Cinta Sejati Abdi Negara

Cinta Sejati Abdi Negara
Ungkapan Cinta Reyhan


__ADS_3

Hubungan Angga dan Rara semakin mesra saja, apa lagi hanya tinggal menghitung hari lagi merek akan menjadi pasangan suami dan istri.


Seperti saat ini, keduanya menghabiskan waktu berdua di salah satu mall, jalan-jalan sambil bermain.


"Sayang ke sana yuk," ajak Angga.


Rara dengan mesra mengandeng lengan calon suaminya itu, Angga mengusap kepala Rara dengan sayang.


"Mau coba main?" Tanya Angga.


"Tapi aku gak tau," ucap Rara.


"Gak papa nanti aku ajarin, ayo" ajak Angga.


Rara ikut bermain bowling bersama Angga, Rara yang memang tidak bisa bermain, melempar bolanya ke sembarang arah. Berbeda dengan Angga yang selalu mengenai sasaran.


"Sini sayang aku ajarkan," ucap Angga.


Angga mengajari Rara, membuat keduanya terlihat begitu mesra di sana, ada beberapa orang yang melihat mereka dengan iri.


"Pacarnya perhatian banget yah, jadi pengen deh," ucap salah satu wanita.


"Iya, itu kan Angga, dia anggota polisi," ucap wanita yang lain.


"Udah sayang aku benar-benar gak bisa," ucap Rara memeluk Angga.


"Yah sudah, mau main apa lagi?" Tanya Angga.


"Gak pengen makan aja," ucap Rara.


"Emang udah laper, kan tadi baru makan," ucap Angga sambil tersenyum.


"Iya, tapi udah laper karena main bowling barusan," ucap Rara sambil tersenyum.


"Alasan aja yah, ayo kita cari makan," ajak Angga mencubit hidung Rara.


Angga mengandeng tangan Rara masuk ke salah satu restoran. Angga dan Rara duduk di salah satu meja kosong di sana.


"Hay, loh Angga kan?" Tanya wanita yang duduk di dekat Angga.


"Loh siapa?" Tanya Angga.

__ADS_1


"Masa loh gak ingat gue sih, gue yang pernah loh tolong dulu," ucap wanita itu.


"Kapan, gue gak pernah nolongin loh deh, loh salah orang kali," ucap Angga.


"Gak mungkin, kan loh yang ada di dekat gue waktu gue tengelam di laut waktu itu," ucap wanita itu lagi.


"Loh salah paham, bukan gue yang nolong, teman gue yang anggota juga," ucap Angga.


"Udah bilang ajak kalau loh Nga, gue gak papa kok," ucap wanita itu mendekati Angga.


"Loh gak sopan banget sih, pergi gak dari sini," usir Angga.


"Bikin gue naik dara aja deh," ucap Angga kesal melihat wanita yang berdiri dan pergi itu.


"Kak, sabar," ucap Rara menenangkan Angga.


"Bikin darah tinggi orang gitu sayang, aku gak suka," ucap Angga kembali duduk.


"Iya, sabar yah," ucap Rara sambil tersenyum.


"Kok malah tersenyum sih?" Tanya Angga.


"Mau pesan apa?" Tanya Angga.


"Aku pesan spaghetti aja, sama minumnya jus tomat kayaknya enak deh," ucap Rara.


"Kaka gak pesan?" Tanya Rara.


"Pesan minum aja, Kaka masih kenyang," ucap Angga.


"Oke," ucap Rara lalu memanggil pelayan.


Di selah menunggu pesanan datang, Rara dan Angga mengobrol. Angga sesekali menjahili Rara yang sedang bermain ponsel.


****


Di lain tempat, Reyhan sedang menunggu Lishi di lobby kantor gadis itu. Semenjak mengetahui semua kebenaran, Reyhan sering mendatangi Lishi di kantornya.


Lishi melihat mobil Reyhan sedang terparkir di lobby, dengan berpura-pura tidak melihat Lishi berjalan menuju mobilnya.


Reyhan yang melihat itu dengan cepat turun dari mobil dan mengejar Lishi.

__ADS_1


"Loh apa-apaan sih?" Tanya Lishi berbalik melihat Reyhan.


"Buru-buru banget sih, aku udah nunggu dari tadi," ucap Reyhan.


"Bukan urusan gue, akan gue gak minta loh buat nunggu," ucap Lishi santai.


Rayhan menarik tangan Lishi masuk ke dalam mobil nya, Reyhan memutari mobil dan masuk lalu duduk di kursi kemudi.


"Loh apa-apaan sih, buka pintunya gue mau kelaur," ucap Lishi.


"Gak bisa, loh harus ikut gue," ucap Reyhan menyalakan mesin mobilnya lalu kelaur dari lobby kantor.


"Buka pintunya Rey, gue mau keluar," ucap Lishi lagi.


"Gak akan," ucap Reyhan terus mengendarai mobilnya.


"Kalau loh gak mau berhenti dan biarin aku turun, aku lompat sekarang nih," ucap Lishi.


"Jangan gila Lishi," ucap Reyhan.


"Makanya gue minta stop Rey, loh mau bawa gue ke mana sih, apa mau loh sekarang," ucap Lishi menatap Reyhan denah tatap mata berkaca-kaca.


Reyhan menepikan mobilnya dan melihat Lishi, Reyhan membuka sabuk pengaman nya, lalu menyampin melihat ke arah Lishi.


"Gue suka sama loh, gue cinta sama loh," ucap Reyhan menatap Lishi dengan serius.


Lishi menatap Reyhan, air matanya mengalir begitu deras, hatinya sedih dan bahagia. Karena pria yang ia cintai juga mencintainya ternyata.


Reyhan mengusap air mata Lishi dengan lembut, membuat Lishi menutup kedua matanya.


"Jangan nangis lagi, maafkan aku karena sudah membuatmu terluka," ucap Reyhan.


"Hikzz,,," isak Lishi kembali membuka kedua matanya.


Reyhan membawa Lishi ke dalam dekapannya, mengusap punggung gadis itu dengan lembut.


Reyhan sangat menyesal karena kemarin sempat berburuk sangka pada gadis yang ia cintai itu.


Next...


Mampir yah di cerita baru ku, judulnya Bidadari Di Atas Awan.

__ADS_1


__ADS_2