Cinta Sejati Abdi Negara

Cinta Sejati Abdi Negara
Membuat Kue


__ADS_3

Semakin hari Rara semakin dekat dengan keluarga besar Angga, seperti saat ini Rara datang lagi ke rumah Angga atas permintaan mama Sofia, meskipun Angga semakin dingin kalau melihat Rara.


Sudah banyak cara Rara lakukan untuk merebut hati polisi tampan itu, tapi sampai saat ini tidak membuahkan hasil, sia-sia.


"Tante" ucap Rara langsung memeluk mama Sofia.


"Hey sayang, kamu datang sama siapa?" tanya mama Sofia.


"Aku naik gojek tan" ucap Rara.


"Tan, bang Angga ke kantor ya?" tanya Rara.


"Iya sayang Angga ngantor, katanya ada tugas penting" ucap mama Sofia.


Mama Sofia dan yang lain sudah mengetahui kalau Rara menyukai Angga, mama Sofia juga sudah setuju kalau Angga bersama Rara, tapi Angga selalu menolak apa yang di katakan sang mama.


Saat ini jam sudah menunjukan pukul 3 sore, mama Sofia mengajak Rara untuk membuat kue di dapur, Rara juga sudah sedikit mahir dalam memasak karena ia selalu belajar di rumah.


Mama Sofia mengeluarkan semua bahan dan meletakan di atas meja, lalu keduanya mulai membuat adonan kue.


"Tan telurnya berapa biji?" tanya Rara.


"8 biji aja cukup sayang" ucap mama Sofia.


Rara lalu mulai memikser semua bahan yang sudah di campurkan ke dalam loyang.


Sedangkan mama Sofia sedang mengolesi cetakan kue dengan mengunakan mentega, kedua wanita itu sedang asik di dapur.


"Sayang kata mama kamu, kamu udah mahir ya bikin kue" tanya mama Sofia.


"Iya tan, Rara belajar di rumah yah walaupun rasanya gak seenak buatan tante" ucap Rara sambil tersenyum.


Rara beberapa kali memberikan kue pada Angga di kantor, tapi pria itu selalu menolak dan akan memberikan nya pada sang sahabat Ilham, terkadang Rara sedih karena Angga tak pernah mau makan kue buatannya.


Tapi Rara senang karena Ilham memakan kue nya sampai habis, dan sering menuju kalau kue buatan Rara sangat enak, Rara sudah sangat senang walaupun pujian itu bukan dari Angga.


Mama Sofia mengeluarkan buah ceri dari dalam kulkas, yang nantinya akan di buat toping di atas kue yang akan mereka buat.


Terkadang Rara pulang malam dari kediaman rumah Angga, karena mama Sofia selalu ingin berada di dekat gadis cerewet itu.


Mobil Angga memasuki gerbang rumah, setelah memikirkan mobilnya, Angga langsung masuk dan melihat suasana rumah sangat sepi.


Saat ini baru pukul 4 sore, Angga pun berjalan ke arah dapur tujuan untuk minum karena merasakan haus, tapi langkah Angga terhenti mendengar obrolan sang mama dan Rasa.


"Rara kapan ujian sayang?" tanya mama Sofia.

__ADS_1


"Dua bulan lagi Rara ujian kelulusan tan" ucap Rara masi memikser adonan kue yang kedua kalinya.


"Udah gak lama ya sayang, udah mau lulus" ucap mama Sofia yang saat ini sedang mengolesi bater crim ke atas kue yang sudah masak.


"Iya tan, Rara pengen cepat-cepat lulus biar bisa cepat kuliah seperti kak Reyhan" ucap Rara sambil tersenyum manis.


Dan senyum itu tak luput dari pandangan Angga yang masi berdiri tak jauh dari ruang makan, di mana mama Sofia dan Rara sedang asik membuat kue.


"Rara mau lanjut kuliah di mana?" tanya mama Sofia.


"Rara pengennya sih di Itali tan sama kak Reyhan" ucap Rara membuat pergerakan mama Sofia terhenti.


"Kok jauh banget, nanti tante gak bakalan punya teman ngobrol lagi dong" ucap mama Sofia sedih.


Rara tersenyum melihat tante Sofia yang menjadi sedih, saat ini keduanya masi belum sadar dengan keberadaan Angga.


"Nanti kan kalau libur Rara bisa balik ke Indonesia tan, jadi Rara bisa main ke rumah tante" ucap Rara.


"Tapi itu pasti lama sayang" ucap mama Sofia.


Nanti kalau tante udah punya cucu dari kak Alisa pasti gak akan sepi lagi deh" ucap Rara sambil tersenyum.


"Kamu ini, masa tante ngajak cucu buat mengobrol" ucap mama Sofia.


Keduanya tertawa bersama, berbeda dengan Angga yang hanya diam saja berdiri di tempat, tampa mau melanjutkan langkah nya.


"Hehehe,,, Rara pengen nya di Itali tan" ucap Rara sambil tersenyum.


"Nanti kalau kamu di Itali udah suka sama cowok-cowok sana dong, secara kan mereka ganteng-ganteng" ucap mama Sofia.


"Buat Rara cuma bang Angga kok tan yang ganteng" ucap Rara sambil tersenyum malu.


"Kamu ini" ucap mama Sofia juga tersenyum.


Tikk...


Tikk...


Bunyi oven sudah terdengar, pertanda kalau kue yang sedang di panggang sudah mateng. Mama Sofia pun langsung mengangkatnya dan menggantikan dengan adonan yang baru.


"Bau nya harun ya tan?" tanya Rara.


"Iya sayang harum banget" ucap mama Sofia.


Sedangkan Angga memili berbalik dan menaiki tangga menuju kamarnya, entah kenapa haus yang Angga rasakan sudah hilang.

__ADS_1


Angga masuk ke dalam kamarnya dan menghempas tubu kekarnya di ranjang king size miliknya.


Obrolan sang mama dan Rara masi tergiang-giang di pikiran Angga saat ini, setelah itu Angga lalu beranjak dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Di lantai bawa papa Lukman baru saja pulang dari kantor, papa Lukman langsung mencari keberadaan sang istri ke dapur.


"Ma, lagi apa eh ada nak Rara" ucap papa Lukman.


"Papa udah pulang, kita lagi bikin kue pa, coba papa cobain ini kue buatan nak Rara loh pa" ucap mama Sofia.


"Oh ya, mana coba papa cobain dulu" ucap papa Lukman, memakan kue yang di berikan sang istri.


"Gimana pa enak kan?" tanya mama Sofia melihat sang suami.


"Iya ma enak banget, papa suka" ucap papa Lukman sambil tersenyum.


"Ma, Angga udah pulang ya? tuh mobilnya udah ada di garasi?" tanya papa Lukman.


"Mungkin aja pa, kita kan lagi sibuk bikin kue tadi, paling di kamar" ucap mama Sofia.


Mendengar Angga sudah pulang Rara pun senang dan akan memberikan kue buat Angga.


"Tan aku kasih kue buat bang Angga dulu ya" ucap Rara.


"Iya sayang" ucap mama Sofia.


Rara menyiapkan potongan kue ke dalam piring, lalu pergi ke lantai dua di mana kamar Angga berada.


Tiba di depan kamar Angga, Rara langsung mengetuk pintu kamar Angga. Membaut Angga yang baru saja selesai berganti baju melangkah ke arah pintu dan membuka nya.


Clekk..


"Hay bang Angga, ni aku bawain kue kesukaan bang Angga" ucap Rara sambil tersenyum senang.


Angga masi diam melihat gadis itu dengan tajam dan dingin, membaut Rara cemberut dan kembali memberikan kue yang ia pegang.


"Ni bang kue nya" ucap Rara lagi.


"Udah berapa kali gue bilang stop gangguin hidup gue, semenjak loh datang ke kehidupan gue, hidup gue gak pernah tenang lagi. Jadi gue minta sama loh mulai sekarang stop gangguin hidup gue dan stop dateng ke rumah gue lagi" ucap Angga dingin lalu kembali menutup pintu kamarnya lagi.


Membiarkan Rara masi mematung di ambang pintu tampa berkedip, dan tak terasa air mata jatuh dari kedua pelupuk mata gadis itu.


"***Tega banget bang Angga sama aku" ucap Rara dalam hati.


"Kalau itu maunya bang Angga baik, mulai sekarang aku gak akan lagi gangguin bang Angga, dan gak akan lagi dateng ke sini" ucap Rara dalam hati***.

__ADS_1


Rara menghapus air matanya, lalu turun dari lantai atas tampa pamitan pada mama Sofia, Rara langsung pulang dan hanya menitip pesan pada bibi yang ada di dapur.


Next...


__ADS_2