
Ting...
Rara yang baru saja keluar dari kamar mandi mendengar ponselnya yang berbunyi. Pertanda kalau sebuah pesan masuk.
"Siapa yah yang ngechet," ucap Rara mengambil ponsel miliknya.
"Nomor baru, ini nomornya siapa yah," ucap Rara seorang diri.
"Hay, gadisku." isi pesan itu.
"Ini siapa sih, nomor nyasar kali yah," ucap Rara lagi.
Bukanya membalas pesan masuk, Rara mala meletakan kembali ponselnya ke atas ranjang lagi, dan mengambil krim malam dan memakainya.
Tingg...
Dentingan notif pesan kembali terdengar, tapi Rara hanya membiarkannya saja. Karena Rara tau itu hanya nomor nyasar.
Sedangkan di kamar sebelah, Angga sudah menunggu dari tadi balasan pesan dari ga dia nya itu, tapi tak kunjung mendapat balasan.
Angga mengambil nomor ponsel Rara dari ponsel milik Reyhan, karena tak mendapat balasan pesan dari Rara, Angga pun menelpon gadis itu.
Panggilan pertama, kedua dan ketiga tidak mendapat jawaban. Angga terus mencobanya sampai Rara mengangkat telponnya dari seberang sana.
" ***Hallo,, ini siapa sih, dari tadi ganggu aja, gak ada kerjaan yah," ucap Rara dengan jutek.
__ADS_1
"Di tanyain mala diam lagi, kalau gak penting gak usah nelpon," ucap Rara lagi bersiap mematikan telpon, tapi ia urungkan karena mengenali suara si penelpon.
"Jutek banget sih," ucap Angga.
"Bang Angga, jadi ini nomornya abang, kenapa gak bilang sih dari tadi?" tanya Rara.
"Habisnya kamu udah marah-marah sih," ucap Angga sambil tersenyum di seberang sana.
"Yah aku kan gak tau, kalau ini nomor abang," ucap Rara.
"Serumah kok telponan," ucap Reyhan, tapi Angga tak menangapi ocehan sang sahabat.
"Lanjut chet aja yah," ucap Angga.
Reyhan melihat sang sahabat, sedangkan yang di lihat mala serius dengan ponsel miliknya, membuat Reyhan mencibir.
Saat ini kedua pria itu sedang berada di balkon kamar Reyhan, dan saat ini jam sudah menunjukan pukul setengah 10 malam.
🍀🍀🍀
Keesokan harinya di kediaman apartemen Reyhan. Saat ini semuanya sudah berkumpul di meja makan, sarapan sudah tertata dengan sangat rapi di atas meja.
"Sayang, tolong panggilkan calon suami kamu sama kaka kamu yah," ucap mama Lara.
"Tadi aku ke kamar kaka mereka gak ada ma," ucap Rara.
__ADS_1
"Mereka lagi di ruangan olahraga, tadi pagi-pagi udah masuk ke sana," ucap mama Lara.
Reyhan memang punya ruangan khusus olahraga di apartemen miliknya itu, sengaja Reyhan menyiapkan semua itu, agar tidak lagi ke keluar kalau suka berolahraga.
"Iya, aku panggilkan dulu ma," ucap Rara pergi ke ruang olahraga sang kaka.
Clekk...
Kedua mata pria yang sedang fokus dengan olahraga masing-masing pun melihat ke arah pintu yang terbuka.
"Kak, bang di panggil mama mau sarapan," ucap Rara.
"Iya, dikit lagi bilang mama," ucap Reyhan.
"Tapi cepat yah kak, nanti mama ngomel lagi," ucap Rara.
"Iya-iya, calon istri loh bawel juga," ucap Reyhan melihat Angga.
"Tapi gue suka," ucap Angga sambil tersenyum.
"Susah kalau ngomong sama orang dah bucin," ucap Reyhan.
Dan hanya di tanggapi tawa oleh Angga. Tak berselang lama keduanya menyudahi olahraga pagi mereka, karena pasti yang lain sudah menunggu di meja makan. Apa lagi suara teriakan mama Lara sudah terdengar sampai ke ruang olahraga.
Next...
__ADS_1