
Pengumuman penerbangan tujuan ke Italian sudah terdengar, Rara pun berpamitan pada kedua orang tuanya dan juga kedua sahabatnya. Mereka berpelukan cukup lama.
"Ma, Pa, Rara pamit ya," ucap Rara memeluk kedua orang tuanya.
"Iya sayang, kabarin mama sama papa kalau udah sampai ya, nanti kaka yang jemput kamu setelah tiba di sana," ucap mama Lara.
"Iya ma, pa," ucap Rara.
"Guys, gue pamit ya," ucap Rara pada kedua sahabatnya.
"Iya Ra, kabarin kita kalau loh udah tiba di sana ya," ucap Amel dan Lia.
"Iya sip, setelah gue kembali nanti, harus udah punya ponakan cantik dan ganteng ya dari loh," ucap Rara memeluk Lia.
"Iya doain ya Ra," ucap Lia membalas pelukan sang sahabat.
Selesai berpamitan, Rara pun masuk ke dalam bandara sambil melambaikan tangan pada kedua orang tuanya dan juga kedua sahabatnya.
Mama Lara dan papa Andi juga kedua sahabat Rara melihat punggung Rara yang mulai menghilang dari pintu masuk bandara.
Amel dan Lia mengobrol sebentar di sana, sambil sesekali bercanda. Apa lagi mama Lara ya terlihat menjahili Lia pengantin baru.
☘☘☘☘
Angga dan Ilham terjebak macet di jalan masuk bandara, membuat Angga memekik kesal di bautnya.
Pikk... Pikkk...
Angga membunyikan klakson beberapa kali, agar pengendara di depan maju, dan setelah menunggu selama 10 menit pun mobil Angga bisa masuk ke dalam area parkiran bandara.
Angga dan Ilham melihat kedua orang tuanya Rara sedang mengobrol bersama kedua sahabat Rara, tapi mereka tidak menemukan Rara di sana.
"Ayo Ham, kita turun," ajak Angga.
__ADS_1
Keduanya pun turun dari mobil dan mendekati kedua orang tuanya dan juga sahabat Rara.
"Om, tante, Rara mana?" tanya Angga, membuat ke dua orang tuanya Rara dan kedua sahabat Rara melihat ke arah suara.
"Bang Angga," ucap Lia dan Amel.
"Nak Angga," ucap mama Lara dan Papa Andi juga.
"Om, tante, Rara mana? Rara masi ada kan, Rara belum pergi kan om, tante?" tanya Angga lagi dengan raut wajah frustasi.
Kedua orang tuanya Rara saling pandang, lalu papa Andi menepuk punggung Angga dengan pelan, lalu berkata.
"Pesawat yang di naikin Rara barus saja berangkat 5 menit yang lalu nak Angga," ucap papa Andi.
Pupus sudah harapan Angga mendengar perkataan papa Andi, niatnya ingin meminta maaf pada gadis yang sudah membuatnya uring-uringan beberapa bulan ini, Rara sudah pergi ke negara orang.
Angga menatap pesawat yang mengudara di atas sana, yang Angga yakin itu lah pesawat yang di naikin oleh Rara sekarang.
"Kenapa kamu harus pergi, di saat aku sudah menyadari semua rasa ini untukmu," ucap Angga dalam hati sambil melihat pesawat yang semakin tak terlihat di atas sana.
"Sabar bro, sekarang gantian loh yang harus ngejar Rara," ucap Ilham menguatkan sang sahabat.
Kedua orang tua Rara dan kedua sahabat Rara hanya diam melihat Angga, yang terlihat murung dan sedih karena kepergian Rara.
"Sabar nak, Rara hanya pergi melanjutkan studi nya di Italia," ucap papa Andi menepuk punggung Angga dengan pelan.
"Saya minta maaf om, karena sudah membuat putri om dan tante terluka," ucap Angga.
"Sudah gak papa nak, yang lalu biarlah berlalu," ucap mama Lara tersenyum, begitu pun dengan papa Andi.
Mereka semua lalu pamit pulang ke rumah masing-masing, Angga duduk di dekat kursi kemudi dan yang mengemudi kan mobilnya saat ini adalah Ilham.
Ilham melirik sang sahabat yang hanya diam saja.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Angga, Angga langsung turun dari dalam mobil, tapi sebelum itu Angga meminta sang sahabat untuk membawa mobilnya saja.
Setelah mengantar Angga sampai di rumah, Ilham langsung putar balik mobil Angga dan keluar lagi dari gerbang rumah besar itu.
Angga berjalan gontai masuk ke dalam rumah, Angga melihat sang mama sedang duduk di rumah tengah sambil bermain ponsel.
"Ma!" panggil Angga dengan suara sendu.
"Sayang, kamu udah pulang?" tanya mama Sofia melihat sang putra.
"Ma," ucap Angga lagi dan langsung memeluk sang mama dengan erat.
Membaut mama Sofia terheran dengan kelakuan sang putra saat ini, tidak biasanya Angga begini.
"Ma, dia sudah pergi ma," ucap Angga di selah pelukannya pada sang mama.
"Dia siapa sayang,?" tanya mama Sofia mengusap punggung sang putra dengan sayang.
"Rara ma, Rara sudah pergi ke Italia," ucap Angga.
Mama Sofia tersenyum lalu melepaskan pelukan sang putra, Mama Sofia mengusap wajah putranya dengan pelan.
"Kamu suka sama Rara?" tanya mama Sofia, dan Angga hanya mengangguk pelan.
"Rara hanya pergi selama 4 tahun untuk melanjutkan studi nya sayang," ucap mama Sofia sambil tersenyum melihat sang putra.
"Iya ma, aku akan setia menunggu Rara pulang," ucap Angga.
"Iya, perjuangkan cinta kamu,
" ucap mama Sofia.
Setelah mengobrol dengan sang mama. Angga lalu naik ke lantai atas, di mana kamarnya berada, Angga masuk ke dalam kamar dengan langkah pelan.
__ADS_1
Sehabis membersihkan diri, Angga akan pergi ke ruangan sang papa, untuk mengecek rekaman CCTV beberapa bulan lalu. Rekaman cctv di mana Rara sering main ke rumah atas permintaan sang mama.
Next...