Cinta Sejati Abdi Negara

Cinta Sejati Abdi Negara
Bersiap Ke Itali


__ADS_3

Mama Sofia saat ini sedang berada di dalam kamar bersama sang putra, Angga baru saja selesai menyiapkan koper miliknya.


"Sayang, kamu yakin mau liburan akhir tahun ke Itali," tanya mama Sofia.


"Iya ma, Angga udah kangen banget sama Rara, Angga kan perginya sama om Andi dan tante Lara ma," ucap Angga dengan semangat.


"Tapi kamu janji yah, jangan bikin Rara sakit hati lagi," ucap mama Sofia menatap tajam sang putra.


"Gak akan mama ku, aku janji bakalan bikin Rara bahagia ma," ucap Angga memeluk sang mama.


"Yah sudah, jam berapa besok pesawat kamu naikin berangkat?" tanya mama Sofia.


"Jam 7 pagi ma," ucap Angga.


Angga memili Italia untuk menjadi tempat liburan akhir tahun kali ini, Angga memang tidak lama di Itali karena ia harus segera kembali, karena ada banyak tugas di kantor.


"Ya sudah, mama keluar dulu yah, kamu cepat istirahat saja besok harus bangun pagi kan," ucap mama Sofia.


"Iya ma," ucap Angga.


Mama Sofia keluar dari kamar sang putra, lalu Angga mengambil ponsel miliknya dan mengirim pesan pada Reyhan sang sahabat.


"Bro, besok gue otw Itali bareng om Andi dan tante Lara, gue pengen kasi kejutan buat adek loh," isi pesan Angga.


Ting....


"*Loh serius bro, oke nanti gue yang jemput loh dan mama, papa gue di bandara," isi pesan Reyhan.


"Oke, makasih bro, gue istirahat dulu," isi pesan Angga*.


Setelah pesan terkirim, Angga membaringkan tubuh di atas ranjang. Ia haru segera istirahat, karena besok pagi ia harus berangkat ke Itali.


🍀🍀🍀

__ADS_1


Feli terlihat sedang mengobrol bersama kedua orang tuanya di ruang tengah, pak Surya kaget mendengar sang putri tidak menyukai anak dari rekan bisnisnya itu.


"Kamu serius sayang, Angga orangnya ganteng, anak pengusaha yang berprofesi sebagai polisi loh," ucap pak Surya.


"Gak pa, aku gak suka sama kak Angga, aku udah naksir cowok lain pa," ucap Feli sambil tersenyum mengingat pertemuan singkat nya dengan seorang anggota polisi juga tempo hari.


Pak Surya menghela nafasnya dalam, melihat sang istri yang hanya diam saja mendengar obrolan suami dan putri mereka itu.


"Kalau gitu kau aja cowok yang kau suka ketemu papa," ucap pak Surya.


"What, secepat itu pa?" tanya Feli kaget.


"Yah iya, kan kamu bilang sudah menyukai cowok lain, ya sudah ajak dia ke rumah," ucap pak Surya melihat putri semata wayangnya itu.


"Aduh, gimana ini kenal aja gak sama tuh cowok, ini papa udah minta di suruh bawa ke rumah," ucap Feli dalam hati.


"Gimana bisa gak?" tanya pak Surya.


"Aduh, dia lagi sibuk pa, dia itu juga seorang polisi, apa lagi ini akan menjelang akhir tahun yah pasti mereka banyak tugas pengamanan gitu pa," ucap Feli.


"Iya ma, Feli tuh pengen rasain jadi ibu Bhayangkari," ucap Feli sambil tersenyum manis.


Mama Feli melihat sang suami sambil tersenyum, sedangkan pak Surya hanya menggeleng kepala saja mendengar perkataan sang putri.


"Udah gak mau jadi pengusaha muda lagi?" tanya pak Surya.


"Kayaknya pengusaha versi ibu Bhayangkari keren papa," ucap Feli.


"Terserah kau saja lah, yang penting orangnya baik dan bisa menjaga kamu," ucap pak Surya akhirnya menyerah menjodohkan sang putri dengan Angga, anak dari rekan bisnisnya itu.


Feli tersenyum manis melihat papa dan sang mama, tinggal memikirkan bagaimana caranya bisa bertemu dengan polisi itu lagi.


🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


Italia....


Para sahabat Rara melihat Rara yang hanya diam saja, tidak seperti biasanya gadis itu, salah satu sahabat Rara melirik yang lain tapi anya di tanggapi dengan angkat bahu saja, pertanda kalau mereka juga tidak tau.


"Ra, kamu tuh kenapa sih kok diam terus, lagi ada masalah yah," tanya salah satu teman Rara.


"Gak kok guys, aku cuma lagi mikirin sesuatu saja," ucap Rara sambil memaksakan tersenyum.


"Mikirin apa, kok sampai bikin kamu bingung gini sih, cerita ding sama kita-kita siapa tau kita bisa bantu kamu," ucap teman Rara.


"Ini tuh masalah hati guys, kalian gak bakalan bisa bantu gue," ucap Rara dalam hati sambil melihat para sahabatnya itu.


"Kita ke kafe depan saja yuk, kan udah gak ada mata kuliah lagi," ajak Rara mengalihkan pembicaraan.


"Tapi loh beneran gak papa kan?" tanya salah satu teman Rara lagi.


"Iya, gue gak papa kok, ayo," ajak Rara.


Keempat gadis itu pun pergi ke kafe depan kampus mereka, keempat gadis itu terlihat begitu kocak dan ceria saat sedang jalan bersama.


"Eh guys, ada si ganteng tuh," tunjuk salah sagu teman Rara yang paling heboh.


"Eemm, biasa saja kok, gantengan juga doy gue hahaha," ucap salah satu teman Rara.


"Kalian ini yah, ayo gak usah mata keranjang deh," ucap Rara sambil tersenyum melihat ketiga sahabatnya itu.


"Skali-skali cuci mata gak papa lah Ra," ucap teman Rara yang satunya lagi.


"Iya-iya, terserah kalian deh," ucap Rara.


Keempat gadis itu masuk ke dalam kafe langganan mereka, mereka duduk di salah satu meja yang kosong di paling pojok dekat jendela, salah satu teman Rara langsung memanggil pelayan dan memesan minuman favorit mereka.


Next...

__ADS_1


Di bab berikutnya Rara akan ketemu Angga yah guys...


__ADS_2