Cinta Sejati Abdi Negara

Cinta Sejati Abdi Negara
Makan Malam Di Rumah Feli


__ADS_3

Angga saat ini sudah siap dengan style santai, kemeja puti di padukan dengan bawahan celana jeans navy, membuat penampilan Angga terlihat begitu keren.


Angga juga tidak lupa mengenakan jam tangan miliknya.


Angga membuang nafasnya dengan kasar, lalu mengambil kunci mobil dan juga ponsel miliknya, lalu Angga keluar dari kamar.


"Pa, ma, sudah siap?" tanya Angga menuruni anak tangga.


"Sudah sayang, ayo kita pergi sekarang," ajak mama Sofia.


"Ma, papa duduk di depan yah sama Angga," ucap papa Lukman.


"Iya pa, biar mama duduk di belakang saja," ucap mama Sofia.


Setelah kedua orang tuanya sudah masuk ke dalam mobil, Angga pun menyalakan mesin mobilnya dan keluar dari halaman rumah besar itu.


"Ngga, gimana kabar nya Rara?" tanya mama Sofia.


"Alhamdulillah baik ma, aku juga sering menanyakan kabar Rara pada Rey," ucap Angga fokus dengan menyetir.


"Mama kangen deh sama Rara, udah lama di pergi ke Itali," ucap mama Sofia.


"Nanti kan Rara kembali lagi ma, cuma pergi menimbah ilmu di sana," ucap papa Lukman.


"Yah-yah pokoknya mama puma mau Rara yang jadi mantu mama yah," ucap mama Sofia melirik sang putra.


"Nak, mama kamu ngasi kode tuh," ucap papa Lukman.


"Iya pa, aku tau kok, ma, mama yang sabar yah, Rara pasti bakalan jadi mantu mama," ucap Angga.


"Awas aja yah, mama tunggu loh," ucap mama Sofia.


"Pa, ini bukan alamatnya?" tanya Angga.


"Iya nak, ini rumahnya pak Surya, kamu bunyikan klakson saja, biar satpam dengar," ucap papa Lukman.


Dan benar saja, setelah Angga membunyikan klakson dua kali, pintu gerbang langsung di buka oleh pak satpam. Mobil yang di kemudikan oleh Angga masuk dan berhenti tepat di halaman yang sangat luas itu.


"Ini rumah nya pak Surya pa?" tanya mama Sofia.


"Iya mah, ayo kita turun," ucap papa Lukman.


Papa Lukman, mama Sofia dan juga Angga turun dari mobil, dan langsung di sambut rama oleh pak Surya sang istri dan juga putri mereka.


"Pak Lukman, selamat datang di rumah saya pak," ucap pak Surya berjabat tangan dengan pak Lukman.


"Terimakasih juga sudah mau mengundang kami kemari pak Surya, iya ini perkenalkan istri saya Sofia, dan ini pak Surya pasti sudah mengenali putra saya bukan," ucap pak Lukman sambil tersenyum.

__ADS_1


"Yah, Angga putra pak Lukman," ucap pak Surya sambil tersenyum.


"Saya juga mau memperkenalkan istri dan juga putri saya pak Lukman, ini Tere istri saya dan ini Feli putri saya satu-satunya," ucap pak Surya.


"Hallo jeng, hay Feli aduh cantik banget sih kamu," ucap mama Sofia dengan rama.


"Hay jeng," ucap mama Tere.


"Makasih tante, tante juga cantik," ucap Feli tersenyum manis.


"Angga, ayo kenalan sama Feli," ucap papa Lukman.


"Angga," ucap Angga.


"Feli," ucap Tania.


Keempat orang tua itu tersenyum melihat perkenalan anak mereka, lalu mereka pun di ajak masuk oleh pak Surya dan sang istri, Angga pun hanya ikut saja dari belakang.


"Karena ini sudah waktunya jam makan malam, kita langsung saja yah ke ruang makan, mumpung hidangannya masi anget," ucap mama Tere.


"Boleh," ucap mama Sofia.


Mereka pergi ke ruang makan, dan benar saja di sana semua menu sudah tertata dengan sangat rapi, mereka semua duduk di kursi dan Angga menempati kursi yang berdekatan dengan Feli.


"Ayo kita mulai makan malamnya, jangan malu-malu anggaplah rumah sendiri pak Lukman, mbak Sofia, Angga," ucap pak Surya.


Feli yang sedari tadi duduk di kursi dekat Angga hanya sibuk dengan ponsel miliknya, entah apa yang sedang di lakukan oleh gadis itu.


Dratt...


Dratt...


"Sayang, itu ponsel kamu yang getar?" tanya mama Tere.


"Hehehe, iya ma biasa si bawal nelpon," ucap Feli.


Mama Tere hanya menggeleng kepala saja, lalu Feli mengangkat vc dari sepupunya yang ia panggil bawel itu, dan tak lama kemudian wajah seorang gadis muncul di balik layar.


"Hay bawel, ada apa kamu nelpon, ganggu orang lagi makan saja," ucap Feli.


"Aku pengen ngomong sama tante Tere Fel," ucap seorang di balik telpon.


"Nanti gue telpon balik lagi aja yah, mama lagi ada tamu nih," ucap Feli.


Memutar ponselnya memperlihatkan mama Tere yang sedang menikmati makan malam, dan Feli kembali membalikkan ponsel miliknya, tapi tak sengaja wajah Angga yang duduk di dekat Feli kelihatan oleh sepupu Feli, dan membuat sepupu Feli itu kaget.


"Yah udah nanti gue telpon lagi yah Mel," ucap Feli tapi yang di panggil hanya bengong saja.

__ADS_1


"Mel, loh dengar gue gak sih," ucap Feli lagi.


"Eh, iya yah udah matiin saja," ucap sepupu Feli.


Setelah panggilan vc berakhir, Feli kembali melanjutkan makan malamnya, sedangkan Angga sudah selesai sedari tadi makan malamnya.


🍀🍀🍀🍀


Amel masih memikirkan apa yang ia liat barusan, dan ia gak salah liat kalau orang itu adalah Angga.


"Bang Angga ngapain yah di rumah nya Feli, kok mereka kaya dekat gitu duduknya di ruang makan," ucap Amel mondar mandir di kamar miliknya.


Drett...


Amel melihat ponselnya berbunyi, dan ternyata telpon dari sang sahabat dengan cepat Amel mengangkat telpon itu.


"Hallo, Ra loh apa kabar kok baru nelpon gue sekarang sih," ucap Amel.


"Sorry Mel, gue lagi sibuk," ucap Rara dari seberang sana.


"Iya-iya deh yang bakalan jadi desainer," ucap Amel.


"Hahaha, loh apaan sih Mel, eh loh lagi apa," tanya Rara.


"Gak sih, gak ngapa-ngapain cuma lagi di kamar aja," ucap Amel.


"Apa gue bilang aja kali yah ke Rara, soal apa yang gue liat tadi," ucap Amel dalam hati.


"Mel, loh dengerin gue ngomong gak sih, di tanyain kok diam saja," ucap Rara.


"Iya Ra sorry, ini gue lagi ngatur bantal iya ngatur bantal," ucap Amel.


"Ngatur bantal, loh udah mau tidur?" tanya Rara.


"Gak, belum kok. Ra, ada yabg mau gue bilang sama loh, tapi loh jangan nangis yah," ucap Amel.


"Apa, bilang aja lagi Mel," ucap Rara.


"Loh tau kan sepupu gue Feli," ucap Amel.


"Iya tau lah, kan kamu yang ngenalin ke kita dulu," ucap Rara.


"Tadi gue vc dia, pengen ngomong sama tante gue, tapi gue gak sengaja liat bang Angga lagi duduk di dekat Feli, sepertinya mereka lagi makan malam Ra," ucap Amel was-was takut Rara tersinggung.


"Ooh, yah bagus dong Ra, itu berarti bang Angga udah bahagia selama gue gak gangguin dia lagi," ucap Rara.


"*Bahagia gimana Ra, jelas-jelas bang Angga sedih banget waktu loh pergi ke Itali," ucap Amel dalam hati.

__ADS_1


Next*...


__ADS_2