
Angga kembali bertugas seperti biasa. Dengan seragam lengkapnya, Angga kini memasuki kantor.
"Wis, mana nih oleh-oleh buat kita, masa iya dari itali gak bawa oleh-oleh," ucap salah satu anggota polisi.
"Gue ke itali ngelamar cewek, bukan jalan-jalan bro," ucap Angga sambil tersenyum.
"Cewek yang waktu itu sering ke kantor nyariin loh?" tanya salah satu anggota lain.
"Yoi, dia udah bikin gue galau," ucap Angga.
"Selamat kalau gitu, semoga lancar sampai hari H," ucap anggota polisi yang lain.
"Iya makasih bro," ucap Angga.
Mobil Ilham juga baru saja tiba, Ilham turun dari mobil dan langsung bergabung dengan anggota yang lain.
"Tumben loh baru datang, biasanya loh yang paling duluan," ucap salah satu anggota polisi.
"Kan udah ada pak Angga yang datang duluan, gantian dong," ucap Ilham sambil terkekeh geli.
Sedang asik mengobrol, tiba-tiba ponsel milik Angga berdering, dan dengan cepat Angga mengangkat temponya. Angga kira adalah Rara, tapi setelah mendengar suaranya.
"Hallo, Angga," ucap seseorang yang ada di seberang telpon.
"Maaf ini siapa yah?" tanya Angga, karena itu juga nomor baru.
"Nga, ini aku Sasmita," ucap si penelpon yang ternyata adalah Sasmita.
"Ohh kamu, ada perlu apa yah nelpon saya?" tanya Angga.
"Nga, kita boleh ketemu gak, ada yang pengen aku bicarakan sama kamu," ucap Sasmita dari seberang telpon.
"Kenapa gak bilang di telpon aja, kalau ketemu saya gak bisa lagi sibuk," ucap Angga.
"Tolong nga, ada hal penting yang harus aku bicarakan sama kamu," ucap Sasmita.
"Oke," ucap Angga.
"Makasih Nga, nanti aku kirim di pesan tempatnya," ucap Sasmita dengan senang di seberang sana, karena ia akan bertemu dengan Angga.
Setelah tidak ada obrolan lagi, Angga langsung mematikan telpon. Dan melihat Ilhan yang sedang menatap Angga dengan serius.
"Siapa?" tanya Ilham.
"Sasmita, nanti loh temanin gue ketemu dia," ucap Angga.
"Mau ngapain lagi tuh orang," ucap Ilham.
Angga hanya mengedipkan kedua bahunya, lalu berjalan masuk ke ruangan kerja nya dan rekan-rekan yang lain. Ilham juga .mengikuti Angga masuk ke dalam ruangan.
"Nanti gimana kalau Rara tau kita ketemu Sasmita, loh gak mikirin perasaannya," ucap Ilham.
"Karen itu gue ngajak loh Ham, biar nanti Rara gak akan salah paham sama gue, gue juga bakalan ngasih tau Rey nanti," ucap Angga.
"Oke deh, tapi jangan lupa traktirannya yah," ucap Ilham sambil tersenyum.
"Ck, loh dari dulu gak pernah berubah yah," ucap Angga sambil menggeleng kepala.
"Gak akan pernah berubah bro, sampai kapan pun, tapi gak tau yah kalau udah nikah," ucap Ilham.
__ADS_1
"Mau nikah, emang nya loh punya pacar?" tanya Angga dengan serius.
"Gak ada," ucap Ilham.
"Makanya cepat cari pacar, jomblo di banggain," ucap Angga.
"Iya deh, yang udah lamaran," ucap Ilham.
Tak lama kemudian semua para Anggota pun melakukan apel pagi, pagi ini anggota lalulintas akan melaksanakan razia di jalan xx, kerena dari cctv lalu lintas terdapat banyak kendaraan yang melanggar aturan dalam berkendara.
Atasan sudah memberikan arahan pada bawahannya, lalu mereka bersiap akan berangkat ke lokasi.
🍀🍀🍀🍀
Sasmita terlihat sedang termenung di balkon kamar, ia betul-betul tak menyangka bisa di selingkuhin oleh sang suami.
"Hikzz..." Tangis Sasmita pecah saat tak ada yang bisa ia berbagi cerita sekarang.
"Kenapa semua ini harus terjadi pada ku, aku rela melepaskan Angga buat kamu, tapi apa sekarang, kamu mala selingkuh dengan wanita lain di depan mataku sendiri," ucap Sasmita sambil menangis.
"Sayang, kau harus dengar penjelasan aku dulu," ucap sang suami yang bernama Tomi.
"Apa yang harus aku dengan Tom, jelas-jelas aku udah lah sendiri kalau kamu bercumbu sama wanita lain di apartemen nya," ucap Sasmita.
"Aku ngelakuin itu terpaksa Sas, aku punya alasan," ucap Tomi.
"Udah, aku gak mau dengar apa-apa lagi, aku mau pergi sekarang," ucap Sasmita akan beranjak, tapi di tegah oleh sang suami dengan cepat.
"Mau ke mana kamu?" tanya Tomi.
"Mau pergi, mau nenangin pikirin dulu, aku-aku gak bisa di sini terus aku sakit Tom, sakit hikzz..." ucap Sasmita sambil terisak.
"Aku gak mau dengar alasan kamu lagi Tom, aku benci sama kamu," ucap Sasmita berlari masuk dan mengunci diri di kamar mandi.
Saat ini Sasmita hanya butuh teman untuk menjadi teman curhatnya, karena ia tak bisa memendam semua ini sendirian.
Sasmita lalu merendam tubuhnya di dalam bat up yang sudah berisi air dan juga sabun cair, Sasmita memejamkan matanya sambil menangkan pikirannya yang saat ini sedang kacau banget.
Di luar kamar, Tomi sedang menunggu sang istri keluar, ingin menceritakan semuanya tapi rasanya belum siap, karena ia tak mau membuat sang istri bertambah sakit nanti.
Setelah berendam selama hampir setengah jam, Sasmita keluar dengan handuk kimono berwarna puti, Sasmita mengambil baju di dalam lemari dan kembali membawanya masuk ke dalam kamar mandi.
🍀🍀🍀🍀
Italia...
Rara terlihat sedang senyum-senyum sendiri di ruang tengah, saat ini Rara sedang bertukar pesan dengan sang kekasih.
"Yah ampun, senyum-senyum terus dari tadi, lagi chetan sama siapa sih?" tanya mama Lara duduk di dekat sang putri.
"Aku lagi chetan sama kak Angga ma," ucap Rara.
"Ma, papa mana?" tanya Rara.
"Papa kamu lagi di kamar sayang," ucap mama Lara.
"Tumben mama gak nemanin papa, biasanya si kamar berdua," ucap Rara.
"Gak, mama pengen sama kamu aja, ngobrol," ucap mama Lara.
__ADS_1
Tiba-tiba Reyhan keluar dari kamar dan berjalan ke arah dapur, tak lama kemudian kembali sambil membawa sekotak es krim.
"Kak, tuh apa?" tanya Rara.
"Es krim," ucap Reyhan.
"Aku mau dong," ucap Rara yang juga pengen es krim.
"Udah habis, tinggal sekotak ini," ucap Reyhan sambil menyendok es krim dan memasukan ke dalam mulut.
"Minta yang itu aja kak," ucap Rara.
"Kamu nih, gak bisa liat kaka senang aja," ucap Reyhan.
"Biarin aja, aku ambil sendok dulu yah," ucap Rara.
Rara pergi mengambil sendok di dapur, dan tak lama kemudian kembali dan langsung duduk di dekat sang kaka.
"Siniin kak, aku juga pengen," ucap Rara.
"Nih, ambilnya dikit aja jangan banyak-banyak," ucap Reyhan.
"Iya-iya," ucap Rara.
Diam-diam rara menyendok banyak es krim dan langsung memasukan ke dalam mulutnya. Melihat tanda sendok sang adik, Reyhan langsung menatap Rara dengan tajam.
"Ma, kaka nih pelit," ucap Rara memasang wajah sedih.
"Kalau pelit kaka gak kasih, di bilangin dikit-dikit ambilnya juga," ucap Reyhan.
"Iya-iya, ini udah mau ambil dikit-dikit kok," ucap Rara.
"Kalian ini, seperti anak kecil saja, berantem," ucap mama Lara.
"Kaka tuh ma," aduh Rara.
"Ada apa sih nih ribut-ribut," ucap papa Andi yang juga baru saja datang dan bergabung.
"Kak Rey pa, masa aku minta es krim di bilang jangan ambil banyak-banyak," ucap Rara cemberut.
"Es krim kok di perebutkan sih, kalian ini," ucap papa Andi sambil tersenyum.
"Nih ambil aja," ucap Reyhan memberikan setengah sisa es krim yang ia makan.
"Udah dikit juga," ucap Rara.
"Jadi gak mau nih, kaka ambil lagi nih," ucap Reyhan.
"Udah di kasih kok mau di ambil lagi," ucap Rara.
"Emangnya di kulkas udah habis yah?" tanya papa Andi.
"Udah habis pa, tinggal ini aja sisa satu," ucap Reyhan.
Rara menghabiskan es krim yang tinggal sedikit itu, sedangkan papa Andi mengobrol bersama Reyhan dan mama Lara.
Sesekali Rara terlihat saling berbalas pesan dengan sang kekasih, maklum lah lagi LDR jadi yah cuma bisa saling kabar lewat hp saja. Hanya sesekali keduanya vidio call, setelah itu saling chetan saja.
Next...
__ADS_1