
Rara tak bisa tidur, hanya berguling ke sana kemari di atas ranjang king size miliknya. Sambil menatap wajah tampan Angga di layar ponselnya, gadis itu terlihat tersenyum-senyum sendiri bak orang gila.
"Bang Angga ganteng banget sih" ucap Rara seorang diri.
"Gimana ya agar aku bisa dekatin bang Angga" ucap Rara lagi dalam hati.
Gadis itu lalu bangun dari baring nya, mondar mandir ke sana kemari di dalam kamarnya, sambil memikirkan ide yang bagus untuk mendekati Polisi yang dingin nya seperti es batu itu.
Se elus senyum terbit di bibir gadis itu, entah apa yang ia pikirkan saat in, yang jelas ia sudah mendapat ide cemerlang untuk mulai mendekati Angga.
Karena sudah mendapat ide, Rara pun berbaring di ranjang karena sekarang sudah jam 10 malam, ia harus segera tidur biar bisa bangun pagi-pagi besok. Tak lama kemudian suara dengkuran terdengar dari gadis itu, pertanda kalau saat ini Rara sudah berada di alam mimpi.
☘☘☘☘
Di sisi lain Angga masi duduk di halaman belakang rumah mereka, saat ini Angga sedang melihat kardus yang ada di dekatnya, kardus itu berisi semua kenangan nya dengan Sasmita.
"Aku harus bisa lupain kamu, karena sangat mustahil buat kita bersama lagi" ucap Angga melihat fotonya bersama Sasmita.
Kemudian Angga memasang korek api dan membakar satu per satu foto nya dan juga Sasmita.
Satu persatu kenangan mereka hangus terbakar, setelah ini Angga akan benar-benar akan melupakan gadis itu. Dan soal kartu undangan yang di berikan Sasmita tempo hari, Angga akan datang ke pernikahan mereka bersama dengan sang sahabat Ilham.
Angga melihat semua foto yang sudah hangus itu, lalu Angga membuka ponsel miliknya dan menghapus juga semua foto Sasmita yang ada di dalam galery ponsel miliknya, setelah semuanya sudah tak ada wajah Sasmita lagi, Angga lalu beranjak dari sana dan masuk ke dalam rumah.
Angga masuk ke dalam kamarnya, dan langsung merebahkan tubuh kekarnya di sana. Mulai hari ini Angga akan tinggal di rumah bersama dengan kedua orang tuanya.
Sedangkan sang adik yang sudah menikah ikut tinggal bersama sang suami, dan tidak lama kemudian Angga sudah berada di alam mimpi.
☘☘☘☘
Jam weker milik Rara membangunkan gadis itu yang sedang bergulung nyenyak di balik selimut tebalnya.
Rara melihat jam yang baru menunjukan pukul 5 pagi, tapi gadis itu sudah memaksakan diri untuk bangun.
"Ke dapur dulu deh, buat sarapan buat abang ganteng" ucap Rara seorang diri.
Setelah mencuci wajahnya, Rara kemudian turun ke lantai bawa. Suasana rumah masih sepi, karena ia tau papa dan mama masi tidur, begitu pun dengan sang kaka.
Rara berjalan ke arah dapur, dan melihat bibi sedang bersiap membuatkan sarapan pagi mereka.
__ADS_1
"Pagi bi" sapa Rara.
"Eh, pagi non Rara, non Rara pengen sesuatu biar bibi siapkan" ucap bibi.
"Gak bi, aku mau buat sarapan sendiri" ucap Rara sambil tersenyum.
Membuat bibi melengos tak percaya, selama bekerja di rumah ini, bibi baru kali ini melihat anak majikannya mau membuat sarapan sendiri.
"Non yakin, sini biar bibi aja non" ucap bibi.
"Gak papa kok bi, bibi masak yang itu aja ya yang ini biar Rara aja" ucap Rara.
"Iya deh non" ucap bibi mengalah.
Rara mulai berkutat dengan beberapa bahan, kali ini Rara akang memasak nasi goreng udang yang sering ia liat di group resep yaang ia ikuti di sosial media.
Rara memotong udang nya kecil-kecil, lalu menyiapkan rempah-rempah nya, Rara tidak lupa juga mengambil telur buat di goreng setengah mentah.
Rara pun mulai memasak, Rara memasukan semua rempah-rempah nya, lalu Rara memasukan udangnya, dan mengaduk hingga rata.
Setelah membiarkan udangnya sedikit matang, Rara pun menaruh nasinya kedalam panci penggorengan itu, Rara mengaduk Hinga semuanya tercampur rata, nasi dan udangnya.
Rara mengisi nasi goreng buatannya di kotak makan berbentuk love, sebagaiman bentuk hati nya juga bakat abang Angga.
"Selesai deh" ucap Rara.
Gadis itu lalu meletakan nasi goreng buatannya di atas meja makan, lalu Rara melihat jam yang mengandung di dinding dapur.
"Sekarang waktunya mandi" ucap Rara.
"Bi aku ke kamar dulu ya, mau siap-siap ke sekolah" ucap Rara.
"Baik non" ucap bibi.
Rara berlalu dari dapur, sedangkan bibi membereskan kekacauan yang di buat oleh Rara.
Rara masuk ke dalam kamarnya, dan langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Karena ia harus segera bersiap-siap berangkat ke sekolah, tapi sebelum ke sekolah Rara akan mengantarkan sarapan buat Angga ke kantor polisi terlebih dahulu.
30 menit kemudian Rara keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono miliknya, Rara mengambil seragam sekolahnya yang mengandung di lemari kaca.
__ADS_1
Di lantai bawa, mama Lara baru saja keluar dari kamar. Wanita paru baya itu berjalan ke arah dapur dan melihat sarapan sudah siap di meja.
"Pagi nya" sapa bibi.
"Pagi bi, bi tolong buatkan saya jus apel ya di isi di kulkas aja" ucap mama Lara.
"Siap nya" ucap bibi.
Mama Lara melihat kotak makan love yang ada di atas meja, tapi mama Lara kembali ke kamar untuk memanggil sang suami.
Beberapa menit kemudian Rara keluar dari kamar dengan seragam sekolahnya, begitu pun dengan Reyhan.
Kaka beradik itu turun ke lantai bawa, dan mama Lara langsung mengajak mereka sarapan bersama.
Sebelum duduk di meja makan, Rara mengisi tempat makan love itu ke dalam tas nya, membuat mama Lara, papa Andi dan kak Reyhan saling pandang.
"Sayang kamu bawa bekal?" tanya mama Lara.
"Bukan baut aku ma, baut teman" ucap Rara duduk di kursi dekat sang kaka.
"Buat teman?" tanya papa Andi.
"Iya pi, ayo sarapan nanti Rara telat lagi ke sekolah" ucap Rara.
Semuanya pun sarapan, ada sisa nasi goreng udang yang di buat Rara tadi, di letakan juga di atas meja makan.
Selesai menghabiskan sarapan dan juga susu nya, Rara pamit ke pada kedua orang tuanya dan kak Reyhan.
"Pa, ma, kak, aku pamit ya" ucap Rara menyalami punggung tangan mama Lara, papa Andi dan kak Reyhan.
"Hati-hati sayang" ucap mama Lara dan yang lain.
"Siap ma, pa, kak" ucap Rara, kemudian berlalu dari ruang makan.
Sesampainya di depan, Rara langsung menaiki motornya dan keluar dari gerbang rumahnya.
Next...
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya....
__ADS_1