Cinta Sejati Abdi Negara

Cinta Sejati Abdi Negara
Rara Tiba Di Italia


__ADS_3

Reyhan sudah menunggu kedatangan sang adik di ruang tunggu, pesawat yang membawa Rara baru saja tiba, Reyhan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya saat ini, sudah menunjukan pukul 8 malam waktu Italia.


Sambil menunggu sang adik, Reyhan pun mengambil ponsel miliknya dari dalam saki jaketnya, Reyhan melihat ada beberapa panggilan dari sahabatnya yang berada di indonesia.


"Ada 15 panggilan tak terjawab dari Angga, ada apa ya nih anak nelpon," ucap Reyhan dalam hati.


Reyhan ingin menekan tombol panggil, tapi ia urungkan karena mendengar suara panggilan sang adik.


"Kak Rey!" panggil Rara sambil keluar dari terminal kedatangan sambil menarik koper miliknya.


Reyhan melihat ke arah sang adik, lalu kembali memasukan ponsel miliknya ke dalam saku jaketnya, Reyhan beranjak dan memeluk sang adik dengan erat.


"Dek, gimana perjalanannya, kamu gak papa kan, ini kali pertama lo kamu menempuh perjalanan jauh sendiri lagi," ucap Reyhan.


"Gak papa kok kak, aku baik-baik saja," ucap Rara memeluk sang kaka dengan manja.


"Ya sudah ayo kita pulang, ini udah malam juga, kamu harus istirahat," ucap Reyhan.


"Ayo kak," ucap Rara juga.


Reyhan membawa koper milik adiknya itu, lalu memasukan ke dalam bagasi mobil miliknya. Mobil Reyhan pun keluar dari area parkiran bandara. Rara melihat indahnya pemandangan negara Italia dari balik kaca mobil.


"Negaranya indah ya kak, aku suka," ucap Rara melihat sang kaka.

__ADS_1


"Iya dek," ucap Reyhan tersenyum melihat sang adik.


Selama tinggal di Italia, Reyhan tinggal di salah sayu unit apartemen mewah tak jauh dari tempat ia melanjutkan studi, dan sekarang Rara akan tinggal di sana bersama sang kaka.


"Dek, mama sama papa udah berapa kali nelpon kaka nanyain kamu," ucap Reyhan.


"Ia aku lupa ngabarin mereka kak, aku kirim chet aja sama mama, aku lagi capek banget nanti kalau ngomong sama mama panjang, gak habis-habis," ucap Rara mengambil ponsel miliknya dari dalam tas branded miliknya.


Rara mengirim pesan untuk mama Lara, dan juga mengirim pesan di group WA yang hanya ada tiga anggo saja, ya itu ia dan kedua sahabatnya.


Tak lama kemudian mobil milik Reyhan memasuki parkiran apartemen, Reyhan memikirkan mobilnya lalu mengajak sang adik turun, Reyhan juga tidak lupa mengeluarkan koper milik adiknya dari dalam bagasi mobil.


"Ayo dek, unit kaka ada di lantai 16," ajak Reyhan.


Rara pun mengikuti sang kaka masuk ke dalam lift sambil berbalas pesan dengan para sahabat.


Pintu lift terbuka, Reyhan dan Rara keluar dari dalam lift, setelah tiba di depan pintu apartemen milik Reyhan, Reyhan langsung menekan pin pintu apartemen lalu pintu terbuka.


"Ayo dek masuk, ini apartemen kaka," ucap Reyhan.


Rara tak menghiraukan perkataan sang kaka, gadis itu mala pergi ke dekat jendela kaca dan melihat indahnya pemandangan kota dari atas sana, gemerlap lampu-lampu begitu indah dari atas sana.


Rara mengabadikan momen itu untuk di jadikan story media sosial miliknya, sedangkan Reyhan hanya geleng kepala melihat tingkah adiknya itu.

__ADS_1


☘☘☘☘


Di belahan dunia lain, tepatnya di Indonesia terlihat seorang pria sedang mengerucut kesal sambil mengomel sambil melihat ponsel miliknya, sudah hampir 30 kali ini menelpon sang sahabat tapi tak kunjung mendapat jawaban.


"Rey, lagi ngapain sih gak angkat telpon gue," ucap pria itu dengan kesal yang tak lain adalah Angga.


Sudah 28 kali Angga menghubungi sahabatnya itu, tapi tak kunjung mendapat jawaban dari Reyhan.


Angga melihat jam yang saat ini sudah menunjukan pukul 9 pagi waktu indonesia.


Angga kembali menelpon Reyhan, tapi lagi-lagi hanya suara operator yang ia dengan.


"Nyebelin banget sih si Reyhan," ucap Angga dengan kesal membanting ponsel miliknya di atas ranjang.


Niat Angga adalah ingin menanyakan Rara, apa sudah tiba di Italia, Angga begitu kuatir dengan gadis itu yang pergi sendirian, tapi Reyhan tak mengangkat telpon nya sedari tadi.


Angga hari ini tidak ke kantor, karena ia akan ke kantor sang papa ada rapat yang harus ia pimpin di perusahaan.


Angga lalu bersiap-siap pergi ke kantor, karena sang papa pasti sudah menunggu di perusahaan, rapat nanti akan di mulai jam 10:00 dan Angga masi punya waktu sejam untuk berangkat ke kantor.


Di sela memakai jas kantor miliknya, Angga melirik ponsel miliknya yang ada di atas ranjang, sampai sekarang juga sahabatnya itu tidak menghubunginya balik.


"Lagi ngapain sih tuh anak, telpon balik gue aja gak," ucap Angga lagi.

__ADS_1


Next...


Maaf ya guys, udah buat menunggu setia juga😊🙏🙏


__ADS_2