
Jam pulang sekolah pun tiba. Rara dengan hati senang mengisi semua buku-buku ke dalam tas miliknya, karena ia akan pergi ke rumah Angga untuk menemui mama Sofia.
Amel dan Lia melihat wajah bahagia sang sahabat itu saling pandang.
"Ra, loh kelihatan senang banget?" tanya Amel melihat rara.
"Iya Mel, gue mau ke rumah bag Angga lagi, di suruh ke sana sama mama nya bang Angga" ucap Rara.
"Wah seru dong udah dapat celah buat dekatin bang Angga" ucap Lia
Rara hanya mengantuk kepala saja mengiyakan perkataan kedua sahabatnya itu, setelah itu Rara dan kedua sahabatnya keluar dari kelas mereka, berjalan ke arah parkiran.
Karena tidak membawa kendaraan, Rara akan meminta Amel untuk mengantarnya alamat rumah Angga, sedangkan Lia akan di jemput oleh Bima pacarnya.
Pik pik...
Bunyi klakson motor Bima suda terdengar pertanda kalau jemputan Lia sudah datang. Sedangkan Amel dan Rara masi berada di sana.
"Guys gue duluan ya, loh berdua gak papa kan?" tanya Lia.
"Iya hati-hati ya, habis ini kita langsung cabut kok)" ucap Rara.
"Oke deh" ucap Lia naik ke atas motor Bima setelah memakai jaket.
"Ra, Mel kita duluan ya" ucap Bima.
"Iya kak, hati-hati kalian" ucap Rara, dan Bina hanya membunyikan klakson motor saja.
"Gimana kita berangkat sekarang gak?" tanya Amel.
"Iya kita berangkat sekarang aja, pasti mama Sofia udah nunggu deh" ucap Rara, Amel lalu menghidupkan motor miliknya dan Rara ikut naik, kemudian motor pun keluar dari gerbang sekolah.
"Ra" panggil Amel.
"Iya Mel kenapa?" tanya Rara.
"Bang Angga udah gak dingin lagi gak?" hanya Amel.
"Masi dingin sih, kemari aja kata bang Angga gue gak usah ganggu dia lagi" ucap Rara masi ingat betul perkataan Angga kemarin malam.
"Terus loh mau nyera apa ngejar terus?" tanya Amel.
"Rara gak gampang menyerah Mel" ucap Rara sambil tersenyum.
"Oke deh, gue cuma bisa bilang semangat ya" ucap Amel.
"Iya Mel, makasih ya" ucap Rara.
"Iya sama-sama, belok mana nih rumahnya bang Angga?" tanya Amel.
__ADS_1
Belok kanan rumah ke 5 yang pager putih tinggi itu" ucap Rara menunjuk rumah Angga.
Amel melihat ke arah rumah di depan sana, rumah yang sangat dan mewah di liat dari depan jalan besar.
"Gila rumah nya besar banget y" ucap Amel melihat ke arah rumah besar itu.
"Iya apa lagi dalam nya Mel, mewah banget" ucap Rara tersenyum melihat sang sahabat.
"Sana deh loh masuk, gue balik dulu ya entar sore mau jalan sama kak Rio" ucap Amel kembali memakai helem miliknya.
"Iya makasih ya Mel, loh hati-hati ya" ucap Rara.
"Iya sama-sama, gue pergi dulu ya sana loh masuk nanti mama nya bang Angga nunggu lama lagi" ucap Amel.
"Iya ini udah mau masuk kok" ucap Rara.
Amal kembali menjalankan motornya, sedangkan Rara masuk ke dalam setelah di bukakan pintu oleh pak satpam.
"Makasih ya pak" ucap Rara.
"Iya neng, sama-sama" ucap pak satpam kembali menutup pagar.
Rara langsung mengetok pintu setelah tiba di depan pintu utama, dan bibi langsung membukakan pintu untuk Rara.
"Assalamualaikum bi, tante Sofia ada bi?" tanya Rara dengan sopan.
"Ada non, nyonya sudah menunggu, ayo masuk non" ajak bibi dengan sopan.
"Assalamualaikum tan" ucap Rara.
"Waalayikumsalam sayang, ayo silahkan masuk" ajak mama Sofia menarik tangan Rara dengan lembut.
"Makasih ya tan" ucap Rara.
"Sama siapa ke sini sayang?" tanya mama Sofia , saat ini mereka sudah duduk di sofa ruang tengah.
"Aku ke sini di anter sama teman tan, tapi dia udah pulang kok" ucap Rara.
"Oohh,,, kita tunggu anak mama dulu ya baru makan siang bareng" ucap mama Sofia.
"Iya tan" ucap Rara.
Mama Sofia dan Rara larut dalam obrolan, sesekali suara tawa terdengar dari kedua nya. Karena mama Sofia menceritakan tentang Angga dan sanga dik Alisa sewaktu mereka kecil dulu, dan Rara tertawa mendengar kelucuan mereka.
"Tapi bang Angga gak punya pacar kan tan?" tanya Rara.
"Angga dulu punya pacar sayang, mereka pacaran dari SMA, tapi pacarnya Angga di jodohkan oleh kedua orang tuanya, dan memutuskan hubungan dengan Angga" ucap mama Sofia melihat Rara.
"Yah mungkin mereka belum berjodoh sayang" ucap mama Sofia.
__ADS_1
"Iya tan, semaunya udah ada yang atur" ucap Rara.
"Mudah mudahan aja jodohnya bang Angga gue ya Allah" ucap Rara dalam hati.
"Tante berharap Angga bisa cepat mov on dari Sasmita" ucap mama Sofia.
Mama Sofia juga bertanya tentang hal pribadi Rara, dan gadis itu tak keberatan menceritakan kepribadiannya pada mama Sofia, karena menurutnya mereka juga sama-sama wanita.
☘☘☘☘
Angga bersiap-siap akan segera pulang ke rumah, karena ia sudah berjanji pada sang mama tadi pagi.
Angga sudah menduga kalau gadis bar-bar itu pasti saat ini sudah berada di rumah, Angga menghela nafasnya dengan kasir.
"Bro nongkrong yuk?" ajak Ilham.
"Gak bisa Ham, gue harus pulang nyokap udah nunggu di rumah" ucap Angga, melihat Ilham.
"Yah, gak asik loh" ucap Ilham.
"Lain kali aja, gue juga lagi gak mood ini" ucap Angga.
"Tapi entar malam jadi kan ke pernikahan nya Sasmita?" tanya Ilham.
"Jadi lah, nanti loh jemput gue aja" ucap Angga melihat Ilham.
"Loh gak bawa mobil?" tanya Ilham.
"Gak gue lagi malas" ucap Angga.
"Oke deh" ucap Ilham.
"Kalau gitu gue pulang dulu ya, jangan lupa entar malam" ucap Angga.
"Iya loh tenang aja, gue gak bakalan lupa kok" ucap Ilham.
Angga lalu keluar dari ruangan itu, meninggalkan Ilham dan Anggota yang lain di sana.
Angga berjalan ke arah di mana mobil miliknya terparkir. Banyak pasang mata yang minat Angga tapi Angga tidak menghiraukan nya.
Angga masuk ke dalam mobil dan melihat ada dua pesan dari sang mama, pesan meminta nya untuk cepat pulang ke rumah.
"Tuh kan pasti tuh cewek udah ada di rumah" ucap Angga seorang diri.
Angga lalu menghidupkan mobilnya dan keluar dari parkiran kantor, selama perjalanan menuju rumah, Angga mampir membeli sesuatu di swalayan. Kemudian Angga kembali menjalankan mobilnya lagi.
Tiba di depan gerbang, pak satpam membukakan pintu untuk Angga, dan mobil pun masuk dan berhenti di garasi mobil.
Angga tidak melihat mobil atau motor milik Rara setelah turun dari mobil, lalu Angga masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Next..