
"Gawat Sa, gawat," ucap Sasmita dengan panik.
"Gawat kenapa sih?" tanya Sasa teman Sasmita.
"Obat yang gue kasi ke pelayan tadi di masukan ke dalam minuman Ilham," ucap Sasmita memegang kepalanya.
"Kok bisa sih, gimana caranya Sas," ucap Sasa bingung.
"Jadi gini, tadi itu gue ngasi bungkusan obat itu untuk pelayan itu, dan minta di masukan ke dalam minuman Angga, dan gue bilang sama pelayan itu minumannya di letakan di depan pria yang berbaju polisi dan Angga kan cuma pakai kemeja sama celana aja," ucap Sasmita.
"Jadi, pelayan itu meletakan minuman di depan Ilham?" tanya Sasa.
"Iya Sa," ucap Sasmita.
"Yah ampun, kok bisa jadi gini sih, kalau gitu gue harus temuin Ilham, dia pasti tersiksa," ucap Sasa.
"Loh mau ngapain?" tanya Sasmita.
"Mau bantuin Ilham lah, gak papa dia kan ganteng," ucap Sasa beranjak berdiri.
Sementara itu di dalam toilet Ilham sudah merasa tersiksa, di tamba dengan kepalanya yang sudah mulai pusing.
Tokk...
"Ham, loh gak papa kan? Ham buka pintunya," ucap Angga dari balik pintu.
"Nga gue udah gak kuat lagi Nga, ini menyiksa banget," ucap Ilham dari dalam toilet.
"Ham buka pintunya dulu Ham," ucap Angga.
Clekk...
Ilham membuka pintu lalu keluar dari dalam toilet, Ilham tidak menghiraukan Angga dan berjalan keluar toilet.
Bersamaan dengan seorang wanita yang berjalan ke arah toilet wanita, dengan cepat Ilham mendekati wanita itu dan berkata.
"Tolongin gue," ucap Ilham dengan wajah memerah.
Ilham langsung menarik tangan gadis itu dan membawanya pergi dari sana, Angga yang terus memanggil Ilham tak di hiraukan oleh Ilham.
"Gawat ini, apa yang mau Ilham lakukan," ucap Angga dalam hati mengejar Ilham.
Ilham dan wanita itu sudah masuk ke dalam lift, wanita itu membawa Ilham ke lantai sepulu, di mana kamarnya berada.
Angga yang mencari-cari Ilham benar-benar kehilangan jejak, Angga tidak mengenali wanita itu, karena Ilham langsung menariknya dengan cepat.
Angga mencoba untuk menelpon Ilham, tapi tak kunjung di angkat oleh Ilham.
"Ham loh kemana sih," ucap Angga sudah lelah mencari Ilham.
Saat ini jam sudah menunjukan pukul satu siang, dan Angga harus segera kembali ke perusahaan karena ada dapat penting.
Angga memutuskan untuk pulang, karena sang papa sudah menghubungi nya sedari tadi. Angga hanya bisa berharap Ilham baik-baik saja.
****
Seorang bocah kecil laki-laki berumur 3 tahun lebih sedang duduk di kursi rumah tunggu di sebuah bandara.
Bocah kecil itu sedang menunggu kedatangan sang aunty bersama dengan sang ayah, sudah menunggu hampir 15 menit tapi aunty nya belum juga tiba.
"Ayah aunty lama banget sih, Akas kan udah kangen banget," ucap bocah kecil itu.
"Sabar yah sayang, bentar lagi aunty juga keluar kok," ucap sang ayah.
Bocah kecil bernama Akas itu melihat ke arah pintu keluar, berharap aunty kesayangannya akan segera keluar.
Seorang wanita cantik dengan kacamata hitamnya keluar dari pintu keluar bandara, senyum terbit di bibir bocah kecil itu melihat sang aunty.
"Aunty Ici," ucap bocah kecil itu turun dari atas kursi meninggalkan sang ayah.
"Aunty Iciiii," panggil bocah kecil itu berlari ke arah sang aunty.
"Hay boy," ucap wanita itu yang tak lain adalah Lishi.
Lishi baru saja tiba di Indonesia, dan di jemput oleh sang kaka dan ponakan lucunya itu.
"Kamu ikut ayah mau jemput aunty yah?" tanya Lishi mencubit pipi sang ponakan.
"Ia aunty, kata eyang aunty bawa oleh-oleh buat aku," ucap bocah kecil itu.
"Iya, aunty bawa banyak oleh-oleh buat Akas," ucap Liahi sambil tersenyum.
"Hore, ayo ayah kita pulang, Akas gak sabar pengen liat oleh-oleh dari aunty," ucap Akas mengajak sang ayah.
"Iya sayang, ayo dek," ajak ayah Akas yang tak lain adalah kaka laki-laki Lishi.
Lishi mengandeng tangan ponakan nya itu berjalan ke arah di mana mobil terparkir, sedangkan sang kaka membawa koper milik Lishi sang adik.
__ADS_1
"Aunty kok lama banget sih di ual negri," ucap Akas.
"Maafin aunty yah, udah ninggalin Akas lama," ucap Lishi mencium pipi gembul bocah kecil itu.
"Aduh, geli aunty," ucap Akas.
"Biarin aja Akas geli, adik lagi ngapain di rumah?" tanya Lishi.
"Adik lagi bobo aunty, kata ayah adik gak bisa ikut jemput aunty (kalna karena) adik masi kecil," ucap Akas.
"Iih, kamu tuh yah lucu banget sih," ucap Lishi.
"Ia dong, ponakan nya siapa dulu," ucap Akas sambil tertawa.
Ayah Akas hanya tersenyum melihat sang putra yang begitu senang bertemu aunty nya lagi.
"Aunty paman Meo gak ikut kan?" tanya Akas melihat aunty Lishi.
"Kenapa sayang?" tanya Lishi.
"Aku gak suka sama paman Meo aunty, paman Meo suka liatin Akas mata gede," ucap Akas mengadu.
"Kenapa Akas bisa bilang gitu nak?" tanya Liahi.
"Paman Meo jahat aunty, Akas gak suka sama paman Meo," ucap Akas lagi.
"Dia benar-benar jahat sayang, dan untung saja ada orang baik yang nolongin aunty di sana," ucap Lishi dalam hati.
"Aunty kok bengong sih, lagi mikirin paman Meo yah, gak usah si pikirin aunty," ucap Akas.
"Gak kok sayang, aunty lagi mikirin Akas aja," ucap Lishi sambil tersenyum paksa.
"Iya aunty gak usah mikirin paman Meo lagi yah, mikirin Akas sama adik Arsi aja," ucap bocah kecil itu.
"Iya sayang," ucap Lishi mencium pipi gembul Akas.
Tak berselang lama mobil yang di kendarai oleh ayah Akas pun memasuki gerbang rumah Lishi, Lishi turun bersama Akas, lalu di susul oleh sang kaka juga.
****
Hari sudah berganti malam, di salah satu kamar hotel, terlihat dua anak manusia sedang tertidur pules di atas ranjang yang sama.
Dengan pelan sang pria membuka matanya dengan pelan, dan melihat sekelilingnya sambil memegang kepalanya yang masi sedikit pusing.
Pria itu adalah Ilham, Ilham melihat ke arah samping di mana seorang wanita juga sedang tertidur pules.
Ilham melihat wajah damai wanita itu, cantik kulit puti dan hidung mancung, Ilham mendekat dan mengusap wajah wanita itu dengan pelan.
"Maaf kan aku, ini semua terjadi karena aku," ucap Ilham dengan pelan.
Wanita itu membuka kedua matanya dengan pelan, dan melihat Ilham yang sedang melihatnya juga, keduanya saling pandang cukup lama.
"Maaf kan aku, aku akan bertanggung jawab dengan semua ini," ucap Ilham dengan serius.
Wanita itu masi melihat wajah tampan Ilham, Ilham lalu mendekatkan wajahnya dan mencium kening wanita itu dengan lembut.
"Sekali lagi maafkan aku," ucap Ilham.
Wanita itu yang tak lain adalah Feli pun hanya diam mematung, Feli lalu mengulurkan tangannya untuk mengusap wajah tampan Angga, dari hidung ke mata, dari mata ke bibir.
"I Love you," ucap Feli lalu mendaratkan kecupan di bibir Ilham.
"I love you too," ucap Ilham setelah Feli melepaskan ciumannya.
Keduanya kembali berciuman dengan mesra, di atas ranjang yang menjadi saksi atas cinta mereka berdua.
Sudah lama Feli memendam rasa suka pada Ilham, dan begitu pun dengan Ilham. Keduanya hanya saling memendam perasaan saja kalau bertemu.
Ilham memeluk Feli dengan erat, dan Feli membalas pelukan hangat Ilham. Keduanya bersama seolah engan berpisah.
Drattt...
Dratt...
Ilham melihat ponselnya yang berdering di atas meja nakas, Ilham sudah bisa menduga kalau itu pasti telpon dari Angga.
"Ponsel kamu bunyi," ucap Feli melihat Ilham.
Ilham mengambil ponselnya dan mengangkatnya.
"Hallo Ham loh di mana, loh baik-baik aja kan?" tanya Angga dengan kuatir.
"Iya gue baik-baik aja kok," ucap Ilham.
"Loh baru bangun tidur yah, loh tidur di hotel?" tanya Angga dari seberang telpon.
"Siapa?" tanya Feli.
__ADS_1
Di seberang sana Angga mengernyit keningnya dengan heran, Angga tidak salah dengar ia mendengar suara seorang wanita barusan.
"Ham, loh lagi sama cewek?" tanya Angga.
"Iya," ucap Ilham.
"Astaga Ham, jangan bilang loh," ucapan Angga terhenti karena mengingat wanita yang di tarik oleh Ilham tadi siang.
"Nanti gue ceritain, panjang ceritanya," ucap Ilham.
"Oke, loh ke rumah gue pulang dari situ, gue tunggu," ucap Angga lalu panggilan telpon mati.
"Siapa?" tanya Feli melihat Ilham.
"Angga," ucap Ilham mengusap wajah cantik Feli.
"Kamu mandi duluan yah, aku anter pulang," ucap Ilham.
"Aku gak mau pulang ke rumah, aku mau ke apartemen aja," ucap Feli.
"Yah sudah, nanti aku anter kamu ke apartemen," ucap Angga.
"Yah sudah," ucap Feli.
Ilham bangun mengambil handuk kimono dan memakainya. Ilham lalu mengambil handuk kimono dan memberikan pada Feli, Feli masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri duluan.
****
Saat ini Angga sudah bersama Ilham di dalam kamar Angga, Angga begitu penasaran dengan Ilham.
"Jelasin sama gue, siapa cewek yang loh tarik tadi di hotel?" tanya Angga.
"Feli," ucap Ilham.
"Loh lakuin itu sama dia?" tanya Angga.
"Iya, karena cuma dia yang gue cinta, dan gue sangat bersyukur dia ada di sana tadi siang," ucap Ilham.
"Loh suka sama Feli, sejak kapan?" tanya Angga kaget.
"Sejak dia nabrak mobil gue pagi-pagi tempo hari," ucap Ilham.
"Terus gimana sekarang?" tanya Angga dengan serius.
"Gue bakalan tanggung jawab dan nikahin Feli secepatnya," ucap Ilham.
"Emang harus gitu bro, tapi yang bikin gue heran apa ia Sasmita dan temannya sudah menaruh sesuatu ke dalam minuman loh," ucap Angga.
"Mungkin Sasmita mau menjebak lih Nga, cuma gue yang kena," ucap Ilham.
"Iya, gue bersyukur banget loh yang minum, kalau gue kan bisa berabe hidup gue," ucap Angga sambil tersenyum.
Ilham hanya melihat Angga dengan kesal, Angga emang paling bisa menjahili dirinya.
"Gimana?" tanya Angga sambil tersenyum geli.
"Gimana apanya?" tanya Ilham menatap Angga.
"Buka segel," ucap Angga menahan tawa.
"Sialan loh," ucap Ilham dengan kesal.
Angga hanya tertawa terbahak-bahak melihat wajah kesal Ilham, sedangkan Ilham di buat kesal dengan kejahilan Angga sekarang.
"Loh nyuruh gue ke sini cuma buat ketawa in gue yah?" tanya Ilham.
"Santai bro, gak kok cuma lucu aja seorang Ilham bisa tidur sama cewek," ucap Angga sambil tertawa.
"Emang nanti loh gak bakalan tidur sama Rara kalau udah nikah," ucap Ilham.
"Yah mau lah, eh ngomong-ngomong Feli udah pulang?" tanya Angga.
"Udah gue anter ke apartemen," ucap Ilham.
"Sekarang kalian udah pacaran dong?" tanya Angga.
"Iya," ucap Ilham.
"Wih keren, sekarang teman gue udah gak jomblo lagi," ucap Angga.
"Sasmita harus di berjalan pelajaran," ucap Ilham dengan marah.
"Loh benar, kita harus kasih pelajaran sama wanita itu," ucap Angga.
Tak berselang lama pintu kamar Angga di ketuk oleh bibi, bibi memanggil Angga dan Ilham untuk makan malam. Karena papa Lukman dan mama Sofia sudah menunggu di meja makan.
Angga dan Ilham pun turun ke lantai bawa, mama Sofia dan papa Lukman sudah menunggu mereka di ruan makan. Mama Sofia mengajak Angga dan Ilham untuk segera mendekat dan meraka pun makan malam bersama.
__ADS_1
Next...