Cinta Sejati Abdi Negara

Cinta Sejati Abdi Negara
Mengantar Rara Sekolah


__ADS_3

Dengan terpaksa Angga mengantar Rara ke sekolah terlebih dahulu karena permintaan sang mama.


"Tante, om, kak Alisa, kak Bayu, Rara pamit ke sekolah dulu yah, terimakasih sudah mengajak Rara sarapan pagi" ucap Rara sambil tersenyum.


"Iya sayang sama-sama" ucap mama Sofia.


"Iya Ra sama-sama, senang juga bisa kenal sama kamu, orangnya cerewet" ucap Alisa.


"Makasih kak" ucap Rara.


"Mau berangkat gak nih, kalau gak gue tinggal nih" ucap Angga dingin.


Membuat semau yang ada di sana melihat ke arah Angga, kemudian Rara mengikuti Angga dari belakang keluar dari rumah.


Rara memasukan motornya ke dalam garasi mobil, lalu masuk ke dalam mobil Angga. Mobil keluar dari halaman rumah besar Wilantara.


Rara melirik Angga yang sedang fokus mengemudi, tak ada obrolan di antara keduanya hanya ada hening.


"Bang Angga" panggil Rara, tapi yang di panggil hanya diam saja dan terus fokus melihat ke depan.


"Ish dingin banget sih" ucap Rara.


"Bang Angga dengar aku gak" ucap Rara lagi.


"Loh bisa diam gak, kalau gak gue turunin loh di sini ya" ucap Angga tetap fokus dengan menyetir.


Rara pun hanya diam, dan melihat ke luar jendela mobil, membuat Angga melirik sejenak gadis yang duduk si sampingnya saat ini.


"Loh sekolah di mana?" tanya Angga.


"Di SMA xx" ucap Rara cuek.


Angga pun kembali lagi fokus dengan menyetir, tak memperdulikan Rara yang hanya diam diam saja.


Tak berselang lama, mobil Angga memasuki gerbang sekolah Rara, tampa banyak berkata Rara langsung keluar dari mobil tampa mengucapkan terimakasih.


"Dasar gak tau terimakasih" ucap Angga.


"Makasih" ucap Angga dari jendela mobil, membuat Angga kaget dan melihat gadis itu melangkah pergi.


Membaut Angga menatap gadis itu dengan heran, lalu Angga tak memperdulikan Rara dan kembali Angga menjalankan mobilnya keluar dari gerbang sekolah Rara.


Angga melihat jam yang ada di pergelangan tangannya, 32 menit lagi jam tuju. Angga mengemudikan mobilnya ke kantor.


Rara Tiba di kelas dan melihat kedua temannya sudah datang terlebih dahulu. Rara langsung mendekat ke arah Amel.


"Rara udah datang" ucap Lia.

__ADS_1


"Eh nih muka kenapa kusut kaya baju belum di setrika" tanya Amel melihat Rara.


"Iya kenapa nih muka?" tanya Lia juga.


"Gue kesal sama bang Angga" ucap Rara dengan raut wajah kesal.


Membuat Lia dan Amel saling pandang, lalu melihat ke arah sang sahabat Rara.


"Kesal kenapa, emang pagi-pagi kamu udah ketemu bang Angga?" tanya Amel.


"Iya yang nganterin aku itu bang Angga" ucap Rara membaut Lia dan Amel kaget.


"Serius loh, kok bisa bang Angga yang nganter kamu Ra?" tanya Amel.


"Iya jadi tadi pagi itu aku ke rumah bang Angga, karena mama Sofia minta aku sarapan di sana jadi bang Angga yang nganter aku ke sekolah" ucap Rara melihat Lia dan Amel.


"Terus kenapa loh kesal, bukannya loh senang dong" ucap Amel.


"Iya gue kesal karena bang Angga gak mau ngomong sama gue" ucap Rara.


"Ya kan lih tau sendiri kalau bang Angga dinginnya kaya es batu" ucap Amel.


"Tapi mas iya gak bisa jawab gue manggil" ucap Rara.


"Udah deh mendingan loh nyerah deh, susah deketin bang Angga, masi banyak cowok-cowok di luar sana" ucap Amel lagi.


"Susah tau gak ngomong sama Rara Anatasya Johan" ucap Amel, membaut Lia tertawa melihat kedua sahabatnya itu.


"Ini lagi satu malah ketawa, emang ada yang lucu?" tanya Rara melihat Lia.


"Yah kalian berdua lah yang lucu, siapa lagi" ucap Lia di susah tawanya.


"Terus gue harus gimana nih" tanya Rara.


"Ya itu tadi, loh berhenti ngejar bang Angga" ucap Amel.


"Terus kalau bang Angga di deketin cewek lain gimana?" tanya Rara.


"Ya biarin aja, mungkin loh bukan jodohnya, dan kalau pin klian berdua berjodoh pasti bakalan di pertemukan kok, percaya deh sama gue" ucap Amel.


"Tuh dengar apa kata nyai Amel" ucap Lia sambil terkekeh geli.


"Nanti deh gue pikirin lagi" ucap Rara.


"Mikir aja terus loh" ucap Amel.


"Udah ayo kita keluar bel udah bunyi tuh" ajak Lia.

__ADS_1


Rara, Amel dan Lia pun keluar dari dalam kelas bersama murid-murid yang lain, seperti kegiatan baris-berbaris di lapangan sekolah setiap apel pagi.


☘☘☘☘


Mobil Angga tiba di kantor, Angga melihat mobil sang sahabat berada di parkiran dekat mobilnya yang barus saja tiba.


"Bilangnya gak mau masuk kantor" ucap Angga seorang diri, lalu Angga turun dari mobil.


"Pagi pak Angga" sapa anggota yang lain, Angga hanya merespon dengan anggukan kepa saja.


Angga masuk ke ruangannya, dan mendapati sang sahabat sudah berada di sana.


"Dari mana loh baru sampe?" tanya Ilham melihat jam yang melingkar di lengan kekarnya.


"Dari rumah terus nganter anak sekolah" ucap Angga duduk di kursi miliknya.


"Nganter anak sekolah, siapa?" tanya Ilham. karena ia tau Angga sudah tidak memilik adik selain Alisa.


"Si Rara" ucap Angga kesal.


"Rara, kok bisa?" tanya Ilham heran.


"Iya nyokap selalu ngundang dia ke rumah, sarapan makan siang, makan malam cuma tidur aja gak di ajak" ucap Angga.


Suara tawa terdengar sangat kuat dari Ilham, membaut Angga melihat Ilham dengan kesal dan tajam, bisa-bisanya sahabatnya itu menertawakan dirinya.


Tawa Ilham terhenti melihat tatapan tajam dari Angga.


"Sorry men, santai kita ngobrol lagi nih" ucap Ilham tersenyum geli.


"Itu tandanya nyokap loh sayang sama Rara bro" ucap Ilham, masi menyembunyikan sisa tawanya takut Angga menatapnya tajam lagi.


"Tapi gue gak suka sama dia" ucap Angga.


"Tapi gak ada salahnya juga kok, loh harus bisa lupain Sasmita yang udah jadi istri orang bro, loh buka hati loh buat cewek lain. Kalau kaya gini terus loh kapan bisa move on dari Sasmita" ucap Ilham mencoba menasehati Angga.


Angga mendengarkan apa yang di katakan oleh sang sahabat, yang di katalan Ilham ada benarnya juga, tapi hatinya sampai saat ini masi memikirkan Sasmita.


"Yee malah bengong, loh mau seumur hidup mikirin bini orang?" tanya Ilham melirik Angga.


"Yah gak lah, gila aja loh" ucap Angga.


"Ya udah, loh coba buka hati baut cewek lain mulai saat ini, apa loh mau gue cariin cewek?" Ilham melihat Ilham.


"Gak usah gue bisa sendiri" ucap Angga.


"Tapi Rara orangnya cantik juga kok" ucap Ilham.

__ADS_1


Membaut Angga menatap tajam Ilham, membuat Ilham tersenyum geli melihat wajah kesal Angga.


__ADS_2