Cinta Sejati Abdi Negara

Cinta Sejati Abdi Negara
Sarapan Buat Angga


__ADS_3

Pandangan mama Lara tertuju pada nasi goreng udang yang ada di dekat Reyhan.


"Bi, masak nasi goreng udang ya?" tanya mama Lara menunjuk nasi goreng udang.


"Bukan nya, itu buatan nong Rara" ucap bibi.


Membuat papa Andi, mama Lara dan Reyhan saling pandang.


"Kapan Rara masak bi?" tanya mama Lara.


"Tadi bangun pagi-pagi nya" jawab bibi.


"Jadi nasi goreng yang tadi dia bawa itu masaknya dia bi?" tanya mama Lara belum juga percaya, kalau anak perempuan nya itu bangun pagi masak.


"Iya nya" jawab bibi lagi.


"Mama coba dulu deh" ucap mama Lara mengambil nasi goreng buatan putrinya itu.


Mama Lara lalu menyendok nasi goreng itu, lalu memasukan me dalam mulutnya, papa Andi dan Reyhan melihat sang mama yang terdiam tampa mengunyah.


"Kenapa ma?" tanya papa Andi.


"Eeemmm,, emmm" mama Lara menunjuk air yang ada di dekat sang suami.


Dengan cepat papa Andi memberikan air pada sang istri, Mama Lara langsung mengambil air yang di berikan papa Andi dan meminumnya sampai habis.


Hhuuu,, mama Lara terlihat baru bisa bernafas lega setelah meminum air.


"Mama kenapa" tanya papa Andi.


"Nasi goreng nya asin sama pedes banget pa" ucap mama Lara.


"Coba deh papa coba" ucap mama Lara memberikan sisa nasi goreng nya barusan.


Papa Andi pun menyendok nasi goreng dan memakannya, dengan cepat pak Andi mengambil air dan minum.


"Asin banget, ini garem semua atau gimana?" ucap papa Andi.


"Kira-kira Rara mau kasih nasi goreng nya buat siapa ya?" ucap mama Lara.


"Kata non Rara buat seseorang nya" ucap bibi.


"Bisa sakit perut itu orang yang mau makan nasi goreng buatan Rara" ucap papa Andi.


☘☘☘☘


Rara mengendarai motornya ke jalan xx, di mana letak kantor polisi polres kota, Rara akan memberikan sarapan yang ia buat pada bang Angga.


Tak lama kemudian Rara tiba di depan polres, Rara memikirkan motornya di pinggir jalan, lalu gadis itu masuk ke dalam sambil membawa sarapan.


Rara melihat suasana di polres masi sedikit sepi, karena masi terlalu pagi juga hanya anggota polisi yang piket malam yang berada di kantor.


"Dek, mau cari siapa?" tanya seorang polisi yang sudah berumur.

__ADS_1


"Saya mau cari pak Angga pak" ucap Rara.


"Wah pak Angga jam segini belum datang dek, sejam lagi baru datang" ucap polisi itu.


"Berarti aku kepagian dong kemari" ucap Rara.


"Adek ada perlu sama pak Angga?" tanya polisi itu.


"Iya pak, saya titip ini aja ya pak tolong di kasi buat pak Angga, bisa pak" ucap Rara.


"Ini hanya sarapan kok pak, bukan bom hehehe" ucap Rara sambil terkekeh.


"Ya sudah nanti saya kasi sama pak Angga" ucap polisi itu.


"Kalau gitu saya permisi dulu ya pak, saya harus ke sekolah" ucap Rara.


"Iya dek" ucap polisi itu.


Rara kembali ke motornya di parkir di pinggir jalan, Rara kembali mengemudikan motornya meninggalkan polres kota.


Sedangkan polisi tadi melihat lagi ke arah jalan, tapi Rara sudah tidak ada di sana.


"Udah pergi lagi orangnya, harus bilang dari siapa ya, lupa juga nanya nama tuh anak" ucap polisi itu, membawa sarapan yang di berikan rara tadi ke dalam kantor.


☘☘☘☘


Di sisi lain, Angga baru saja selesai bersiap-siap, saat ini Angga sudah mengenakan pakaian dinas miliknya, dan bersiap akan turun ke lantai bawa.


"Iya ma" jawab Angga mengikuti sang mama ke arah meja makan.


Papa Lukman sudah menunggu istri dan juga putra mereka, karena saat ini hanya tinggal mereka bar tiga saja, putri mereka sudah tinggal bersama sang suami.


Mama Sofia melayani piring sang suami terlebih dahulu, selesai itu piring sang putra.


"Sayang mau sarapan apa, biar mama ambilkan" ucap mama Sofia.


"Nasi goreng aja ma" ucap Angga.


Papa Lukman, mama Sofia dan Angga sarapan pun bersama.


Setelah selesai menghabiskan sarapannya, Angga lalu pamit pada kedua orang tuanya, karena hari ini ia ada tugas.


"Pa, ma aku pamit ya" ucap Angga.


"Iya sayang, kamu hati-hati ya" ucap mama Sofia.


"Siap ma" ucap Angga berlalu dari ruang makan.


Mama Sofia melihat sang suami, lalu menghembuskan nafasnya dengan pelan.


"Papa kok gak ngomong sama Angga" tanya mama Sofia, melihat sang suami.


"Papa gak enak ma, takutnya bikin Angga tersinggung" ucap papa Lukman.

__ADS_1


"Mama yakin kok, kalau Angga pasti bakalan ngerti karena cuma dia yang bisa memimpin perusahaan" ucap mama Sofia.


"Iya ma, nanti papa coba ngomong sama Angga kalau ada waktu luang" ucap papa Lukman.


"Iya pa" ucap mama Sofia.


"Ya sudah papa berangkat ke kantor dulu ya ma" ucap papa Lukman, pamit pada sang istri.


"Iya pa, hati-hati ya" ucap mama Sofia, menyalami punggung tangan sang suami.


Papa Lukman pergi ke kantor, tinggal ah mama Sofia dan para bibi yang berada di rumah saat ini.


☘☘☘☘


Rara memasuki gerbang sekolah, terlihat sudah banyak siswa-siswi yang sudah mulai berdatangan.


"Pagi neng Rara" sapa pak satpam.


"Pagi pak" sapa Rara juga.


"Neng Rara datang pagi bener, neng Lia sama neng Amel belum datang tuh" ucap pak satpam.


"Iya pak, sengaja datang pagi, biar gak ke kunci gerbang lagi hehhe" ucap Rara sambil terkekeh, dan pak satpam hanya tertawa.


"Kalau gitu saya masuk dulu ya pak" ucap Rara setelah memikirkan motornya.


"Iya neng" jawab pak satpam.


Rara berjalan di koridor sekolah, banyak teman yang menyapa Rara, karena Rara orangnya memang ceria dan suka berteman.


Rara langsung masuk ke dalam kelasnya, terlihat sudah ada beberapa murid di sana.


Di luar sana Amel dan Lia baru saja tiba, Lia di antar oleh Bima sang kekasih, sedangkan Amel mengendarai motor sendiri.


"Tumben nih motor nya Rara udah ke parkir, biasanya kita yang selalu duluan datang" ucap Amel.


"Sayang makasih ya, aku sama Amel langsung masuk kelas ya" ucap Lia.


"Iya sayang, aku langsung balik ya" ucap Bima.


"Iya sayang hati-hati ya" ucap Lia.


"Iya sayang ku" ucap Bibi sambil terkekeh.


"Pagi-pagi udah romantisan aja" ucap Amel.


Ocehan Amel hanya di respon tawa oleh Bima dan Lia, lalu Amel mengajak sahabatnya itu masuk ke dalam kelas sedangkan Bima sudah kembali mengendarai motornya keluar gerbang sekolah.


Amel dan Lia berjalan di koridor sekolah, tiba di depan pintu kedua gadis itu melihat Rara sedang duduk sambil memainkan ponsel miliknya. Amel dan Lia pun masuk dan mendekati sang sahabat, yang sedang serius itu.


Next...


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...

__ADS_1


__ADS_2