
Ilham masuk sambil membawa kotak makan yang di berikan oleh Rara tadi, Ilham meletakan kotak makan itu di atas meja kerja Angga.
"Apa ini?" tanya Angga.
"Sarapan dari si Rara" ucap Ilham.
"Ambil buat loh aja, gue gak butuh" ucap Angga.
"Okelah makasih ya" ucap Ilham mengambil kotak makan itu lagi.
"Lumayan rezeki" ucap Ilham.
Ilham duduk di kursi dan langsung membuka kotak bekal yang di berikan oleh Rara, baru mencium aromanya saja sudah sangat menggugat selera.
Angga masi melihat reaksi sang sahabat yang akan bersiap memakan nasi goreng buatan Rara.
Ilham mulai memakan nasi goreng yang di kasih oleh Rara, Ilham hanya menyendok sedikit saja mencicipi terlebih dahulu, setelah merasakan nasi goreng nya sangat enak, Ilham langsung kembali memakan nasi goreng nya dengan lahap.
Membuat Angga mengernyit keningnya heran melihat sang sahabat yang memakan nasi goreng nya dengan lahap.
"Enak banget bro" ucap Ilham.
"Mungkin bukan masakannya, kemarin aja nasi goreng nya pedas banget" ucap Angga.
"Kalau besok-besok Rara mau kasih kamu sarapan lagi ambil aja" ucap Ilham.
"Kalau loh gak mau bisa kasih ke gue" ucap Ilham sambil mengunyah nasi goreng.
"Gak, gue udah bilang sama dia gak usah kasih gue nasi goreng lagi" ucap Angga.
"Gitu banget sih loh gak nerima rezeki" ucap Ilham.
"Jangan lupa di balikin itu tempat makan nya" ucap Angga.
"Kok gue sih kan dia ngasinya sama loh" ucap Ilham.
"Tapi loh yang makan, gue gak mau berurusan sama tuh cewek" ucap Angga.
"Iya-iya biar nanti gue yang balikin" ucap Ilham.
Ilham lalu menghabiskan satu kotak nasi goreng yang di bawa oleh Rara, setelah itu ilham membereskan kotak makan itu dan akan di berikan pada Rara.
☘☘☘☘
Rara, Lia dan Amel berjalan ke arah kantin, ketiga gadis itu selalu bersama kalau sedang berada di lingkungan sekolah.
"Ra, gimana loh jadi lagi gak nganter sarapan buat bang Angga" tanya Amel.
"Iya gue ke kantor bang Angga tadi, tapi dia gak mau ambil sarapan dari gue, ya gue kasih temannya aja" ucap Rara.
"Loh si di bilangin gak usah ngejar tuh es batu" ucap Amel.
__ADS_1
"Gak bisa Mel, gue akan terus semangat mengejar cinta bang Angga" ucap Rara dengan semangat.
"Serah loh deh, pusing juga gue" ucap Amel.
"Udah loh berdua berdebat mulu, ayo pesan aja" ucap Lia.
"Iya-iya gak sabaran banget sih neng" ucap Amel.
Rara memesan bakso, seperti biasa pesanan mereka bertiga selalu sama, begitu pun dengan minumnya.
"Guys gue angkat telpon dulu ya" ucap Amel.
"Siap, kak Rio?" tanya Lia.
"Iya" ucap Amel.
Amel pergi menjauh dari kedua sahabatnya, untuk menegangkan telpon dari Rio sang pacar. Sedangkan Rara dan Lia masi menunggu pesanan mereka.
Permisi kak, ini pesanan nya" ucap pelayan kantin.
"Iya kak makasih ya" ucap Rara.
"Sama-sama kak" ucap pelayan kantin, kemudian berlalu dari hadapan Rara dan Lia.
Sedangkan Amel masi bercerita di telpon bersama dengan Rio, di meja kanti Rara Dan Lia sudah menikmati makanan mereka.
"Si Amel ngomong apa sih, nih baksonya udah mau dingin" ucap Lia.
Tak lama kemudian Amel kembali ke meja di mana Rara dan Lia duduk.
"Sorry ya guys nunggu lama" ucap Amel.
"Ngomongin apa sih loh lama banget" tanya Rara.
"Ada deh kepo aja loh" ucap Amel sambil terkekeh geli.
"Hadeh," ucap Rara.
Amel juga menikmati bakso yang sudah tersedia di atas meja, ketiga gadis itu menikmati bakso sambil mengobrol.
☘☘☘☘
Pulang sekolah Rara mengendarai motornya dengan pelan di jalan Raya, saat ini jam sudah menunjukan pukul 2 siang.
Rara melihat ibu-ibu yang baru saja keserempet motor di dekat sebuah butik, motor itu langsung kabur dan tidak menolong ibu itu.
Dengan cepat Rara memikirkan motornya di pinggir jalan dan menolong ibu itu.
"Bu, ibu gak papa?" tanya Rara.
"Kaki ibu sakit nak, bisa tolong anter kan ibu ke rumah sakit terdekat saja nak" ucap ibu itu.
__ADS_1
"Ayo bu, tapi saya pake motor gak papa bu?" tanya Rara.
"Gak papa nak, kaki ibu udah sakit banget" ucap ibu itu melihat kakinya yang berdarah.
"Ayo ibu naik" ajak Rara dengan pelan.
Rara menolong ibu itu dan membawanya ke rumah sakit, karena kaki ibu itu juga mengeluarkan darah.
Sesampainya di rumah sakit Rara langsung membawa ibu itu masuk ke dalam, jadi bisa dengan cepat di tangani oleh dokter.
Rara yang yang sedang menunggu ibu itu di depan IGD pun di kaget kan dengan pria paru baya yang barus saja datang.
"Sus gimana keadaan istri saya" tanya pria itu yang baru saja sampai.
"Masi di tangani dokter pak, gadis ini yang membawa istri bapak kemari" ucap suster menunjuk ke arah Rara.
Pria itu lalu melihat Rara, dan Rara juga melihat pria itu, Rara baru ingat kalau pria itu adalah pemilik acara yang pernah di hadiri oleh papa dan juga mamanya.
"Nak, terimakasih sudah mau menolong istri saya" ucap pria itu yang tak lain adalah pak Lukman.
"Iya pak sama-sama, saya juga kebetulan lewat" ucap Rara.
Tak lama kemudian dokter keluar dar dalam IGD, dengan cepat papa Lukman mendekati dokter itu.
"Dokter bagaimana keadaan istri saya?" tanya pak Lukman.
"Istri bapak baik-baik saja, cuma luka sedikit di bagian kaki nya tapi sudah kami obati kok" ucap dokter.
"Apa saya bisa melihat istri saya dok?" tanya pak Lukman.
"Bisa pak, silahkan ibu juga meminta di panggilkan orang yang sudah menolongnya" ucap dokter.
"Baik dokter terimakasih" ucap pak Lukman.
"Ayo nak kita masuk" ajak pak Lukman masuk ke dalam IGD.
Rara ikut masuk kedalam IGD bersama dengan pak Lukman, Rara melihat ibu yang ia tolong sedang duduk di ranjang pasien.
"Ma, mama gak papa kan" tanya papa Lukman.
"Mama gak papa kok pa, untung aja ada gadis ini" ucap mama Sofia tersenyum melihat Rara.
"Makasih ya nak, nama kamu siapa?" tanya mama Sofia.
"Nama saya Rara tante" ucap Rara dengan sopan.
"Nama yang bagus" ucap mama Sofia.
Sedangkan di sisi lain, Angga yang mendapat telpon dari sang papa kalau mama nya mengalami kecelakaan pun langsung menuju rumah sakit yang di beri tahu oleh sang papa, Angga sangat menghawatirkan kondisi sang mama saat ini.
Next...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...