
Angga tiba di rumah, Angga langsung masuk ke dalam rumah setelah memikirkan mobil miliknya.
"Sayang kamu baru pulang?" tanya mama Sofia.
"Iya ma, papa mana ma, belum pulang?" tanya Angga.
"Iya papa kamu belum pulang sayang, lagi banyak kerjaan di kantor katanya" ucap mama Sofia.
"Kasian papa" ucap Angga melihat sang mama.
"Mama juga kasian liat papa, mama cuma takut papa kamu sakit nya kambuh" ucap mama Sofia.
"Mulai besok Angga langsung ke kantor kalau kalau udah gak sibuk di polres ma" ucap Angga.
"Makasih ya sayang" ucap mama Sofia.
"Iya ma sama-sama, kalau gitu Angga ke kamar ya ma, mau mandi" ucap Angga.
"Iya sayang mama, juga mau buat menu makan malam kesukaan papa kamu" ucap mama Sofia pergi ke arah dapur.
Sedangkan Angga pergi ke lantai dua, di mana kamarnya berada.
Angga melepas sepatu miliknya, lalu membaringkan tubuh kekarnya di atas ranjang king size miliknya.
"Kok tumben sih tuh cewek gak ikut nganter kaka nya, kok gue jadi mikirin dia sih" ucap Angga seorang diri laku bangun dari baringnya.
Angga beranjak dari duduknya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, karena hari sebentar lagi akan berubah menjadi gelap.
__ADS_1
☘☘☘☘
Rara memikirkan motor miliknya di garasi, lalu gadis itu masuk ke dalam sambil membawa tas berisi buku yang di beli tadi, Rara masuk ke dalam dan mencari keberadaan kedua orang tuanya.
"Assalamualaikum,, mama, papa" panggil Rara.
"Waalayikumsalam non Rara, bapa sama ibu ada di halaman belakang non" ucap bibi.
"Lagi ngapain bi?" tanya Rara.
"Lagi santai non, sambil ngopi" ucap bibi sambil tersenyum.
"Ooh lagi pacaran toh, ya udah Rara ke kamar dulu ya bi" ucap Rara.
"Iya non Rara" ucap bibi lalu kembali lagi ke dapur.
Rara naik ke lantai dua di mana kamarnya berada, Rara meletakan bukunya di atas meja nakas, lalu Rara melepas sepatu dan menganti seragamnya.
"Udah lama loh papa gak suapin mama gini" ucap mama Lara memakan cemilannya.
"Masa sih ma, papa lupa" ucap papa Andi.
"Iya lah masih mama hamil Rey" ucap mama Lara.
"Wah udah lama banget ya ma, sekarang aja Rey udah besar" ucap papa Andi.
"Iya lah pa" ucap mama Lara.
__ADS_1
Rara tersenyum melihat kemesraan kedua orang tuanya, papa Andi terlihat begitu romantis menyuapi mama Lara.
"Ma, pa pacaran aja" ucap Rara mendekati kedua orang tuanya.
Papa Andi dan mama Lara melihat ke asal suara, Rara berjalan mendekati pondok yang di duduki oleh papa Andi dan mama Lara.
"Sayang kamu udah pulang" tanya mama Lara.
"Iya ma, ma kaka udah berangkat" tanya Rara duduk di dekat sang papa.
"Iya sayang, kaka kamu titip salam buat kamu" ucap mama Lara.
"Tadi juga ada teman kaka kamu yang polisi ke bandara, kalau gak salah namanya Angga sama Ilham ya pa" ucap mama Lara.
"Iya ma" ucap papa Andi.
Mendengar nama Angga, Rara menjadi diam kata-kata Angga waktu itu masi terngiang-giang di benak Rara sampai saat ini.
"Sayang kok bengong sih, ada apa" tanya mama Lara, karena melihat sang putri hanya bengong saja.
"Gak apa-apa kok ma, Rara cuma ingat kaka aja" ucap Rara sambil tersenyum.
"Nanti kaka kamu kabarin kita kalau udah sampe sayang" ucap mama Lara.
"Iya ma" jawab Rara.
Hari sudah mulai gelap, papa Andi mengajak istri dan sang putri masuk ke dalam, karena haris udah malam.
__ADS_1
Sesampai di dalam Rara langsung pamit ke kamar untuk membersihkan diri, karena rara pulang tadi belum mandi.
Rara masuk ke d lama kamar mandi sambil membawa handuk kimono miliknya, hari ini Rara merasakan capek karena seharian berkeliling mencari buku bersama kedua sahabatnya.