Cinta Sejati Abdi Negara

Cinta Sejati Abdi Negara
Mengobrol Berdua


__ADS_3

Angga masuk ke dalam rumah, samar-samar Angga mendengar obrolan sang mama dengan Rara di ruang tamu.


Angga yang hendak berjalan melewati ruang tamu, langsung saja di panggil oleh sang mama untuk mendekat.


"Sayang kamu udah pulang sini, ada nak Rara nih)" ucap mama Sofia memanggil sang putra.


"Ma, Angga ke kamar dulu ya" ucap Angga mencari alasan agar bisa menjauh dari gadis itu.


"Sayang gak boleh gitu dong, kasian nak Rara udah main ke sini loh" ucap mama Sofia melihat sang putra dengan tatapan memohon.


Angga menghela nafas kasar, kalau sudah melihat sang mama seperti itu Angga tak bisa menolak lagi, Angga duduk bersama Rara dan mama Sofia.


Angga melihat Rara yang sedari hanya menunduk karena malu, mungkin saja Rara malu mengingat kejadian semalam.


Mama Sofia melirik sang putra yang sedari tadi melihat rara yang sedang menunduk malu, senyum terbit di bibir mama Sofia melihat keduanya.


"Sayang temanin nak Rara bentar ya, mama mau liat kalau makan siang sudah siap apa belum" ucap mama Sofia mencari alasan agar bisa membuat kedua mengobrol.


"Tapi Angga mau ke kamar dulu ma" ucap Angga.


"Cuma bentar kok sayang ya" ucap mama Sofia.


Mama Sofia beranjak dari duduk, mama Sofia pergi ke dapur meninggalkan Angga dan Rara di ruang tengah.


"Bang Angga soal semalam eemmm" Rara bingung mau mulai dari mana mau ngomong.


"Gak usah di bahas, lagian saya gak pernah suka sama kamu" ucap Angga dingin.


"Tapi Rara serius bang, Rara beneran suka sama bang Angga" ucap Rara melihat Angga.


"Sekolah aja yang benar, sekolah belum selesai udah mau pacaran" ucap Angga menatap sinis Rara.


"Aku akan buktiin sama bang Angga kalau aku bisa bikin bang Angga suka sama aku" ucap Rara dengan sungguh-sungguh.


"Coba aja kalau bisa, sampai kapanpun gak akan pernah bisa" ucap Angga.


"Lebih baik kamu nyerah aja sebelum sakit nanti" ucap Angga lagi.


Rara lulu diam tak mengatakan apapun lagi, karena mama Sofia juga sudah datang dan memanggil mereka untuk makan saing.


"Sayang, ayo kita makan siang sudah siap" ajak mama Sofia.


"Iya tante" ucap Rara.


Rara mengikuti mama Sofia ke ruang makan, sedangkan Angga nanti menyusul di belakang keduanya, karena Angga sangat tidak ingin dekat dengan gadis itu.


"Ayo sayang silahkan duduk" ucap mama Sofia.

__ADS_1


"Makasih ya tante" ucap Rara.


Angga duduk di kursi yang cukup jauh dari Rara dan mama Sofia, Angga juga makan dalam diam tidak ikut mengobrol dengan mama Sofia dan gadis bar-bar itu.


"Bang Angga mau aku ambilkan ini gak?" tawar Rara menunjuk ikan bakar kesukaan Angga.


"Gak usah, saya udah kenyang" ucap Angga dingin.


Mama Sofia hanya menggeleng kepala melihat sikap dingin putranya itu, semenjak putus dari Sasmita, Angga berubah menjadi pria dingin kalau berbicara dengan orang lain, apa lagi orang yang baru ia kenal.


Rara kembali memakan makannya yang masi tersisa di piring makannya.


Selesai menghabiskan makan siangnya, Angga langsung pamit ke kamar karena ia juga harus menganti seragam dinasnya dengan baju rumah.


Sedangkan mama Sofia dan Rara kembali lagi ke ruang tamu, keduanya mengobrol di sana seperti biasa, sedangkan Angga sampai sekarang belum juga kembali dari kamar.


☘☘☘☘


Rara pulang dengan di antar pak sopir mama Sofia, karana Angga tak kunjung turun ke lantai bawa, mungkin pria itu tau kalau sang mama nanti akan memintanya mengantarkan gadis itu.


"Makasih ya pak" ucap Rara turun dari mobil.


"Iya neng sama-sama" ucap pak sopir.


Rara masuk ke dalam rumah, sedangkan pak sopir kembali keluar dari gerbang rumah Rara. Rara masuk ke dalam rumah dan melihat mama dan sang kaka sedang mengobrol di ruang tengah.


"Assalamualaikum ma, kak" ucap Rara menyalami punggung tangan mama Lara dan kak Reyhan.


"Iya ma, tadi ngobrol lama sama tante Sofia" ucap Rara duduk di dekat sang mama.


"Ini apa ma?" tanya Rara melihat paper bang di atas meja kaca.


"Jas kaka kamu sayang" ucap mama Lara.


"Jas, jas buat apa?" tanya Rara melihat sang kaka.


"Kaka kamu dapat undangan dari teman SMA nya yang mau nikah" ucap mama Rara.


"Ooh, kiraiin kaka mau ke mana" ucap Rara.


"Ya udah ma, kak aku ke kamar dulu ya mau mandi gerah nih" ucap Rara berdiri dari duduknya.


"Iya sayang" ucap mama Lara.


Rara naik ke lantai dua di mana kamarnya berada, Rara masuk ke dalam kamar lalu menghempaskan diri di atas ranjang.


"Bang Angga, bang Angga susah banget sih bikin bang Angga suka sama Rara" ucap Rara seorang diri sambil melihat langit-langit kamarnya.

__ADS_1


Rara lalu tertidur dengan mengunakan seragam sekolah, mungkin gadis itu kecapean.


☘☘☘☘


Mobil Ilham tiba di depan rumah Angga, Ilham turun dari dalam mobil dan langsung masuk ke dalam rumah besar itu.


"Assalamualaikum tan, om" ucap Ilham tiba di dalam rumah.


"Waalayikumsalam Ham" ucap mama Sofia.


"Angga di kamar tan?" tanya Ilham.


"Iya Ham, kamu ke kamar aja" ucap mama Sofia.


Ilham langsung naik ke lantai atas di maan kamar Angga berada, tampa mengetuk pintu Ilham langsung masuk ke dalam kamar Angga.


Ilham sudah rapi dengan setelan jas, Ilham juga melihat Angga sudah siap dengan setelan jas nya.


"Udah siap Bro?" tanya Ilham.


"Iya, loh baru datang?" tanya Angga melihat sang sahabat.


"Iya baru aja" ucap Ilham duduk di ranjang king size milik Angga.


Sedangkan Angga sedang menyisir rambutnya di depan cermin besar, malam ini ia dan Ilham akan menghadiri acara pernikahan Sasmita.


"Nga, loh gak bawa kado buat Sasmita?" tanya Ilham melihat ke arah Angga.


"Gak, ngapain juga bawa kado" ucap Angga cuek.


"Ya ela loh tuh ya" ucap Ilham.


Setelah melihat penampilan nya sudah rapi dan pas, Angga mengajak Ilham segera pergi ke tempat acara.


Angga dan Ilham turun ke lantai bawa, melihat mama Sofia dan papa Lukman sedang berada di ruang tengah.


"Ma, pa kita pamit ya" ucap Angga.


"Iya sayang, kamu gak papa kak?" tanya papa Lukman pada sang putra.


"Angga gak papa kok pa" ucap Angga melihat kedua orang guanya.


"Kalian hati-hati ya sayang" ucap mama Sofia.


"Iya ma, kalau gitu kita pamit dulu ya ma, pa" ucap Angga.


"Om, tan kita pamit ya" ucap Ilham.

__ADS_1


Setelah itu Angga dan Ilham keluar daru rumah besar itu, Angga dan Ilham masuk kedalam mobil Ilham, karan Angga tidak membawa mobil.


Next...


__ADS_2