
Suasana makan malam di kediaman rumah Angga, mama Sofia melihat sang putra yang baru saja datang dan langsung duduk di kursi meja makan.
"Bi, tadi Rara pulang pamit gak sama bibi, kok saya keluar kamar Rara udah gak ada ya?" tanya mama Sofia.
"Iya nya tadi non Rara pamit sama saya, katanya mau cepat pulang ada urusan penting" ucap bibi melihat mama Sofia.
"Kok tumben ya Rara gak pamit pulangnya" ucap mama Sofia.
"Mungkin gak enak, mama kan di kamar sama papa" ucap papa Lukman.
"Iya juga ya pa" ucap mama Sofia.
Sedangkan Angga hanya diam saja sambil menikmati makan malamnya, tampa berkata sepatah katapun.
Mama Sofia lalu melirik sang putra yang hanya diam saja, lalu mama Sofia melihat sang suami yang juga melihat ke arahnya.
"Kenapa ma?" tanya papa Lukman.
"Gak papa kok pa" ucap mama Sofia lalu kembali melanjutkan makan malamnya.
"Apa aku bilang aja ya sama nyonya kalau tadi non Rara turun dari lantai dua sambil nangis terus pamit pulang" ucap bibi dalam hati.
"Gak usah deh, biar nanti nyonya tau sendiri aja, lagian gak enak ikut campur urusan krang" ucap bibi lagi dalam hatinya.
Makan malam berlanjut sangat hening, tidak seperti biasanya. Angga juga terlihat banyak diam sekarang, tidak seperti biasanya.
"Sayang kamu mau buah, mama kupasin ya" tanya mama Sofia melihat sang putra.
"Gak usah ma, Angga udah kenyang Angga langsung ke kamar aja" ucap Angga segera beranjak dari meja makan.
Sedangkan papa Lukman dan mama Sofia hanya saling pandang, lalu papa Lukman kembali melanjutkan makan malam yang masi tersisa.
☘☘☘☘
Di kediaman rumah Rara, saat ini Rar terlihat sedang berbaring di ranjang miliknya. Kata-kata Angga tadi sore masi terngiang-giang di dalam pikiran Rara.
"Gak boleh nangis Ra, kamu pasti bisa, bang Angga gak pernah suka sama kamu" ucap Rara dalam hati sambil mengusap air matanya dengan kasar.
__ADS_1
Di lantai bawa papa Andi sedang duduk bersama sang putra dan sang istri mama Lara.
"Ma, Rara mana kok gak keliatan sih?" tanya papa Andi.
"Di kamar pa, dari tadi sore pulang belum keluar-keluar" ucap mama Lara.
"Mama gak liat, mungkin saja ketiduran lagi" ucap papa Andi.
"Bentar mama liat dulu ya" ucap mama Lara bangun dari duduknya dan pergi ke lantai dua di mana kamar sang putri berada.
Tokk...
Tokk...
Mama Lara mengetuk pintu kamar Rara, tapi tak mendapat sahutan dari dalam kamar, mama Lara langsung membuka pintu kamar dan tak mendapat kan Rara di sana.
"Kok gak ada ya, apa di kamar mandi ya" ucap mama Lara beranjak mendekati kamar mandi lalu mengetuk pintu kamar mandi.
Tokk..
Tokk..
"Ia ma, Rara lagi cuci muka bentar ya" ucap Rara dari dalam kamar mandi.
"Iya mama tunggu di bawa ya sayang" ucap mama Lara.
"Iya ma, nanti Rara langsung turun ke bawa ya" ucap Rara dari dalam kamar mandi.
Sedangkan mama Lara sudah keluar dari kamar sang putri, lalu kembali turun ke lantai bawa.
"Rara mana ma?" tanya papa Andi.
"Lagi di kamar mandi pa, bentar lagi turun kok" ucap mama Lara.
Tak lama kemudian Rara turun ke lantai bawa, dan ikut bergabung bersama mama Lara, papa Andi dan kak Reyhan.
"Sayang kamu kok lama si turunnya, lagi ngapain aja di kamar?" tanya papa Andi meminta sang putri duduk di dekatnya.
__ADS_1
"Gak papa kok pa, Rara cuma lagi ngantuk aja" ucap Rara sambil tersenyum.
Sedangkan Reyhan menatap sang adik yang terlihat seperti habis menangis, apa lagi melihat kedua mata Rara yang terlihat bengkak, jelas itu bukan karena bangun tidur.
"Dek, mata kamu kok bengkak sih?" tanya kak Reyhan.
"Gak kok kak, perasaan kaka aja kali" ucap Rara sambil menyigir kuda.
Sedangkan papa Andi dan mama Lara hanya tersenyum melihat tingkah sang putri, berbeda dengan Reyhan yang tak mudah percaya dengan perkataan sang adik.
Tak berselang lama bibi datang dan memberitahu kalau makan malam sudah siap, papa Andi mama Lara mengajak kedua anak mereka untuk makan malam.
☘☘☘☘
Selesai makan malam, Reyhan kembali ke kamar nya yang ada di lantai dua, sedangkan Rara masi mengobrol bersama papa Andi dan mama Lara di ruang tengah.
Reyhan mengambil ponsel miliknya yang ada di meja nakas, lalu menghubungi nomor Angga sang sahabat.
"*Hallo, ada apa bro?" tanya Angga dari seberang sana.
"Loh lagi ngapain, udah tidur?" tanya Reyhan sambil tersenyum.
"Gak lagi baring aja, tumben loh nelpon gue ada apa?" tanya Angga.
"Gak gue cuma pengen pamit sama sahabat gue" ucap Reyhan.
"Besok loh jadi balik ke Itali?" tanya Angga.
"Iya bro" ucap Reyhan.
"Jam berapa pesawat loh, nanti gue sama Ilham ke bandara" ucap Angga.
"Sore kok jam 4" ucap Reyhan.
"Oke gue sama Ilham nanti langsung ke bandara ya" ucap Angga.
"Iya bro nanti kita ketemu di bandara aja" ucap Reyhan, lalu panggilan telpon dengan Angga terputus*.
__ADS_1
Reyhan membaringkan tubuh kekarnya di atas ranjang miliknya, pandangan pria itu melihat langit-langit kamar, sampai kantuk menghampiri nya.