Cinta Sejati Abdi Negara

Cinta Sejati Abdi Negara
Lamaran Angga


__ADS_3

Deng....


"Bang Angga," ucap Rara dengan suara pelan, tapi masi bisa di dengar oleh Angga.


"Hay, apa kabar?" tanya Angga menatap gadis di depannya dengan tatapan rindu.


"B..Baik bang, abang sendiri apa kabar, kok bisa ada di sini?" tanya Rara dengan gugup.


Bukannya menjawab, Angga mala melihat Reyhan, mama Lara dan Papa Andi yang beranjak berdiri dari duduk mereka.


"Kalian ngobrol dulu deh, kita keluar dulu yah," ucap papa Andi menepuk punggung Angga.


"Kita keluar dulu bro," ucap Reyhan dan Angga hanya mengangguk saja.


"Sayang mama, papa sama kaka keluar dulu yah, kalian ngobrol saja," ucap mama Lara.


Setelah kepergian mama Lara, papa Andi dan Reyhan, kini hanyalah Angga dan juga Rara yang ada di dalam restoran itu, Angga masi menatap gadis yang sangat ia rindukan itu tampa berkedip.


Merasa tidak tahan, Angga pun langsung memeluk Rara dengan erat, membaut Rara kaget dengan perlakuan Angga saat ini.


"Abang kangen banget sama kamu," ucap Angga dengan suara sendu, sedangkan Rara masi diam membisu entah harus berkata apa saat ini.


"Kenapa abang ada di sini, bukannya abang udah nikah?" tanya Rara, membaut Angga kaget dan melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Nikah, nikah sama siapa?" tanya Angga.


"Sama Feli," ucap Rara.


"Feli, abang masi sendiri yah, siapa yang bilang kalau abang udah nikah?" tanya Angga.


"Adalah, abang gak perlu tau, abang kan gak pernah cinta sama aku, yang ad abang minta aku menjauh," ucap Rara dengan cemberut.


"Hehehe,, cantiknya nambah deh kalau lagi cemberut gini," ucap Angga bercanda membaut Rara kesal di buatnya.


"Udah, aku keluar saja," ucap Rara bersiap pergi karena Angga hanya tertawa melihatnya.


"Tunggu mau ke mana?" tanya Angga memegang tangan Rara.


"Abang minta maaf, karena udah bikin kamu nangis dan sakit hati, setelah kamu pergi ke Itali abang baru merasa kehilangan gadis yang selalu menganggu hari-hari abang," ucap Angga lagi.


Rara memberanikan diri untuk menatap pria yang ia rindukan itu, Angga menatap Rara dengan tatapan penuh cinta dan rindu.


"Kenapa abang gak nyusul Rara ke bandara kalau memang abang udah mulai suka sama Rara?" tanya Rara.


"Abang ke bandara, tapi pesawat yang kamu naikin udah berangkat," ucap Angga.


"Kalau itu semua benar, berarti mama, papa dan Lia juga Amel tau dong, kalau bang Angga ke bandara, tapi kok mereka gak pernah bilang sih ke aku, ah nanti deh aku tanya Amel," ucap Rara dalam hati.

__ADS_1


Angga menggenggam tangan Rara, membaut jantung Rara kembali berdegup sangat kencang, membuat wajah gadis itu saat ini menjadi merah padam.


"Sekarang abang sudah menyadari perasaan abang sama kamu, abang cinta dan sayang sama kamu, abang yakin kamu juga masi cinta kan sama abang?" tanya Angga sambil tersenyum.


"Gak udah di jawab, abang udah tau kok," ucap Angga lagi.


"Ih, pede banget bang Angga," ucap Rara menyembunyikan wajahnya yang merah itu.


"Kamu mau gak jadi istri abang, maaf mungkin lamaran abang gak romantis," ucap Angga tiba-tiba, membaut Rara kaget dan melotot kan matanya.


"Emang abang bisa nunggu Rara sampai habis kuliah?" tanya Rara.


"Abang akan nunggu sampai kamu selesaikan kuliah kamu, abang akang setia menunggu," ucap Angga dengan serius.


"Karena mama hanya mau kamu yang jadi mantunya," ucap Angga lagi.


Rara tersenyum melihat Angga, lulu Rara menganggu kecil, pertanda kalau ia menerima lamaran dari Angga.


"Benar, makasih yah," ucap Angga kembali memeluk Rara dengan erat.


Rara tersenyum dalam pelukan Angga, Rara gak nyangka kalau pria yang berusaha ia lupakan saat ini tengah melamar nya, untuk menjadi istrinya.


Nextt....

__ADS_1


__ADS_2