
Papa Andi dan mama Lara keluar dari kamar dengan mengenakan pakaian rapi, mama Lara terlihat begitu cantik dengan dres berwarna maroon.
"Ma, Rara mana kok belum ada sih" tanya papa Andi.
"Masih di kamar kali pa" ucap mama Lara.
"Rara sayang ayo dong cepat sedikit nanti kita telat loh" panggil mama Lara dari lantai bawa.
Di dalam kamarnya Rara kembali melihat penampilan nya di depan cermin, lalu ia dengan pecat mengambil tas dan juga ponsel miliknya di atas ranjang, kemudian Rara keluar dari kamar.
"Iya ma ini Rara udah mau turun kok" ucap Rara menuruni tangga.
Rara mengenakan dres yang hampir sama dengan sang mama, hanya saja berbeda warna.
"Anak mama cantik banget sih" ucap mama Lara.
"Makasih ma" jawab Rara.
"Ayo kita berangkat sekarang" ajak Papa Andi.
Papa Andi, Mama Lara dan Rara keluar rumah, dan langsung masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di halaman depan. Kemudian mobil pun keluar dari halaman rumah besar Johan.
"Pa, anak nya pak Lukman dan jeng Sofia nikah sama dokter juga ya?" tanya mama Lara.
"Iya ma, menantunya pak Lukman dokter" ucap papa Andi.
"Setau mama anaknya pak Lukman sama bu Sofia ada yang cowok juga deh pa" ucap mama Lara lagi.
"Iya ma, anaknya pak Lukman itu yang tua cowok yang sekarang berprofesi sebagai polisi, tapi papa belum pernah ketemu karena kata pak Lukman, anak laki-laki nya itu tinggal di aspol selama bertugas menjadi polisi, hanya sesekali pulang ke rumah kalau lagi ada acara penting saja" ucap papa Andi panjang lebar.
"Yang satu dokter, yang satu polisi keren ya" ucap mama Lara.
Rara yang sedang duduk di kursi belakang hanya menjadi pendengar saja, sambil sesekali berbalas pesan dengan kedua sahabatnya.
☘☘☘☘
Suasana Ballroom hotel terlihat begitu megah dan para tamu undangan sudah mulai berdatangan, Bayu dan Alisa bak Raja dan Ratu di atas pelaminan yang di hias sebagus mungkin.
Angga duduk di salah satu meja bersama para sahabatnya yang sesama anggota polisi, Angga hanya mengundang beberapa teman saja termaksud Ilham.
"Patah hati gua bro" ucap Ilham melihat Angga.
"Patah hati kenapa?" tanya Angga.
"Alisa udah jadi istri orang sekarang" ucap Ilham memasang wajah sedih.
"Adek gue sukanya sama dokter bukan sama polisi" ucap Angga.
__ADS_1
Membuat teman mereka yang duduk di meja itu tertawa melihat Ilham, yang melotot melihat Angga.
"Gak asik loh jadi teman" ucap Ilham kesal.
Mobil papa Andi tiba di lobby hotel, masi terlihat banyak tamu-tamu yang mulai berdatangan dari luar hotel.
"Ayo ma, sayang kita turun" ajak papa Andi.
Rara ikut turun bersama kedua orang tuanya, lalu mereka bertiga masuk ke dalam, papa Andi mengajak sang istri dan putri mereka untuk memberi selamat pada kedua pengantin baru itu.
"Pak Lukman selamat atas pernikahan akan kedua bapak" ucap pak Andi.
"Terimakasih pak Andi sudah mau berkesempatan mau hadir" ucap pak Lukman.
"Sama-sama pak Lukman" ucap pak Andi.
"Jeng, selamat ya atas pernikahan putri jeng" ucap mama Lara.
"Makasih loh jeng Lara udah mau datang" ucap mama Sofia.
"Sama-sama jeng" ucap mama Lara.
"Ini putri jeng Lara?" tanya mama Sofia melihat ke arah Rara.
"Iya jeng putri kedua saya baru kelas tiga SMA" ucap mam Lara.
"Cantik seperti jeng Lara" puji mama Sofia.
"Rara tante" ucap Rara memperkenalkan diri.
Lalu bergantian memberi selamat pada kedua mempelai pengantin, karena masi banyak tamu yang lain yang mengantri di belakang.
"Selamat ya sayang" ucap mama Lara pada Alisa.
"Makasih ya tan" ucap Alisa.
Lalu bergantian menyalami kedua orang tua Bayu, setelah itu papa Andi dan mama Lara juga Rara duduk di salah satu meja yang masi kosong.
Tampa di sadari sedari tadi ada seseorang yang mengamati keluarga itu, dari mulai naik pelaminan sampai duduk di salah satu meja, orang itu adalah Angga, yang tak sengaja melihat Rara.
Ilham yang duduk di dekat Angga mengikuti arah pandang sang sahabat yang sedari tadi melihat ke salah satu meja.
"Itu kan cewek yang waktu itu motornya kena tilang, apa Angga suka ya sama dia" ucap Ilham dalam hati.
"Bro gue ke toilet bentar ya" ucap Angga yang mendapat anggukan kepala dari para sahabatnya.
"Ma, pa, Rara kebelet nih ke kamar mandi dulu ya" ucap Rara.
__ADS_1
"Mau mama temani gak?" tanya mama Lara.
"Gak usah mama di sini aja sama papa" ucap Rara beranjak dari kursinya.
Rara pergi ke toilet khusus wanita, Angga yang baru saja keluar dari toilet pria tak sengaja menabrak seseorang karena ia sedang fokus merapikan kembali legan kemejanya.
Dukk...
"Auuhh sakittt" adu Rara karena saat ini bokongnya mencium lantai.
Rara melihat ke arah si penabrak, sebaliknya dengan Angga melihat ke arah seseorang yang ter duduk di lantai.
"Kamu kalau jalan liat-liat dong" ucap Rara.
"Loh aja yang buru-buru" ucap Angga berlalu begitu saja.
Membuat Rara menatap pria itu tak percaya, dengan cepat Rara berdiri dan mengejar Angga. Gadis itu tak jadi ke toilet.
"Hey berhenti" teriak Rara.
Tapi Angga tak menghiraukan teriakan gadis itu, Angga mala terus berjalan sambil merapikan kembali legan kemejanya.
Dukk...
Sesuatu menipuk belakang Angga, membuat pria itu berbalik dan melihat heels tergeletak di lantai, lalu pandangan Angga tertuju pada gadis yang berdiri tak jauh darinya.
Rara dengan cepat berjalan ke arah Angga dan satu kakinya tak memakai heels.
"Ngapain loh nipuk belakang gue pake heels?" tanya Angga dingin.
"Lagian loh udah bikin gue jatuh, bukan bantuin mala pergi" ucap Rara balas menatap Angga.
"Ngapain di bantu kalau bisa berdiri sendiri" ucap Angga dingin.
"Dasar es batu, tapi ganteng juga sih kalau lagi dingin-dingin gini" ucap Rara sambil tersenyum jahil.
Membuat Angga menatap Rara dengan tajam, tapi hal itu tak membuat Rara takut malahan itu terlihat lucu buat Rara.
"Dasar cewek aneh" ucap Angga berbalik meninggalkan Rara.
Sedangkan Rara hanya menatap punggung itu sampai menghilang dari pandangan matanya.
"Liat aja aku akan bikin tuh si es batu meleleh, jangan panggil gue Rara kalau gak bisa bikin es batu mencair" ucap Rara dalam hati nya.
Rara lalu mengambil heels miliknya dan memakainya kembali, sambil mengomel Rara memakai heels nya, heels yang sudah mengenai punggung Angga barusan.
***Next...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys....
Terimakasih***....