
Angga akhirnya akan kembali ke Indonesia. Dengan berat hati harus berpisah dengan sang kekasih untuk sementara waktu.
Sedari tadi wajah Rara terlihat murung, karena akan berpisah dengan Angga, saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju bandara.
"Udah gak usah sedih gitu, ini ujian buat kalian berdua," ucap Reyhan.
"Nanti kan bakalan saling telponan, atau vidio call," ucap Reyhan lagi.
"Ih, kaka dari tadi cerewet banget deh, fokus nyetir aja kak," ucap Rara.
"Kaka kan cuma bilang aja dek," ucap Reyhan.
Angga hanya tersenyum mengusap kepala Rara dengan sayang, sejujurnya Angga juga tidak mau berpisah jauh dari sang pacar. Tapi mau gimana lagi, mereka harus bisa melalui semua ini.
"Kak, janji yah haru jaga mata sama hatinya," ucap Rara ke sekian kalinya.
"Iya sayang, kamu tenang saja, kaka bakalan jagain hati sama mata ini, cuma buat kamu seorang," ucap Angga.
"Lebay loh berdua, gak mikirin apa ada gue yang lagi nyetir," ucap Reyhan kesal.
"Makanya kak cari cewek dong, jangan jomblo terus," ucap Rara melihat sang kaka.
"Kamu kan tau sendiri dek, kalau kaka susah jatuh cinta," ucap Reyhan.
"Makanya belajar bro," ucap Angga.
"Malam gue belajar, biarin aja nanti juga kalau udah waktunya di pertemukan sama jodoh, gue langsung nikahin deh," ucap Reyhan.
"Itu baru kaka aku," ucap Rara.
Mama Lara dan papa Andi tidak mengantar Angga ke bandara, hanya Rara dan sang kaka yang pergi.
Mobil yang di kendarai oleh Reyhan memasuki parkiran bandara, kali ini Reyhan jadi sopir untuk sang sahabat dan sang adik.
Ketiganya lalu turun dari dalam mobil, Angga menarik koper miliknya sambil mengandeng mesra tangan sang kekasih.
"Yeh melow lagi," ucap Reyhan melihat sang adik.
"Udah gak usah nangis, kita pasti bisa lalui ini semua sayang," ucap Angga.
Rara hanya diam saja, tidak menjawab apa yang di katakan oleh Angga, Angga dan Reyhan tersenyum melihat Rara yang hanya diam saja.
"Atau mau ikut ke Indonesia?" tanya Angga.
"Aku kan lagi kuliah kak," ucap Rara.
__ADS_1
"Udah gak usah sedih yah, nanti cantiknya hilang lagi," ucap Angga.
Cukup lama mereka bertiga mengobrol di ruang tunggu, tak lama kemudian pengumuman sudah terdengar. Kalau pesawat tujuan Indonesia akan segera berangkat 10 menit lagi.
"Kaka pulang dulu yah, kamu baik-baik di sini, kuliah yang rajin," ucap Angga memeluk Rara dengan erat.
"Iya kak," ucap Rara membalas pelukan Angga dengan erat.
"Kaka pasti akan sangat merindukan kamu sayang," ucap Angga.
"Aku juga," ucap Rara sambil terisak.
"Senyum dong, kaka mau liat senyum pacar kaka sebelum pulang," ucap Angga.
Rara memaksakan tersenyum, walaupun ia saat ini sedang sedih, karena akan berpisah dengan sang kekasih.
"Bro, gue balik yah, titip calon istri gue yah, kalau dia kenapa-kenapa, loh berurusan sama gue," ucap Angga memeluk sang sahabat.
"Iya, tenang aja lagi, dia adik gue dan pasti bakalan selalu gue jagain," ucap Reyhan juga membalas pelukan sang sahabat.
"Kabarin gue yah, kalau udah sampai Indonesia," ucap Reyhan.
"Iya loh tenang aja," ucap Angga.
Angga melepaskan pelukannya dari Reyhan, lalu memeluk sang kekasih lagi. Setelah itu Angga pamit lagi, karena tak lama lagi pesawatnya akan segera berangkat.
"Aku janji kak, akan segera selesai kuliah aku dan kembali ke Indonesia," ucap Rara dalam hati.
"Dek, ayo kita pulang," ajak Reyhan.
"Iya kak," ucap Rara.
Kaka beradik itu pun kembali masuk ke dalam mobil, lalu mobil yang di kendarai oleh Reyhan pun keluar dari area bandara. Hening, tak seperti biasa mobil akan penuh dengan kecerewetan Rara, Reyhan pun hanya diam juga.
🍀🍀🍀🍀
Terlihat salah satu mobil saat ini sedang terparkir di depan kantor polisi polres kota, seorang gadis sedang celigak celinguk dari dalam mobil.
"Aduh, pak Ilham mana sih kok gak ada yah," ucap Feli seorang diri.
Pikkk....
Pikk...
Feli di kaget kan dengan bunyi klakson mobil dari arah belakang, Feli lalu melihat ke arah belakang. Tapi si yang punya mobil sudah turun dan mendekati mobil Feli.
__ADS_1
Tokk...
Tokk...
"Aduh, mati gue pak Ilham lagi, gue harus ngasi alasan apa yah, mana di depan kantor lagi," ucap Feli dalam hati.
Dengan pelan Feli menurunkan kaca mobil, dan melihat pria yang berseragam polisi di depannya.
"Eh, pagi pak," ucap Feli sambil tersenyum kikuk.
"Kamu gak baca itu," ucap Ilham menunjuk ke arah baliho kecil yang terdapat di pagar besi.
"Di larang parkir sembarangan di depan kantor, selain bisa menganggu kendaraan masuk, dan kendaraan yang melintas. Mohon untuk parkir di tempat yang sudah di siapkan.
Terimakasih," isi yang tertera di dalam baliho itu.
"Eh, iya pak maaf habis saya lagi buru-buru tadi ngangkat telpon dari klien saya," ucap Feli beralasan.
"Mbak, ini pak Ilham sudah datang, mbak lagi nyari pak Ilham kan," ucap.seorang anggota polisi yang baru saja lewat.
"Aduh, kenapa sih tuh polisi pake cara bilang segala, kalau udah gini kan berabe," ucap Feli dalam hati.
Sedangkan Ilhan mengernyit kening heran, mendengar apa yang di katakan oleh anggota yang barusan lewat itu. Ilham lalu mendekatkan wajahnya ke arah jendela mobil, membuat Feli salah tingkah dan menjauh kan wajahnya.
"Bapak mau ngapain?" tanya Feli gugup.
"Ngapain kamu nanyain saya sama anggota barusan?" tanya Ilham menatap Feli dengan serius.
"G-gak kok, tuh orang salah kali, ngapain juga saya nyariin bapak kaya gak punya kerjaan aja," ucap Feli menunduk.
Ilham tersenyum geli melihat tingkah mengemaskan gadis yang ada di depannya itu, sedangkan Feli masi menunduk karena ia begitu malu di liat dengan jarak dekat oleh Ilham.
"Gak nyariin saya, tapi kok mobil kamu bisa ada di sini sih, kan kendaraan kamu yang kena tilang sudah selesai di urus kemarin dulu," ucap Ilham lagi.
"A-aku cuma lewat aja kok," ucap Feli dengan berani menatap wajah Ilham.
Keduanya saling pandang cukup lama, lalu Feli dengan cepat membuang muka dan bersiap akan mengemudikan mobilnya.
"Saya harus pergi, maaf," ucap Feli tampa melihat Ilham.
Ilham tersenyum geli melihat mobil Feli yang pergi menjauh.
" Lucu dan menarik," ucap Ilham dalam hati, sambil tersenyum.
Ilham lalu kembali masuk ke dalam mobilnya, lalu masuk ke dalam area kantor dan memikirkan mobilnya di tempat yang biasa.
__ADS_1
Next...