
Angga terlihat membujuk Rara yang sedang merajuk, Angga merasa gemes sendiri melihat wajah calon istrinya itu. Apa lagi kalau Rara sedang ngambek seperti sekarang ini.
"Sayang udah yah, jangan marah lagi, kan aku udah jelasin semuanya tadi, aku juga perginya di temanin sama Ilham," ucap Angga.
"Tapi yang kaka temui itu adalah mantannya kaka, jelas dong kalau aku cemburu," ucap Rara masi memasang wajah jutek nya.
"Iya deh, ia maaf sekali lagi yah," ucap Angga.
"Iya aku maafin, tapi kaka jangan dekat-dekat dengan dia, ajak kak Ilham kalau dia pengen ketemu dan minta bantuan kaka," ucap Rara.
"Oke siap nyonya Wilantara," ucap Angga sambil tersenyum.
"Papa sama mama belum pulang yah?" tanya Angga.
"Minggu depan kak," ucap Rara.
Hanya telponan, chetan dan vidio call yang bisa Angga dan Rara lakukan, karena mereka saat ini sedang berjauhan.
Tapi tidak membuat keduanya bosan, malahan mereka memiliki keseruan sendiri, saling bercanda, saling menggoda dan tertawa bersama. Walaupun hanya lewat vidio call saja.
Selesai berkomunikasi dengan Rara, Angga meletakan ponselnya di atas ranjang. Lalu Angga masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, karena setelah tiba di rumah, Angga langsung menelpon sang calon istri Rara.
Sambil bernyanyi Angga menghidupkan kran Shower, Angga mengguyurkan seluruh badannya.
Selesai mandi Angga keluar dari kamar mandi dengan mengunakan handuk yang melingkar di pinggang rampingnya.
Angga pergi ke arah lemari pakaian, untuk mengambil baju yang akan ia kenakan.
Ting...
Angga mengambil ponselnya yang baru saja berbunyi, pertanda kalau chet masuk.
"Nga, kamu bisa kan bantuin aku, aku ingin berpisah dari suamiku, aku gak tahan di selingkuhi," isi pesan yang baru masuk, yang ternyata dari Sasmita.
Angga meletakan ponselnya di atas ranjang lagi, setelah menghapus pesan yang baru saja masuk. Angga tidak mau terlalu dekat dengan Sasmita, Angga harus menjaga perasaan calon istrinya yang jauh di sana.
Angga keluar dari kamar dan turun ke lantai bawa, mama Sofia terlihat sedang menemani sang suami bersantai di ruang keluarga.
"Sayang sini, gimana kerjaan kamu hari ini di kantor," tanya mama Sofia.
"Baik ma, cuma Angga harus mengurus beberapa kasus aja," ucap Angga duduk di sofa yang ada di depan kedua orang tuanya.
"Nak, besok kita ada meeting, kamu bisa kan datang ke kantor," ucap papa Lukman.
"Bisa kok pa, nanti Angga luangkan waktu datang ke kantor," ucap Angga.
Meskipun seorang anggota polisi, tapi Angga juga mengerti soal pekerjaan kantor sekarang.
Setelah menikah dengan Rara nanti, Angga akan mengundurkan diri dari anggota kepolisian, Angga akan fokus di perusahaan milik keluarga nya saja. Dan menjadi kepala rumah tangga yang baik untuk istri dan anak-anak mereka nanti.
****
Ilham mengendarai mobilnya di jalan raya yang lumayan sepi, karena saat ini jam sudah menunjukan pukul 12 malam.
Ilham baru saja pulang dari kafe tempatnya dan teman-teman nongkrong. Hanya Angga saja yang tidak ikut.
Ilham melihat seorang gadis sedang memperbaiki mobilnya yang sedang mogok di pinggir jalan, Ilham bisa mengenali siapa gadis itu.
"Itu kan Feli, mobilnya kenapa tuh," ucap Ilham dalam hati.
Ilham memberhentikan mobilnya di, membuat Feli merasa silau dengan lampu mobil yang baru saja berhenti itu. Ilham turun dari dalam mobil dan langsung mendekati Feli.
"Mobil kamu kenapa?" tanya Ilham.
"Mogok, tiba-tiba mati aja," ucap Feli.
"Kenapa gak naik taksi aja sih, bahaya udah malam-malam gini sendirian di jalan," ucap Ilham.
"Tadinya gitu, tapi aku dari tadi nunggu taksi gak ada yang lewat, mau nelpon ke rumah juga hp aku mati," ucap Feli.
"Terus itu kamu lagi ngapain?" tanya Ilham melihat tangan Feli sedang mengutak atik kabel mobil.
"Yah di pegang-pegang aja, siapa tau nyala kan mobilnya," ucap Feli.
"Minggir, biar aku saja yang liat," ucap Ilham.
Feli pun mundur dan membiarkan Ilham yang sedang mengutak atik, Ilham lalu berbalik melihat Feli.
"Mobil kamu gak bisa nyala, nanti minta orang bengkel saja yang ambil ke sini, sepertinya mobil kamu perlu si servis," ucap Ilham melihat Feli.
"Terus aku pulangnya gimana dong," ucap Feli.
"Ayo aku anter aja," ucap Ilham.
"Ayo, mau gak aku anter," ucap Ilham lagi, karena melihat Feli hanya diam saja.
"Iya-iya, aku ambil tas duku dalam mobil," ucap Feli.
"Cepat, aku tunggu di mobil," ucap Ilham.
Feli dengan cepat mengambil tasnya di dalam mobil, lalu masuk ke dalam mobil milik Ilham.
Di dalam mobil tak ada obrolan, hanya ada keheningan saja. Feli melihat tangannya yang kotor, karena habis memegang kabel mobil tadi.
Ilham bisa melihat kalau Feli sedang tidak nyaman dengan tangan nya yang kotor itu, Ilham mengambil tisu basa yang ada di jok mobil dan memberikan pada Feli.
Feli melihat Ilham dan mengambil tisu itu, Feli membersihkan tangannya. Sesekali Ilham melirik ke arah Feli yang sedang serius membersihkan tangannya itu.
"Rumah loh di mana?" tanya Ilham tapi masi fokus menyetir.
"Di komplek perumahan xx," ucap Feli masi membersihkan tangannya.
__ADS_1
Ilham melihat ke arah Feli, membuat Feli mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Ilham.
"Kenapa?" tanya Feli.
"Rumah loh di komplek perumahan xx?" tanya Ilham lagi.
"Iya, nomor 7A," ucap Feli.
"Kok gue gak tau sih, kalau rumah di tetangga sama rumah gue, di nomor 7A sedangkan rumah gue 7B," ucap Ilham dalam hati.
Tak lama kemudian mobil berhenti di depan gerbang rumah besar, Ilham melihat ke luar sana rumah sudah sepi karena sekarang jam sudah menunjukan pukul setengah 1 malam.
"Makasih yah atas tumpangannya, maaf kalau aku udah ngerepotin kamu," ucap Feli.
"Iya," ucap Ilham.
Feli turun dari mobil, dan berjalan ke arah pagar besi. Feli memanggil pak satpam yang sedang berjaga di pos.
"Eh non Feli, sebentar non bapak buka dulu gerbangnya," ucap pak satpam.
Setelah melihat Feli masuk, Ilham pun menjalankan mobilnya dengan pelan dan berbelok ke arah pintu gerbang rumah sebelah.
Ilham baru tau kalau Feli adalah tentangnya sebelah rumahnya, Feli memang jarang tinggal di rumah, karena Feli sering tinggal di apartemen miliknya.
****
"Gue harus bisa ngerebut hati Angga lagi, gue gak mau Angga sampai jatuh ke pelukan wanita lain," ucap Sasmita dalam hati.
Sasmita akan berpisah dengan suaminya yang sekarang, ada alasan buat Sasmita untuk meninggalkan suaminya karena sudah berselingkuh dengan wanita lain.
Clekk...
Sasmita melihat ke arah pintu yang baru saja terbuka, sang suami masuk dan langsung melihat Sasmita yang sedang duduk di meja rias.
"Sayang, kau belum tidur ini sudah larut malam," ucap suami Sasmita.
"Bukan urusan kamu, dari mana saja kamu baru pulang jam segini? Mau alasan lembur lagi sama aku ha," ucap Sasmita dengan marah.
"Sayang aku bisa jelasin sama kamu," ucap sang suami.
"Cukup, aku gak mau dengar apa-apa lagi dari kamu, aku mau kita berpisah saja, biar kamu bebas sama selingkuhan kamu itu," ucap Sasmita.
"Apa, kamu jangan ngomong seenaknya yah," ucap sang suami.
"Kenapa, jelas-jelas kamu udah selingkuh di depan mata aku," ucap Sasmita.
Suami Sasmita hanya menghela nafas dengan kasar, lalu pergi dari hadapan Sasmita. Ia tidak mau berdebat dengan sang istri untuk sekarang ini.
Sasmita menatap kepergian sang suami dengan marah, keputusan Sasmita sudah bulat kalau ia akan berpisah dengan suaminya yang sekarang. Dan ia akan mengejar Angga lagi.
Sasmita naik ke tempat tidur dan membaringkan tubuhnya, malam sudah semakin larut tapi Sasmita belum juga menajamkan kedua matanya.
****
Ilham lalu melihat rumah sebelah yang tak lain adalah rumah Feli, gadis yang sudah ia tolong semalam.
"Nak, mama cariin ternyata kamu di sini," ucap wanita paru baya memakai hijab.
"Iya ma, mama kok ke sini ada apa?" tanya Ilham.
"Mama ingin memanggil kamu, sarapan udah siap di bawa," ucap mama Ilham.
"Ma, mama kenal gak sama pemilik rumah sebelah?" tanya Ilham.
"Oh itu rumahnya pak Surya, kenapa?" tanya mama Ilham.
"Pak Surya hanya tinggal bersama istrinya ma?" tanya Ilham, Ilham pun belum pernah melihat wajah pak Surya, karena Ilham terbilang jarang di rumah dan selalu ke kantor.
"Pak Surya dan istrinya tinggal di rumah itu sama anak mereka yang cewek yang sekarang sudah jadi pengusaha muda, tapi anak nya itu sekarang udah tinggal di apartemen, biar mandiri. Pak Surya juga kan penghuni baru di rumah itu nak," ucap mama Ilham.
"Oh gitu," ucap Ilham.
"Memangnya kenapa, kok kamu nanyain tetangga sebelah sih?" tanya mama Ilham.
"Gak kok ma, Ilham cuma nanya aja," ucap Ilham.
"Yah sudah ayo kita turun ke bawa, papa kamu pasti udah nunggu kita," ucap mama Ilham.
"Iya ma, ayo," ajak Ilham.
Ilham dan sang mama turun ke lantai bawa untuk sarapan.
Di rumah sebelah, tepatnya di rumah Feli. Feli baru saja bangun dari tidurnya, dan masi terlihat menguap.
"Yah ampun anak gadis jam segini baru bangun," ucap mama Vera mama nya Feli.
"Ma, kok gak bangunin Feli sih, kan jadi telat ke kantor," ucap Feli.
"Udah sekarang bangun terus mandi, biar ngantuk nya hilang," ucap mama Vera.
"Iya-iya ma," ucap Feli turun dari atas ranjang dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Mama Vera hanya menggeleng kepala melihat tingkah putrinya itu, mama Vera lalu keluar dari dalam kamar putrinya itu.
"Ma, Feli udah bangun belum?" tanya papa Surya.
"Udah pa, lagi mandi," ucap mama Vera.
Papa Surya kembali membaca koran pagi ini, sambil menyeruput kopi buatan sang istri.
Tak lama kemudian Feli datang datang menemui kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Papa, mama," ucap Feli.
"Sayang, mobil kamu mana kok gak ad adi depan?" tanya papa Surya.
"Mobil aku mogok pa di jalan, tapi udah di bengkel sih sekarang," ucap Feli duduk di kursi meja makan.
"Terus siapa yang anterin kamu ke rumah semalam?" tanya mama Vera curiga.
"Teman ma, untung aja dia lewat semalam jadi Feli numpang deh," ucap Feli sambil tersenyum.
"Kenapa gak telpon ke rumah, kan bahaya kamu di jalan sendiri," ucap mama Vera.
"Hp aku mati ma, jadi gak bisa hubungin siapapun," ucap Feli sambil memakan roti.
"Anak kamu ini pa, selalu saja teledor," ucap mama Vera melihat sang suami.
"Udah sarapan dulu," ucap papa Surya.
Mama Vera benar-benar di buat heran oleh sifat sang suami dan juga putri mereka itu.
****
Italia...
Rara sudah siap berangkat ke kampus, Rara terlihat begitu ceria karena habis berkomunikasi bersama Angga. Begitulah hari-hari Rara.
"Ra, Rara," panggil salah satu sahabat Rara.
"Hey," ucap Rara.
"Ayo masuk, gue sengaja jemput loh," ucap Keni salah sahabat Rara.
"Tau aja kalau gue lagi butuh tumpangan Ken," ucap Rara masuk ke dalam mobil.
"Iya, kuta berangkat," ucap Rara dan Keni.
Mobil sport milik Keni melaju cepat di jalan raya yang tak terlalu padet itu, kedua wanita cantik itu menjadi pusat perhatian para pengendara mobil lain.
"Ra, besok ada acara kampus loh mau ikut gak?" tanya Keni melihat Rara.
"Besok yah, gue tanya pacar gue dulu deh," ucap Rara.
"Iya-iya, yang udah punya calon suami," ucap Keni.
Keni juga asal Indonesia, hanya kuliah saja di Itali dan mengambil jurusan yang sama dengan Rara.
Rara juga punya teman yang lain, tapi hanya Keni lah yang paling dekat dengan Rara.
Mobil yang di kendarai oleh Keni tiba di parkiran kampus, banyak pasang mata yang melihat kedua gadis itu keluar dari dalam mobil.
"Hallo," sapa orang cowok bule.
"Hay," sapa Keni juga.
"Apaan sih loh Ken, udah ah ayo," ajak Rara.
"Aduh Ra, loh kenapa sih ada cowok ganteng juga tadi," ucap Keni kesal.
"Cowok aja kerjaan loh, ayo kita nanti keburu telat, nanti kita kena hukum sama Miss," ucap Rara.
"Bagus dong biar nanti kita gak di suruh masuk kelas, dan bisa pergi jalan-jalan deh," ucap Ken sambil tersenyum.
"Gak, gue pengen cepat-cepat lulus dan pulang indonesia, gue gak mau jauh-jauh lagi dari kak Angga," ucap Rara.
"Aduh, mulai lagi nih anak melow nya, ayo masuk kelas biar kita lulus bareng-bareng," ucap Keni menarik tangga Rara.
Kedua gadis itu masuk ke dalam kelas, Keni dan Rara duduk di kursi yang biasa mereka duduki.
****
Reyhan duduk di kafe yang biasa ia dan teman-temannya berkumpul, tapi kali ini Reyhan terlihat hanya sendiri saja.
Reyhan sedang menikmati capuccino pesanan nya itu sambil melihat ke luar jendela, Reyhan melihat seseorang yang sangat ia kenal.
"Itu kan Lisi, ngapain dia di sini dan itu, itu kan cowok yang kemarin gue liat di hotel xx," ucap Reyhan dalam hati.
Reyhan melihat pria yang bersama Lisi itu memperlakukan Lisi dengan begitu lembut seperti kekasihnya.
"Kamu mau pesan apa?" tanya Lisi.
"Apa aja, aku selalu suka sama pesanan kamu," ucap sang pria.
Lisi tersenyum melihat pria itu, yang tak lain adalah kekasihnya. Lisi jauh-jauh datang ke Italia hanya untuk menemui kekasih nya itu, pria yang sudah 2 tahun ini menjadi kekasihnya.
"Makasih yah kamu udah mau datang ke sini," ucap pria itu bernama Romeo.
"Iya gak papa kok, aku kan kangen kamu jadi aku datang ke sini," ucap Lisi.
"Aku jadi makin sayang sama kamu," ucap Romeo menggombal.
"Aku juga," ucap Lisi.
Perlakuan keduanya tak luput dari pandangan Reyhan, Reyhan melihat pasangan kekasih itu dengan diam.
"Permisi, ini pesanan nya," ucap seorang pelayan dalam bahasa inggris.
"Terimakasih," ucap Lishi dengan bahasa inggris juga.
Lishi dan Romeo lalu menikmati pesanan mereka, Lishi terlihat begitu bahagia bisa bertemu dengan Romeo terus selama beberapa hari ini di Itali.
Next...
__ADS_1