
Amel dan Lia melihat Rara yang sedari tadi hanya senyum-senyum sendiri, membuat kedua gadis itu saling pandang.
"Ra, loh kenapa sih senyum-senyum sendiri dari tadi" tanya Amel.
"Iya gue tuh lagi senang banget" ucap Rara melihat kedua sahabatnya.
"Senang kenapa?" tanya Lia.
"Jadi kemarin gue gak sengaja nolong ibu-ibu yang keserempet motor di depan butik xx, gue bawa ke rumah sakit dan loh berdua tau gak ternyata itu adalah ibunya bang Angga" ucap Rara.
"What loh serius Ra?" tanya Amel.
"Iya lah Mel, gue serius, gue sama bang Angga ketemu lagi di rumah sakit" ucap Rara.
"Dan yang bikin gue senang adalah, ibu nya bang Angga ngundang gue makan malam di rumah mereka" ucap Rara.
"Wah asik dong loh bisa lebih dekat sama bang Angga Ra" ucap Lia.
"Iya dong guys" ucap Rara.
"Tapi bang Angga kan orangnya dingin kaya es batu" ucap Amel.
"Loh tenang aja, nanti loh liat cara gue ngelulu hin hati bang Angga" ucap Rara.
"Kita dukung loh, semoga bang Angga lulu sama Rara Anastasya Johan" ucap Amel.
"Pasti dong" ucap Rara dengan bangga.
Ketiga gadis itu lalu mengobrol lagi, sampai guru masuk dan belajar pun di mulai, tapi ketiga gadis itu masi sesekali saling bisik berbisik, walaupun guru sudaha ada di depan kelas.
☘☘☘☘
"Loh kenapa bro" tanya Ilham.
"Ternyata kemarin yang menolong nyokap gue gadis bar-bar itu" ucap Angga.
"Maksud loh si Rara" tanya Ilham lagi.
"Iya" ucap Angga.
"Berarti loh berdua jodoh men" ucap Ilham.
"Ngawur loh kalau ngomong" ucap Angga.
"Gue serius bro, biasanya orang gitu kalau jodoh" ucap Ilham.
"Gak gue gak bakalan suka sama tuh cewek" ucap Angga.
"Ets jangan salah bro, bisa aja kata loh gak suka mala kebalik, kan hati gak ada yang tau" ucap Ilham.
"Makin ke sini otak loh makin ngaco kalau ngomong" ucap Angga.
"Yeh di bilangin gak percaya, ya udah kita liat aja nanti" ucap Ilham sambil tersenyum.
__ADS_1
Angga diam tak menanggapi ocehan sang sahabat, saat ini keduanya sedang berada di kafe depan kantor.
"Loh gak dateng ke acara pernikahan nya Sasmita?" tanya Ilham.
"Datang lah, kan di undang" ucap Angga.
"Loh gak akan nangis liat Sasmita di pelaminan?" tanya Ilham.
"Gak lah, ngapain juga nangis" ucap Angga santai.
"Nanti gue temanin loh" ucap Angga.
"Iya masi banyak cewek-cewek di luar sana bro" ucap Ilham.
Angga lagi-lagi tak menanggapi perkataan sang sahabat, entah kenapa kalau mendengar kata cewek, Angga selalu cuek dan gak mau pusing. Mungkin karena sakit hati yang pernah ia rasakan dari Sasmita.
"Balik ke kantor yuk?" ajak Angga.
"Bentar kita bayar dulu" ucap Ilham.
"Loh bayarin ya punya gue" ucap Angga.
"Iya" ucap Ilham.
Selesai membayar pesanan mereka, Angga dan Ilham keluar dari kafe itu, tiba di depan kantor, banyak polisi wanita yang menyapa Angga dan Ilham, tapi hanya Ilham yang menyapa balik mereka sedangkan hanya memasang wajah dinginnya.
"Sapa balik kek tuh cewek-cewek, kalau gini terus gimana loh mau dapat cewek" ucap Ilham
☘☘☘☘
Jam sudah menunjukan pukul setengah tuju malam, Rara sudah bersiap-siap pergi ke rumah Angga untuk makan malam, seperti permintaan mama Sofia kemarin.
Rara melihat penampilannya di depan cermin, gaun putih seluruh dan rambut terurai membuat penampilan Rara terlihat berbeda dari biasanya, apa lagi wajah yang di poles oleh make up tipis.
Setelah semuanya sudah pas, Rara keluar kamar dan turun ke lantai bawa, Rara melihat kedua orang tuanya sedang mengobrol di ruang tengah.
Mama Lara melihat ke arah sang putri yang baru saja tiba di lantai bawa.
"Sayang kamu mau ke mana" tanya Mama Lara.
"Aku mau ke rumah tante Sofia ma, tante Sofia ngundang aku makan malam" ucap Rara sambil tersenyum.
"Kok dandan gitu sih" tanya mama Lara menatap sang putri dengan curiga.
"Hehehe,, tante Sofia kan punya anak polisi ma" ucap Rara sambil tersenyum.
Mama Lara dan papa Andi saling pandang, lalu melihat Rara yang sedang melihat kedua orang tuanya.
"Ya udah ya ma, Rara pergi dulu nanti telat lagi" ucap Rara menyalami punggung tangan kedua orang tuanya.
"Iya kamu hati-hati ya" ucap papa Andi.
"Iya pa, Dara berangkat dulu ya" ucap Rara.
__ADS_1
"Iya sayang" ucap mama Lara.
Rara pergi dari ruang tengah, menuju garasi mobil. Rara akan mengendarai mobil karena ini sudah malam, mobil yang di kendarai oleh Rara pun keluar dari pintu gerbang yang di bukakan oleh pak satpam.
☘☘☘☘
Di kediaman rumah Angga, mama Sofia meminta bibi untuk memanggil kan sang putra yang ada di dalam kamar nya, karena gak lama lagi Rara akan segera datang.
Mama Sofia menata semua menu makan malam di meja makan, dan Alhamdulillah kaki mama Sofia yang terluka sudah tidak terlalu sakit lagi.
"Mama" panggil papa Lukman.
"Pa," ucap mama Sofia.
"Angga mana ma?" tanya papa Lukman.
"Di kamar pa, mama udah nyuruh bibi buat panggil in Angga" ucap mama Sofia.
Ting nong...
Suara bel berbunyi, pertanda kalau ada tamu datang dan mama Sofia sudah menduga kalau itu pasti Rara.
"Pa, pasti itu nak Rara deh udah dateng" ucap mama Sofia.
"Mama buka pintu dulu ya" ucap mama Sofia.
"Apa kaki mama gak papa" tanya papa Lukman.
"Gak apa-apa kok pa" ucap mama Sofia pergi ke ruang depan, untuk membukakan pintu.
Clekk...
"Assalamualaikum tante, om" ucap Rara, sekalian menyalami punggung tangan mama Sofia dan papa Lukman.
"Waalayikumsalam sayang, ayo masuk" ajak mama Sofia.
Rara ikut masuk bersama mama Sofia dan papa Lukman, bertepatan dengan Angga yang baru saja turun ke lantai bawa.
"Angga sini sayang, ni ada nak Rara" ucap mama Sofia.
Rara tersenyum manis melihat Angga, sedangkan Angga hanya memasang wajah dinginnya saja.
"Sayang kamu ingat kan ini nak Rara yang menolong mama kemarin" ucap mama Sofia.
Angga yang di tanya hanya diam saja, lalu mama Sofia mengajak Rara duduk di sofa ruang tamu.
"Sayang sini juga dong" ajak mama Sofia pada sang putra.
Angga hanya mengikuti apa kata sang mama, tapi masi tetap memasang wajah dinginnya itu, tapi hal itu sangat lucu di mata Rara.
Next...
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys..
__ADS_1