Cinta Sejati Abdi Negara

Cinta Sejati Abdi Negara
Menghayal


__ADS_3

Reyhan senyum-senyum sendiri di dalam ruang kerjanya, bagaimana tidak. Pertemuan dengan Lishi tadi membaut Reyhan terbayang-bayang terus, apa lagi serang Lishi terlihat jauh lebih cantik.


"Akhirnya kita ketemu lagi, gue gak akan lepasin loh lagi," ucap Reyhan dalam hati.


Terlalu asyik menghayal, membuat Reyhan tidak menyadari keberadaan sang papa di dalam ruangannya. Papa Andi melihat putranya dengan heran, bahkan Reyhan tidak menyadari kehadirannya.


"Rey, kamu lagi mikirin apa sih, kok senyum-senyum gak jelas gitu?" Tanya papa Andi.


Reyhan masih dalam lamunannya, tidak mendengar apa yang di tanyakan oleh sang papa, papa Andi lalu mengambil berkas dan meletakan di meja dengan keras. Membuat Reyhan kaget dan langsung melihat sang papa.


"Pa, bikin kaget aja," ucap Reyhan melihat sang papa.


"Habisnya kamu di panggil-panggil Mala melamun, lagi mikirin apa sih?" Tanya papa Andi duduk di kursi yang ada di depan Reyhan.


"Gak lagi mikirin apa-apa kok pa," ucap Reyhan.


Papa Andi melihat wajah putranya dengan curiga, membuat Reyhan salah tingkah dan melihat ke arah berkas yang ada di atas meja.


"Apa ini ada hubungannya dengan gadis tadi yah?" Tanya papa Andi mendekatkan wajahnya ke arah sang putra.


"Papa ngomong apa sih, gak ada apa-apa kok," ucap Reyhan berkilah dan menghindari tatapan sang papa.


"Gimana kamu suka sama ruangannya, apa perlu di rubah lagi?" Tanya papa Andi.


"Gak pa, ini udah bagus kok, nanti di situ mau Reyhan taruh lemari pendingin mini, buat ngisi minuman soda," ucap Reyhan.


"Yah terserah kau saja, ini berkas yang harus kamu pelajari, sekarang kamu yang akan memimpin perusahaan," ucap papa Andi menunjuk berkas yang ada di atas meja.


"Iya pa," ucap Reyhan.


"Kalau gitu papa kelaur dulu, ingat jangan banyak melamun, waktunya kerja," ucap papa Andi.


"Iya-iya pa," ucap Reyhan mengambil berkas yang ada dia tas meja, lalu mempelajari nya.


Papa Andi kelaur dari ruangan kerja sang putra, soal sekertaris nanti biar jadi urusan Reyhan.


****


Angga terlihat bejelan masuk ke dalam kantor, beberapa Anggota polisi yang berpapasan dengannya pun menyapa Angga dengan hormat, karena anggota-anggota itu adalah bawahan Angga.

__ADS_1


"Pak Angga, saya cariin dari tadi ternyata di sini," ucap Ilham yang baru saja datang mendekati Angga.


"Apa apa cariin gue," ucap Angga.


"Gue mau minta tolong nih," ucap Ilham sambil berbisik, takut nanti ada yang mendengar mereka.


"Mau minta tolong apa?" Tanya Angga melihat sahabatnya itu.


Ilham mendekati Angga lalu membisikkan sesuatu, membuat Ilham menahan tawa mendengar apa apa yang di bisikin oleh Ilham barusan.


"Kok loh malah ketawa sih, gue serius nih," ucap Ilham melihat Angga dengan kesal.


"Iya-iya, nanti gue bantu, tapi gak janji kalau berhasil yah," ucap Angga.


"Ck, loh ma selalu gitu dari dulu," ucap Ilham.


Kedua sahabat itu lalu masuk ke dalam ruangan kerja mereka, Angga duduk di meja kerjanya, begitu pun dengan Ilham.


"Pak Angga berkas yang bapak minta ini," ucap salah satu anggota.


"Oh, iya makasih yah," ucap Angga.


Angga membuka laporan itu, dan memeriksanya dengan teliti. Hasil laporan kemarin saat mereka melakukan razia.


****


Seorang wanita sedang melihat foto-foto yang ada dia tas meja, foto-foto gadis cantik yang sedang tersenyum manis.


"Jadi dia orangnya yang bikin Angga lupain gue," ucap wanita itu yang tak lain adalah Sasmita.


"Iya Bu, nama gadis ini adalah Rara dia baru saja lulus luar negri," ucap pria yang memakai masker.


"Cantik juga, pantes Angga begitu cepat lupain gue," ucap Sasmita tersenyum kecut sambil menahan kesal dan cemburu.


"Siapapun, gue gak akan biarin Angga jatuh ke pelukan gadis lain, Angga cuma akan menjadi milik gue, milik gue," ucap Sasmita sambil tersenyum licik melihat salah satu foto Rara.


"Apa yang harus saya lakukan bos?" Tanya pria bermasker itu.


"Santai dulu, jangan terlalu ngegaba kita tunggu waktu yang tepat dulu, setelah itu baru kita mulai rencana kita," ucap Sasmita sambil meremas selembar foto Rara sampai tak berbentuk.

__ADS_1


"Baik bos, nanti bos bisa kabarin saya aja," ucap pria itu.


"Iya, kamu boleh pergi," ucap Sasmita meminta pria itu pergi. Karena ia ingin sendiri saat ini.


Sasmita melihat foto Rara yang sudah tak berbentuk itu, lalu membuangnya ke dalam tong sampah yang ada di dekatnya.


****


Rara sedang serius dengan gambar yang ada di atas meja saat ini, Rara baru saja menggambar beberapa gaun model baru, dan itu adalah hasil gambar Rara.


"Sayang, sibuk banget lagi buat apa sih?" Tanya mama Lara mendekati putrinya itu.


"Coba deh mama liat, bagus gak?" Tanya Rara menunjukan gambarnya pada sang mama.


"Ini cantik banget, yah ampun anak mama yang udah jadi desainer," ucap mama Lara memeluk putrinya itu dengan erat.


"Makasih ma," ucap Rara mencium sebelah pipi sang mama.


"Masuk yuk, mama udah bikini kamu jus loh," ucap Mama Lara mengajak putrinya.


Rara dan mama Lara lalu berjalan masuk menuju dapur, dua gelas jus sudah siap di minum di atas meja. Jarang begitu panas, membuat tenggorokan Rara juga begitu kering. Tampa menunggu lama, Rara langsung meminum jus nya.


"Sayang pelan-pelan, kamu ini gak berubah yah, udah bertahun-tahun tinggal di negara orang," ucap mama Lara memperingati sang putri.


"Habis Rara haus banget ma," ucap Rara meletakan gelas yang sudah kosong di atas meja.


Mama Lara hanya menggeleng kepala melihat putrinya, Rara lalu membuka lemari es dan mengambil air putih dari dalam sana.


"Sayang entar sore kita shoping yuk, udah lama kan kita ga jalan-jalan," ucap mama Lara mengajak Rara.


"Boleh juga ma, udah lama gak jalan-jalan ke mall," ucap Rara.


Rara naik menuju lantai dua, di mana kamarnya berada. Tiba di dalam kamar, Rara melihat ponselnya ada beberapa pesan dari sang kekasih, Rara tersenyum melihat pesan yang di kirimkan oleh Angga.


Rara duduk di atas ranjang dan membalas pesan Angga terlebih dahulu, lalu membalas pesan dari kedua sahabatnya. Ya itu Lia dan Amel, Rara lalu meletakan ponselnya di atas ranjang dan amsuk ke dalam kamar mandi.


Rara harus bersiap-siap, karena akan pergi bersama sang mama jalan-jalan. Rara menghidupkan kran air dan mengisi bat up setengah saja. Kemudian Rara menuangkan sabun cair aroma lavender kesukaannya.


Rara berendam di dalam bat up, untuk merilekskan seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Next...


__ADS_2