Cinta Sejati Abdi Negara

Cinta Sejati Abdi Negara
Di Jemput Ilham


__ADS_3

Pesawat tujuan yang membawa Angga kembali ke tanah air, kini baru saja tiba. Di parkiran bandara, terlihat seorang pria yang berseragam polisi baru saja keluar dari dalam mobilnya.


Pria itu adalah Ilham, Ilham datang untuk menjemput sang sahabat yang baru saja tiba. Ilham berjalan dan menunggu di ruang tunggu, sambil bermain ponsel dan menunduk.


Angga baru saja keluar dari terminal kedatangan, dan langsung tersenyum melihat sang sahabat yang sudah menunggunya.


"Hay bro," sapa Angga.


Ilham mengangkat wajahnya dan melihat Angga sudah berdiri di dekatnya.


"Gue kira loh udah gak mau balik lagi," ucap Ilham.


"Yah gak lah, loh kan tau apa tujuan gue ke Itali," ucap Angga.


"Udah ayo, nanti kita ngobrol di mobil saja, gue harap tante Sofia masak yang enak ini di rumah," ucap Ilham.


"Emang loh laper banget?" tanya Angga.


"Iya lah, gue habis dari kantor langsung ke sini buat jemput loh," ucap Ilham.


"Yah, pasti mama masak masakan kesukaan putra kesayangannya, kan baru saja datang," ucap Angga.


"Ala, udah ayo cepat dong jalannya," ucap Ilham.


"Iya sabar, gue lagi ngirim chet buat calon istri gue," ucap Angga.


"Lebay loh, emang gak bisa apa nanti chetan di rumah aja," ucap Ilham.


"Yah gak bisa lah ham, gue gak mau calon istri gue kuatir," ucap Angga.


"Cia, dah bucin loh sekarang," ucap Ilham sambil tertawa melihat sang sahabat.


Nanti loh juga bakalan ngerasain, gimana indahnya punya calon istri Ham," ucap Angga.


Keduanya lalu masuk ke dalam mobil, setelah Angga meletakan koper miliknya di dalam bagasi mobil Ilham, Ilham kembali mengemudikan mobilnya dan keluar dari area bandara.


Waktu saat ini sudah menunjukan pukul setengah delapan malam.


"*Hallo Rey, nih gue baru aja sampai, udah di jemput sama Ilham," ucap Angga yang langsung menelpon Reyhan.


"Bagus lah kalau loh udah tiba dengan selamat, loh udah ngabarin adek gue belum, nanti ngambek lagi. Semenjak kembali dari bandara, Rara ngurung diri terus di kamar," ucap Reyhan.


"Udah kok, gue udah chet dia tadi, nanti kalau udah nyampe rumah gue baru mau vc sama dia," ucap Angga.


"Oke bro, salam gue sama Ilham yah," ucap Reyhan.


"Oke-oke, udah dulu yah," ucap Angga*.


Panggilan telpon pun putus, Angga melihat sang sahabat yang sedang fokus menyetir.


"Ham, ada salam dari Reyhan," ucap Angga.


"Waalaikumsalam," ucap Ilham.


Tak berselang lama, mobil Ilham memasuki pintu gerbang rumah Angga. Kedua pria itu turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum ma, pa," ucap Angga tiba di rumah tengah.


"Kak, ma, pa kaka udah balik nih," teriak Alisa adik perempuan Angga.


"Dek, kamu di sini, suami kamu mana?" tanya Angga memeluk sang adik manjanya itu.


"Mas Bayu lagi buatin aku susu ibu hamil kak," ucap Alisa.

__ADS_1


"Kamu hamil, kaka bakalan punya ponakan dong?" tanya Angga dengan senang.


"Iya kak," ucap Alisa tak kalah senangnya.


Ilham membiarkan kaka beradik itu mengobrol, sedangkan ia duduk di salah satu sofa dengan santai.


"Sayang, kamu udah datang kok gak bilang mama sih kan tau gitu di jemput," ucap mama Sofia.


"Angga udah nelpon Ilham ma, buat jemput Angga, lagian udah malam juga kan mama sama papa mau jemput Angga," ucap Angga.


"Nak," sapa papa Lukman.


"Pa," ucap Angga bergantian memeluk sang papa.


"Gimana kabar Rara sayang?" tanya mama Sofia.


"Baik ma, Angga juga udah ngelamar Rara di depan om Andi dan tante Lara juga Reyhan," ucap Angga dengan senang.


"Terus, di terima?" tanya Alisa kepo.


"Di terima dong, secara kan kaka kamu ini ganteng dek," ucap Angga sambil terkekeh geli.


"Ganteng, giliran di tinggalin aja dulu melow," ucap Ilham mencibir.


"Iya sabar, gue tau loh dah laper," ucap Angga sambil tersenyum.


"Iya mama lupa, untuk aja kamu bilang laper, ayo kita langsung ke rumah makan saja yah, mama udah masak banyak menu kesukaan kamu sayang," ucap mama Sofia.


"Yuh kan, apa kata gue Ham, mama pasti masakin menu kesukaan gue," ucap Angga.


"Iya-iya gue tau, yah udah ayo buruan ke rumah makan, udah laper nih," ucap Ilham pada sang sahabat.


Yang lain hanya tertawa melihat Angga dan Ilham berdebat, semuanya lalu pergi ke rumah makan. Di mana di atas meja sudah tertata rapi semua menu, yang beberapa menu adalah masakan kesukaan Angga. Yang sengaja di masak oleh mama Sofia.


Angga dan Ilham duduk di kursi yang berdekatan, sedangkan kursi sebelah di tempati oleh Bayu dan Alisa. Sedangkan mama Sofia dan papa Lukman duduk di meja paling depan dan mama.


Italia...


Reyhan keluar dari dalam kamarnya, mama Lara dan papa Andi melihat ke arah sang putra yang sudah rapi itu.


"Sayang, kamu mau ke mana?" tanya mama Lara.


"Mau ketemu teman ma, gak lama kok," ucap Reyhan.


"Adek mana ma?" tanya Reyhan.


"Lagi di kamar sayang, tadi sih mama tinggal mau mandi," ucap mama Lara.


"Angga udah sampai Indonesia dengan selamat," ucap Reyhan.


"Alhamdulillah, pasti adik kamu senang dengar nya," ucap mama Lara.


"Iya, kata Angga nanti dia bakalan vc an sama Rara," ucap Reyhan.


"Yah sudah ma, Reyhan pamit yah," ucap Reyhan.


"Iya sayang, kamu hati-hati yah," ucap mama Lara.


"Siap ma," ucap Reyhan mengambil kunci mobil dan pergi keluar apartemen.


Reyhan berjalan santai masuk ke dalam lift, saat pintu lift akan tertutup, tiba-tiba ada tangan yang menahannya dan terbuka kembali.


Reyhan melihat seorang gadis asia yang masuk ke dalam lift, gadis itu berdiri dengan diam di dekat Reyhan. Sedangkan Reyhan melirik gadis itu dengan ekor matanya.

__ADS_1


Lampu lift tiba-tiba mati, dan lift berhenti. Membuat gadis yang ada di dekat Reyhan langsung mundur ke pojok lift, dan langsung berjongkok ketakutan.


Reyhan menyalahkan senter ponsel nya, ruangan lift yang gelap itu menjadi terang seketika. Reyhan bisa melihat gadis yang berjongkok itu sedang gemetaran ketakutan.


"Gak gak papa?" tanya Reyhan.


"Hikzz..." isak gadis itu terdengar oleh Reyhan.


"Udah gak usah takut, ada aku di sini," ucap Reyhan.


"Aku takut, aku takut gelap," ucap gadis itu masi terisak.


"Sekarang kan gak gelap lagi, coba buka mata kamu," ucap Reyhan.


Dengan pelan gadis itu membuka kedua matanya dengan pelan, dan melihat sekelilingnya sudah terang dengan cahaya ponsel.


Gadis itu melihat Reyhan, begitu pun dengan Reyhan melihat gadis itu. Keduanya saling pandang cukup lama, lalu dengan keberaniannya, Reyhan mengulurkan tangannya untuk mengusap air mata yang mengalir di pipi gadis itu dengan sangat lembut.


"Maaf," ucap Reyhan dengan cepat menarik tangannya, Reyhan megutuki dirinya yang tiba-tiba menghapus air mata gadis yang ada di depannya itu.


"Gak papa Mas," ucap Gadis itu.


"What, mas ini Italia bukan Indonesia, kok dia manggil gue mas sih," ucap Reyhan dalam hati.


"Kamu tinggal di unit ini juga?" tanya Reyhan.


"Iya, aku lagi liburan ke sini," ucap gadis itu.


"Jadi kamu dari Indonesia, tinggal di mana?" tanya Reyhan mulai berbasa-basi.


"Aku tinggal di jakarta Barat," ucap gadis itu sambil tersenyum.


"Manis," ucap Reyhan.


"Mas bilang apa?" tanya gadis itu.


"Aa, gak kok, kamu salah dengar kali," ucap Reyhan menggaruk kepalanya yang gak gatal.


"Aku Reyhan, nama kamu siapa?" tanya Reyhan.


"Aku Lisyi mas," ucap Lisyi.


"Nama yang bagus, kamu mau ke mana?" tanya Reyhan.


"Aku mau ketemu seseorang di kafe xx, tapi mala terjebak di sini," ucap Lisyi.


"Kebetulan aku juga mau ke sana, kamu tenang saja aku udah hubungin petugas kok gak lama lagi mereka pasti akan datang," ucap Reyhan.


"Iya mas Rey, makasih yah," ucap Lisyi dengan lembut.


"Iya sama-sama," ucap Reyhan.


"Yah ampun, lembut banget sih jawabnya," ucap Reyhan dalam hati sambil tersenyum.


Tak berselang lama, lampu lift kembali menyala, dan petugas segera membuka pintu lift yang tiba-tiba mati itu.


"Mau bareng aku gak," ucap Reyhan saat ini keduanya sudah keluar dari dalam lift.


"Gak mas, makasih loh sebelumnya, biar aku naik taksi saja," ucap Lisyi.


"Ya sudah, kalau gitu aku duluan yah," ucap Reyhan.


"Iya mas," ucap Lisyi dengan lembut.

__ADS_1


Lagi-lagi, kelembutan Lisyi membuat Reyhan tertegu, baru kali ini ia bertemu dengan seorang gadis yang begitu lembut menjawab pertanyaannya.


Next...


__ADS_2