
Angga dan Ilham tiba di tempat di mana Sasmita mengajak Angga bertemu, kedua pria yang berseragam polisi itu turun dari dalam mobil, dan masuk ke dalam kafe itu.
"Kita mau ketemu siapa sih?" tanya Ilham yang masi penasaran.
"Udah ikut aja, gak usah banyak tanya loh," ucap Angga.
"Yah elah, cuma nanya juga, sensi banget sih," ucap Ilham mengikuti Angga masuk kedalam kafe itu.
Setibanya di dalam, Angga mengedarkan pandangannya, dan melihat Sasmita duduk di salah satu meja. Angga langsung mendekati meja yang di duduki oleh Sasmita.
Ilham melihat seseorang yang duduk di salah sagu meja, Ilham lalu melihat Angga. Tapi Angga memili tak menghiraukan tatapan sang sahabat.
"Jadi Angga ngajak gue ke sini mau ketemu mantannya," ucap Ilham dalam hati.
Sasmita yang melihat Angga sudah datang terlihat begitu senang, tapi rasa senangnya itu mengurang setelah melihat ada Ilham juga.
"Angga, akhirnya kamu datang juga, makasih yah," ucap Sasmita.
"Langsung saja, kamu mau bilang apa?" ucap Angga dengan tegas dan dingin, sedangkan Ilham ikut duduk di dekat Angga.
"Kita pesan minum dulu yah, gak enak kalau ngobrol gak minum," ucap Sasmita.
Angga membiarkan Sasmita memesan minuman pada pelayan yang ia panggil, sedangkan Ilham hanya diam saja mendengar obrolan Angga dan Sasmita.
"Aku mau minta maaf sama kamu gak," ucap Sasmita dengan sedih.
"Minta maaf kenapa?" tanya Angga.
"Minta maaf karena aku udah ninggalin kamu dulu," ucap Sasmita.
"Gak usah di bahas, udah berlalu juga," ucap Angga masi dengan suara tegas.
"Suami gue selingkuh," ucap Sasmita.
Membuat Ilham dan Angga melihat itu saling pandang, tapi kedua pria itu memili diam dan mendengarkan cerita Sasmita lagi.
"Aku mergo kin suami aku ketemu sama wanita lain di salah satu apartemen," ucap Sasmita lagi.
"Mungkin kamu cuma salah liat, atau mungkin itu hanya temannya saja, jangan dulu berburuk sangka gak baik," ucap Angga masi dengan suara tegas.
"Gak Nga, aku liat sendiri dia bercumbu sama wanita itu," ucap Sasmita tersenyum kecut kalau mengingat semua itu.
"Aku gak tau mau cerita sama siapa lagi, di saat seperti ini aku hanya ingat kamu Nga," ucap Sasmita melihat Angga.
"Wah parah nih, jangan sampai Angga nanti dekat lagi sama Sasmita, bisa bahaya," ucap Ilham dalam hati, walaupun Ilham hanya diam saja, tapi ia mendengar semua percakapan sang sahabat sedari tadi.
"Lebih baik loh selesain masalah ini sama suami loh, gue cuma bisa kasih saran," ucap Angga.
"Angga bahkan udah manggil aku dengan sebutan loh, aku benar-benar nyesal udah ninggalin Angga dulu demi pria yang udah jadi suami gue sekarang," ucap Sasmita dalam hati sambil menatap Angga.
__ADS_1
"Iya Nga, aku udah lebih lega sekarang, karena aku bisa cerita sama kamu, makasih yah udah mau datang," ucap Sasmita sambil memaksa tersenyum.
"Iya sama-sama," ucap Angga.
Setelah tidak ada lagi yang mau di omongin, Angga dan Ilham pamit pulang. Karena saat ini jam sudah hampir mau magrib.
"Kenapa sih loh gak bilang kalau mau ketemu mantan," ucap Ilham saat keduanya berjalan keluar dari kafe itu.
"Ngapain gue harus bilang sama loh, emang loh pak kapolres," ucap Angga cuek.
"Ck, loh in... dukk," ucapan Ilham terhenti, karena seseorang menabraknya.
"Punya mata gak sih, jalan main nyosor aja," ucap Ilham dengan kesel.
"Maaf aku gak seng..." ucapan seseorang yang menabrak Ilham terhenti, saat melihat siapa pria yang ia tabrak itu.
"Kamu, kamu jalan gak pake mata yah?" tanya Ilham.
"Maaf aku gak sengaja, aku lagi buru-buru," ucap wanita itu yang ternyata adalah Feli.
"Feli," panggil seseorang.
Feli melihat ke asal suara, dan bertapa kaget nya Feli melihat siapa yang memanggilnya.
"Papa, kok papa ada di sini sih, sama siapa?" tanya Feli.
"Oh, jadi ini pacar kamu yang polisi itu yah, kok gak di kenalin sama papa sih," ucap pak Surya, membuat Ilham kaget mendengar apa yang di katakan oleh pria paru baya itu.
"Hallo anak muda, kenalin saya Surya papa nya Feli, Feli sering cerita loh sama saya tentang kamu," ucap pak Surya sambil tersenyum.
Ilham mengernyit kening heran mendengar perkataan pak Surya, lalu Ilham melihat ke arah Feli yang hanya menunduk menahan malu saat ini.
"Hallo om, jadi om calon mertua aku dong," ucap Ilham tersenyum.
"Yah bisa di bilang begitu lah," ucap pak Surya sambil tersenyum juga.
Feli mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Ilham, sedangkan Ilham tersenyum misterius melihat Feli.
"Pak Surya," ucap Angga.
"Eh, nak Angga, apa kabar?" tanya pak Surya berjabat tangan dengan Angga.
"Baik pak, kalau bapak sendiri apa kabar?" tanya Angga balik.
"Sama nak, baik juga," ucap pak Surya.
"Feli, kamu kenal Ilham?" tanya Angga.
"Iya nak Angga, nak Ilham ini pacarnya Feli," ucap pak Surya.
__ADS_1
Angga melihat Ilham kaget, kok ia gak tau yah. Angga hanya tersenyum lalu kembali mengobrol lagi dengan pak Surya.
🍀🍀🍀🍀
Italia...
Rara sedang menunggu balasan chet dari Angga, tapi udah mau dua jam menunggu, Angga belum juga menjawab chet nya.
"Kak Angga ke mana sih, kok udah gak jawab chet aku, kan di indo sekarang jam 6 sore," ucap Rara seorang diri.
Rara memilih keluar dari kamar, lulu masuk ke dalam kamar sang kaka. Rara melihat sang kaka sedang mengetik sesuatu di lap top.
"Dek, kenapa?" tanya Reyhan.
"Kaka lagi ngapain?" tanya Rara.
"Ini lagi ngetik sesuatu aja, kok belum tidur?" tanya Reyhan.
"Aku belum ngantuk kak," ucap Rara.
"Kak, kaka lagi chetan sama kak Angga gak?" tanya Rara.
Reyhan melihat ke arah sang adik, Reyhan tau pasti Angga belum membalas pesan Rara, karena Angga tadi mengirim chet pada nya, kalau dia ingin bertemu dengan Sasmita. Tapi akan di temani oleh Ilham.
"Pesan kaka juga belum di balas, mungkin lagi di jalan pulang dek," ucap Reyhan.
"Tapi biasanya kak Angga gak gitu kok," ucap Rara.
"Udah kangen banget yah," ucap Reyhan meledek sang adik.
"Gak juga kok," ucap Rara cemberut.
"Udah jangan cemberut gitu, tunggu aja nanti juga di bales," ucap Reyhan sambil tersenyum.
Rara membuang nafasnya dengan kasar, lalu berbaring di ranjang milik sang kaka, sambil melihat layar ponselnya yang terdapat foto mereka saat pergi ke suatu tempat di Italia.
🍀🍀🍀🍀
Angga dan Ilham saat ini sudah berada di mobil dalam perjalanan pulang, Angga melihat Ilham yang hanya diam saja.
"Loh serius pacaran sama Feli?" tanya Angga.
"Kepo," ucap Ilham.
"Gak kepo, cuma kaget aja kok bisa si Feli suka sama loh," ucap Angga sambil tersenyum.
"Loh pikir gue gak ganteng, loh belum tau aja cewek-cewek gak bisa tidur kalau habis ketemu gue," ucap Ilham dengan bangga.
"Gaya loh," ucap Angga.
__ADS_1
Mobil melaju dijalan raya, Angga sudah gak sabar ingin cepat-cepat sampai di rumah. Karena Angga sudah sangat merindukan sang kekasih, padahal tadi seharian di kantor sudah chetan.
Next...