan saya ingin mengajak pak Lukman dan keluarga untuk makan malam di rumah saya," ucap apk Surya.
"Baik pak Surya, nanti saya berkenan datang," ucap pak Lukman.
"Terimakasih pak Lukman, kalau begitu saya permisi dulu," ucap pak Surya pamit.
"Ya, silahkan oak Surya," ucap papa Lukman.
Papa Lukman, melihat sang putra sedang berbincang dengan sahabatnya, yaitu papa Andi, keduanya terlihat begitu dekat dan akrab entah apa yang di obrolin keduanya.
"Lagi ngomongin apa sih, kok seru banget kayaknya," ucap papa Lukman.
"Eh, Man gak kok cuma ngobrol biasa aja," ucap papa Andi.
Semuanya lalu keluar dari ruangan rapat, paa Lukman, papa Andi dan Angga pergi ke ruangan papa Lukman, sedangkan asisten papa Andi balik ke kantor lebih dulu.
☘☘☘☘
Seorang pria paru baya yang saat ini berada di dalam mobil mewah miliknya, dan sedang dalam perjalanan kembali ke kantor, terlihat sedang berbincang serius dengan seseorang di telpon.
"Iya sayang, anak nya pak Lukman Wilantar, orangnya ganteng dan berprofesi sebagai polisi," ucap pria itu yang tak lain adalah pak Surya.
"Papa serius, okeh deh aku mau pa kalau orangnya ganteng," ucap seorang wanita dari balik telpon.
"Baiklah, papa sudah mengundang keluarganya untuk makan malam di rumah kita nanti, kau pulanglah ke rumah jangan tinggal di apartemen terus," ucap pak Surya memberitahu sang putri.
"Baiklah pa, aku akan pulang nanti salam aku sama mama ya pa," ucap wanita itu lagi.
"Baiklah sayang, papa dan mama tunggu loh di rumah," ucap pak Surya.
"Iya papa ku," ucap wanita itu.
__ADS_1
Lalu panggilan telpon terputus, karena pak Surya juga sudah tiba di lobby kantor, tadi ia menelpon putrinya untuk pulang ke rumah, karena selalu saja tinggal di apartemen.
Pak surya ingin mengenalkan putrinya dengan putra dari rekan bisnis, ya itu Angga, tampa mereka tau saat ini Angga sudah memiliki tambatan hati.
☘☘☘☘
Sekertaris papa Lukman sudah menyiapkan semua menu makan siang yang di minta oleh bosnya itu, dan saat ini semua menu sudah tertata rapi di meja ruangan kerja pak Lukman, papa Lukman, papa Andi dan Angga saat ini sedang serius membahas masalah bisnis, sambil menunggu makna siang siap.
"Pak, makan siangnya sudah siap," ucap sekertaris papa Lukman.
"Iya, Meri terimakasih ya," ucap papa Lukman.
"Iya pak, sama-sama kalau begitu saya pamit dulu, kalau butuh apa-apa tinggal panggil saya saja," ucap Meri lalu undur diri dari ruangan sang bos.
Papa Lukman mengajak sahabatnya dan juga putra nya untuk makan saing bersama, karen semua menu sudah siap, dan mereka bertiga langsung menyantap makan siang itu.
"Om suka sayur juga ya?" tanya Angga.
"Iya nak, mama nya Reyhan suka memasak sayur buat om kalau di rumah, hanya kedua anak om yang gak terlalu suka sayur," ucap papa Andi.
"Man, kau tau saja sayur kesukaan ku," ucap papa Andi.
"Iya, aku sudah hapal banget sayur kesukaan kamu, karena di setiap makan bareng kamu sayur kesukaan kamu tak ketinggalan," ucap papa Lukman.
"Iya, rasanya gak enak kalau gak pakai sayur," ucap papa Andi sambil tersenyum.
Papa Lukman juga menanggapi dengan senyuman omongan dari sahabatnya itu, sedangkan Angga hanya mendengar dan sesekali tersenyum, papa nya Rara ternyata asik juga kalau di ajak mengobrol ternyata.
"Nak, gak nambah lagi?" tanya papa Lukman melihat putranya yang sudah selesai makan.
"Udah kenyang pa," ucap Angga meminum air putih.
"Kita sikat aja sampai habis Ndi, udah tua juga gak usah mikirin diet," ucap papa Lukman.
"Iya, sayang masi banyak menu nih," ucap papa Andi juga.
Angga tersenyum melihat papa Andi dan sang papa makan begitu lahap, udah dua kali nambah mereka di liat-liat sama Angga, tapi Angga tak menghiraukan keduanya yang sedang asik menyantap makan siang.
Next...
__ADS_1