Cinta Sejati Abdi Negara

Cinta Sejati Abdi Negara
Mau Lanjut kuliah Di Itali


__ADS_3

Hari ini adalah hari keberangkatan Reyhan kembali ke Itali, mama Lara sedang menyiapkan keperluan sang putra.


"Sayang jam berapa pesawat tek off?" tanya mama Lara.


"Jam 4 sore ma" ucap Reyhan.


"Pa, nanti kita anter Rey ke bandara ya" ucap mama Lara menatap sang suami.


"Iya sayang" ucap papa Andi.


"Sayang kamu juga ikut kan, kan sore kamu udah pulang sekolah" tanya mama Lara.


"Iya ada teman Rey juga ma, Angga dan Ilham yang mau ke bandara" ucap Reyhan sengaja menyebut nama Angga, karena Rey tahu kalau sang adik menyukai salah satu sahabatnya.


"Aku gak ikut deh, aku udah ada janji mau cari buku sama Amel dan Lia buat ujian nanti" ucap Rara melihat sang mama.


"Yah gak seru dong" ucap mama Lara.


"Gak papa kan kak, aku gak bisa ikut nganterin kaka" tanya Rara melihat sang kaka.


"Gak papa kok dek, kaka ngerti" ucap Reyhan mengusap rambut sang adik dengan sayang.


"Kaka tau kalau kamu kemarin menangis pasti karena Angga" ucap Reyhan dalam hati sambil tersenyum melihat adik tersayang nya.


"Kalau gitu Rara pamit ke sekolah ya pa, ma, kak" ucap Rara menyalami punggung tangan papa Andi, mama Lara dan sang kaka Reyhan.


"Iya sayang, kamu hati-hati ya bawa motornya" ucap mama Lara.


"Iya ma siap" ucap Rara menghormat pada sang mama.


"Mau kaka anterin gak?" tanya Reyhan.

__ADS_1


"Gak usah kak, kaka kan harus siap-siap nanti sore harus kembali ke Itali" ucap Rara sambil tertawa.


"Iya kamu hati-hati ya dek" ucap Reyhan.


"Iya kak, ya udah aku pergi dulu ya dada semuanya" ucap Rara berlalu dari rumah tengah.


Rara berjalan keluar dari dalam rumah, Rara melihat motornya yang sudah di panaskan oleh pak sopir di depan.


"Neng, ini motornya sudah siap, udah bapak bersihin juga" ucap pak sopir.


"Makasih ya pak, kalau gitu aku pamit sekolah dulu ya pak" ucap Rara menghidupkan motornya.


"Iya neng Rara, hati-hati ya" ucap pak sopir dan Rara hanya membunyikan klakson motor nya.


Rara mengemudikan motornya sambil mengingat kembali perkataan Angga kemarin sore, Rara tersenyum kecut sambil fokus ke jalan depan.


"Benar apa kata amel, aku gak akan bisa bikin bang Angga suka sama aku, apa lagi mengambil hati bang Angga, seperti nya mustahil" ucap Rara dalam hati.


Tak berselang lama motor Rara memasuki gerbang sekolah, pak satpam menyambut Rara dengan ramah.


"Pagi pak, Amel sama Lia belum dateng ya pak?" tanya Rara, karena belum melihat motor sang sahabat.


"Belum neng, kayaknya sebentar lagi deh" ucap pak satpam.


"Kalau gitu aku masuk kelas dulu ya pak" ucap Rara, setelah memikirkan motornya Rara pergi masuk ke dalam kelasnya.


Rara duduk di kursi, sambil menunggu kedua sahabatnya, Rara mengambil buku dari dalem tas. Dua bulan lagi Rara akan melaksanakan ujian kelulusan dan gadis itu sudah memutuskan untuk kuliah di Itali, mengikuti jejak sang kaka.


Samar-samar Rara mendengar suara kedua sahabatnya yang sedang asik mengobrol, dan benar saja Amel dan Lia masuk ke dalam kelas bersama.


"Hay Ra, loh udah dateng" tanya Amel duduk di dekat Rara.

__ADS_1


"Iya loh berdua lama" ucap Rara masi setia membaca buku.


"Tumben nih rajin pagi-pagi udah baca buku" tanya Lia.


"Iya kita kan gak lama lagi ujian" ucap Rara menutup buku yang ia baca, lalu melihat kedua sahabatnya.


"Loh berdua mau lanjut kuliah di mana?" tanya Rara dengan serius.


"Gue udah mau nikah sama kak Bima" ucap Lia.


"Loh gak mau kuliah" tanya Rara.


"Gak, mau jadi istri aja" ucap Lia.


"Kalau loh Mel" tanya Rara melihat Amel.


"Gue mau lanjut kuliah di UI" ucap Amel melihat Rara.


"Kalau loh, mau lanjut kuliah di mana?" tanya Lia, dan Amel hanya mengangguk menunggu jawaban Rara.


"Gue mau lanjut di Italia sama kak Reyhan" ucap Rara, membaut Amel dan Lia saling pandang.


"Loh serius Ra, terus gimana sama bang Angga?" tanya Amel.


"Gak gue udah gak ngejar bang Angga lagi" ucap Rara kembali membuka buku yang tadi ia tutup.


"Kenapa Ra, kok tiba-tiba gitu, berarti kita bakalan ke pisa dong" ucap Lia sedih.


"Ya ela, cuma Italia juga" ucap Rara sambil tersenyum.


"Tapi itu kan jauh Ra" ucap Amel.

__ADS_1


"Udah gak usah melow gitu lagi" ucap Rara.


Tak berselang lama bel berbunyi, Rara, Amel dan Lia juga murid yang lain keluar dari dalam kelas.


__ADS_2