Cinta Sejati Abdi Negara

Cinta Sejati Abdi Negara
Undangan Dari Sasmita


__ADS_3

Rara dan kedua sahabatnya duduk di kantin, Amel dan Lia tak henti-hentinya bertanya pada Rara, sampai kenap ia telat tadi pagi.


"Ra, loh kok bisa telat sih?" tanya Lia.


"Iya gue bangun ke siangan, mana tadi kejebak macet lagi di jalan" ucap Rara.


"Kok bisa telat bangun biasanya kamu paling rajin bangun pagi?" tanya Amel.


"Ia semalam itu gue di ajak bokap sama nyokap buat kondangan" ucap Rara.


"Tumben loh mau ikut, biasanya loh paling malas di ajak kondangan" ucap Amel.


"Iya habis bokap sama nyokap gue maksa sih" ucap Rara.


"Pantas aja ya loh telat bangun" ucap Lia.


Tak lama kemudian pesanan bakso mereka datang, Rara pun langsung menyantap baksonya dalam keadaan masi panas-pans, membaut Amel dan Lia saling pandang. dan menggeleng kepala.


"Pelan-pelan kali Ra, loh gak liat tuh masi berasap-sapa" ucap Amel.


"Habis gue laper banget sih, tadi pagi gak sempat sarapan karena buru-buru" ucap Rara.


Lia dan Amel pun tak berkata lagi, hanya bisa menggeleng kapala melihat tingkah bar-bar sang sahabat.


"Eh loh berdua tau gak" ucap Rara.


"Tau apa?" tanya Lia dan Amel bersama.


"Semalam gue ketemu sama pak pol yang ganteng itu" ucap Rara dengan heboh.


"Maksud loh, polisi yang dingin itu?" tanya Amel.


"Iya" ucap Rara mengangguk.


"Kok bisa?" tanya Amel.


"Jadi semalam tuh dia juga ada di acara pernikahan anak dari sahabat bokap gue" ucap Rara.


"Terus?" tanya Lia.


"Semalam dia nabrak gue, tapi bukan nolongin gue malah pergi" ucap Rara kembali makan mie baksonya.


"Tapi jujur semalam itu di keren banget loh gak pake baju dinas" ucap Rara lagi.


"Loh beneran suka sama dia Ra?" tanya Lia.


"Ialah, loh berdua gak percaya, liat aja nanti gue bakalan bikin tuh polisi suka sama gue" ucap Rara dengan percaya diri.


"Halu loh, baru di lagi aja dingin gitu" ucap Amel.

__ADS_1


"Kita liat aja" ucap Rara.


"Loh tau gak namanya siapa?" tanya Lia.


"Tau lah, namanya pak Angga" ucap Rara.


"Kalau gitu semangat ya" ucap Amel.


"Pasti" ucap Rara.


"Gue pengen nambah nih laper banget" ucap Rara.


"Ya udah loh pesan lagi aja" ucap Lia.


Rara pun memanggil pelayan kantin, lulu memesan bakso satu mangkuk lagi karen ia benar-benar laper banget.


Ketiga sahabat itu menikmati bakso mereka di kantin sekolah, sesekali mereka bercanda bersama.


☘☘☘☘


Di sisi lain Angga dan Ilham juga anggota yang lain sedang berada di ruangan, Angga sedari tadi tak henti-hentinya bersin. Membuat Ilham dan yang lain melihat ke arah Angga.


"Loh kenapa sih gak, sakit?" tanya salah satu anggota polisi.


"Gak kok, cuma gak tau aja jadi bersin-bersin gini" ucap Angga.


"Kalau gak sakit berarti loh lagi di omongin orang bro" ucap Ilham.


"Benar men, atau jangan-jangan loh lagi di omongin sama tuh cewek semalam lagi" ucap Ilham.


Angga menatap sang sahabat dengan kesal, membuat Ilham tersenyum melihat wajah kesal Angga.


"Pak Angga ada tamu yang ingin bertemu bapak" ucap salah satu polwan.


"Siapa bu" tanya Ilham kepo.


"Saya juga tidak tau pak Ilham, orang nya sudah menunggu di depan" ucap polwan itu.


"Iya terimakasih" ucap Angga.


Setelah polwan itu berlalu, Angga pun beranjak berdiri ingin menemui tamu yang di katakan tadi.


Angga berjalan ke arah depan, Angga melihat punggung seorang wanita dari gaya rambutnya saja Angga sudah bisa menebak kalau siapa dia.


"Ekhemm,,, ada apa kesini?" tanya Angga langsung.


Orang itu pun berbalik, dan melihat Angga yang berdiri dengan jarak 2 meter darinya.


Yang datang menemui Angga adalah Sasmita, mantan pacar Angga yang akan segera menikah dengan pria lain.

__ADS_1


"Nga makasih ya kamu masi mau bertemu sama aku" ucap Sasmita tersenyum.


"Langsung aja ada perlu apa, saya lagi sibuk" ucap Angga dingin dan engan melihat gadis yang ada di depannya.


"Aku kesini pengen kasih kamu ini" ucap Sasmita menyerahkan kartu undangan.


Angga melihat kartu yang di sodorkan oleh mantan pacarnya itu, hati Angga terasa hancur berkeping-keping melihatnya.


"Aku harap kamu datang" ucap Sasmita.


"Kalau gak sibuk saya pasti datang" ucap Angga mengambil undangan itu.


"Makasih ya Nga, aku benar-benar minta maaf banget sama kamu" ucap Sasmita dengan raut rasa bersalah.


"Gak papa santai aja" ucap Angga masi tetap memasang wajah dingin.


Sasmita Tau kalau saat ini Angga masi kecewa padanya, tapi ia juga tak bisa berbuat apa-apa karena ini adalah permintaan kedua orang tuanya.


"Kalau gitu aku permisi dulu ya" ucap Sasmita berbalik dan langsung masuk kedalam mobil yang terparkir di halaman polres kota.


Angga melihat mobil itu sampai menghilang dari pandangan matanya, lalu Angga melihat undangan yang ada di tangannya.


"Kamu akan menjadi milik pria lain, aku gak tau apa aku bisa melupakan kamu atau gak" ucap Angga dalam hati melihat wajah Sasmita yang ada di kartu undangan.


Sasmita adalah cinta pertama Angga dari ia duduk di bangku SMA, mereka sempat menjalin hubungan selama hampir 4 tahun, tapi setahun lalu hubungan keduanya terpaksa harus putus karena Sasmita di jodohkan oleh kedua orang tuanya dengan pria lain, Angga pun tak bisa berbuat apa-apa selain merelakan sang pujaan hati untuk pria lain.


Angga kembali ke ruangan tadi sambil membawa undangan, Ilham yang duduk di kursi biasa melihat sesuatu yang di bawa oleh sang sahabat.


"Itu apa?" tanya Ilham.


"Undangan" ucap Angga meletakan undangan itu di atas meja.


Ilham mengambil undangan itu dan melihatnya, Ilham juga mengenali Sasmita karena mereka berteman dari SMA.


"Yang sabar ya, gue yakin loh bakalan nemu pengantin nya Sasmita kok" ucap Ilham.


"Gue gak tau apa gue bisa lupain dia tau gak" ucap Angga.


"Loh pasti bisa" ucap Ilham.


Angga dan Ilham lalu keluar dari ruangan itu, tujuan keduanya saat ini pergi ke kafe yang ada di depan kantor. Karena saat ini sudah jam makan siang.


"Pak Angga dan pak Ilham mau ke kafe ya" sapa anggota yang lain.


"Iya pak Sadam" ucap Ilham.


Sampai di kafe Ilham dan Angga duduk di salah satu meja, terlihat juga banyak anggota yang lain sedang makan siang di sana. Sambil menunggu pesanan mereka datang, Angga dan Ilham memainkan ponsel mereka masing-masing, tampa menghiraukan tatapan para polwan-polwan yang ada di setiap meja.


Next...

__ADS_1


***Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys....


Terimakasih***....


__ADS_2