Cinta Sejati Abdi Negara

Cinta Sejati Abdi Negara
Pesta Pernikahan Sasmita


__ADS_3

Mobil yang di kendarai oleh Ilham memasuki lobby hotel. Di mana tempat acara pernikahan Sasmita akan berlangsung.


Angga dan Ilham gurun dari mobil dan langsung melangkah masuk ke ballroom hotel, suasana dalam gedung itu sangat ramai dan para undangan juga baru mulai berdatangan.


Langkah Angga terhenti melihat sang mantan kekasih sedang bersanding di pelaminan bersama pria lain, Ilham yang berada di dekat Angga menguatkan sang sahabat.


"Loh pasti bisa bro" ucap Ilham, membuat lamunan Angga buyar.


"Kita langsung kasi selamat ke meraka aja ya" ajak Angga melihat Ilham.


"Loh gak papa?" tanya Ilham


"Iya gue gak papa kok, ayo" ajak Angga, Ilham pun mengikuti sang sahabat naik ke pelaminan untuk mengucapkan selamat buat Sasmita dan sang suami.


Sasmita melihat Angga datang bersama dengan Ilham, senyum manis terbit di bibir Sasmita. Tapi Angga terlihat begitu dingin dan tidak menebarkan senyum sedikitpun, hanya Ilham lah yang cengar cengir pada kedua mempelai pengantin.


"Selamat ya, semoga kalian bahagia" ucap Angga.


"Makasih ya, udah mau dagang" ucap Sasmita, tapi tak mendapat balasan kata dari Angga.


"Makasih bro" ucap pengantin mempelai pria.


Di susul dengan Ilham yang memberikan selamat buat sahabat SMA nya itu, setelah memberikan selamat untuk kedua pengantin baru itu, Angga dan Ilham kembali turun dari pelaminan dan mencari meja yang masi kosong.


Kedua pria itu mengedarkan pedagang mereka untuk mencari meja kosong, dan pandangan Ilham tertuju pada salah satu meja yang di duduki oleh seorang pria dan wanita.


"Bro, itu bukannya si Reyhan ya sama cewek" ucap Ilham menunjuk me arah meja yang di duduki oleh Reyhan.


"Ke sana yuk" ajak Angga, Ilham dan Angga pun pergi menghampiri meja yang di duduki oleh Reyhan dan seorang wanita.


"Rey" panggil Ilham.


Reyhan dan wanita itu pun melihat ke asal suara, Angga dan Ilham berjalan menghampiri meja mereka. Senyum terbit di bibir Reyhan.


"Bro" panggil Reyhan.


"Apa kabar loh, loh datang ke Indonesia gak bilang-bilang" ucap Ilham memeluk sang sahabat.


"Sorry bro, gue tau kalian lagi sibuk tugas" ucap Reyhan.

__ADS_1


"Gue sama Angga gabung sini ya, gak ganggu kan?" tanya Ilham melihat Reyhan dan wanita itu.


"Gak kok santai aja, duduk sini aja biar kita bisa ngobrol juga" ucap Reyhan.


"Kita gak ganggu kan?" tanya Angga.


"Gak kok santai aja" ucap Reyhan sambil tersenyum.


"Kenalin teman gue namanya Melisa, Melisa kenalin ini sahabat SMA aku" ucap Reyhan.


Angga dan Ilham pun berkenalan dengan Melisa, mereka lalu mengobrol layaknya para teman.


"Adek loh gak di ajak?" tanya Ilham.


"Gak, kenapa kok loh nanyain adek gue sih?" tanya Reyhan menatap curiga sang sahabat.


"Hehehe,,, santai bro gue gak ada maksud kok" ucap Ilham sambil terkekeh geli melihat wajah Reyhan.


"Habis loh bikin curiga nanya adek gue" ucap Reyhan masih menatap Ilham.


"Karena adek loh gue sampai minum air kran di kantor gara-gara makan nasi goreng dari dia" ucap Ilham menatap Angga yang hanya diam saja sedari tadi.


"Iya lah gue serius, tuh nasi goreng sarapan buat Angga karena Angga udah sarapan ya buat gue aja" ucap Ilham.


Reyhan pun baru ingat kalau tempo hari sang adik pernah bangun pagi dan buat sarapan yang katanya buat temannya itu, dan sekarang Reyhan baru tau.


"Untung aja gak di aman sama Angga ya" ucap Reyhan sambil tersenyum melihat Angga.


Angga yang sedari tadi diam pun ikut mengobrol bersama kedua sahabatnya itu, sesekali Melis juga ikut dalam obrolan mereka.


Sedangkan Sasmita yang ada di pelaminan terus melihat ke arah Angga dan yang lain, sejujurnya Sasmita terpaksa menerima perjodohan itu, karena ia tidak mau kedua orang tuanya kecewa, dan sampai saat ini masi Angga lah yang ia cintai.


Tapi sekarang dia sudah menjadi istri dari pria yang duduk di samping saat ini, jadi ia harus bisa menerima semuanya.


☘☘☘☘


Mama Lara masuk ke dama kamar anak gadisnya itu, mama Lara melihat Rara sedang berbaring di atas ranjang.


"Sayang, kamu lagi apa?" tanya mama Lara masuk dan duduk atas ranjang dekat sang putri.

__ADS_1


"Gak kok ma, Rara cuma main hp aja" ucap Rara.


"Mama gak ngobrol sama papa?" tanya Rara, biasanya jam begini sang mama sedang mengobrol bersama sang papa.


"Papa kamu lagi kerja, mama gak mau ganggu sayang" ucap mama Lara.


"Ma, aku boleh nanya sesuatu gak?" tanya Rara bangun dari baringnya, lalu duduk bersama sang mama.


"Mau nanya apa?" ucap mama Lara melihat sang putri.


"Dulu waktu mama suka sama papa tuh gimana?" tanya Rara.


Mama Lara mengernyit kening nya heran dengan pertanyaan sang putri saat ini, pertanyaan yang tak biasa.


"Kok nanya gitu sih, kamu lagi jatuh cinta ya sama siapa?" tanya mama Lara menjahili sang putri.


"Iih mama, aku kan lagi nanya" ucap Rara kesal.


"Habis pertanyaan kamu gak biasanya sih gitu, kamu lagi jatuh cinta ya?" tanya mama Lara lagi.


"Gak, aku cuma pengen nanya aja" ucap Rara.


"Dulu itu papa sama mama ketemu nya gak sengaja di salah satu pesta pernikahan teman, waktu itu papa kamu datang sama pacarnya" ucap mama Lara terhenti melihat sang putri.


"Hah, sama pacar? jadi papa dulu udah punya pacar terus gimana nikah sama mama?" tanya Rara lagi dengan serius.


"Iya papa kamu dulu punya pacar, dan putus sama pacarnya dan nikah sama mama, mama juga butuh perjuangan buat mendapatkan hati papa kamu" ucap mama Lara mengingat perjuangannya dulu menyukai papa Andi.


"Papa kamu orangnya dingin, gak sembarangan" ucap mama Lara mengingat masa dulu.


"Terus gimana sampai mama bisa nikah sama papa?" tanya Rara.


"Setelah mama berhenti menyukai papa kamu dan sudah berusaha ikhlas buat yang lain, tiba-tiba papa kamu datang sendiri mencari mama, katanya kenapa udah gak pernah lagi gangguin hidupnya dan mama bilang kang dulu papa kamu bilang ke mama jangan ganggu hidupnya lagi jadi mama ikutin apa kata maunya" ucap mama Lara tersenyum melihat Rara.


"Berarti papa merasa kehilangan dong ma?" tanya Rara.


"Iya sayang, tampa papa kamu sadari ternyata setiap mama dekatin papa, papa udah mulai suka sama kehadiran mama, ya cuma gengsi aja gak mau ngaku" ucap mama Lara.


"Papa dulu ganteng ya ma?" tanya Rara semakin kepo.

__ADS_1


"Papa kamu waktu muda dulu liat kaka kamu, sama persis gantengnya, putih nya apa lagi dulu papa kamu sudah mimpin perusahaan waktu muda, banyak cewek-cewek yang suka sama papa" ucap mama Lara.


__ADS_2