CINTA SUCI RATU SAMUDERA

CINTA SUCI RATU SAMUDERA
PENYELIDIKAN PASUKAN KELANA


__ADS_3

Jaladhi dan pasukan kelana melanjutkan perjalanan ke arah barat. Ke wilayah Kerajaan daratan Abyudaya. Kerajaan ini dikuasai oleh Raja Akusara Baswara Patangga. Permaisuri dari kerajaan ini merupakan adik dari raja Kerajaan Segara Pitu. Diperkirakan rencana


makar Kerajaan Segara Pitu mendapat dukungan dari wilayah kerajaan ini.


Mereka berhenti di pinggir sungai untuk mengistirahatkan kuda-kuda yang sudah kelelahan karena harus melakukan perjalanan jauh.


"Setelah ini kita kemana Kakang Jaladhi?" tanya prajurit Samba.


"Apakah tidak sebaiknya jika kita langsung ke kotaraja?" Bayu Putra menyela.


"Tidak. Untuk saat ini kita menyelusuri wilayah-wilayah hutan dari kerajaan ini. Jika mereka mengadakan sebuah latihan keprajuritan secara tersembunyi pasti membutuhkan sebuah lapangan yang luas," jelas Jaladhi.

__ADS_1


"Beberapa diantara kalian akan aku perintahkan untuk tinggal di kotaraja Kerajaan Abyudaya. Bahkan kalau bisa menyusup ke kerajaan menjadi seorang prajurit rendahan, tugasnya menggali informasi yang ada di dalam istana."


"Siap Kakang," jawab pasukan kelana.


Kuda-kuda minum di sungai dengan tenangnya. Setelah menyelesaikan masalah dahaganya, kuda-kuda tersebut merumput tidak jauh dari sungai itu.


Tiba-tiba terdengar suara kuda lain yang mendekati sungai. Pasukan kelana langsung memindahkan kuda-kudanya menjauh dari sungai. Setelah dirasa cukup aman, masing-masing dari kuda itu diikatkan di pohon dan ditinggalkan untuk merumput.


"Nyai Santika Darliah setelah ini kita kemana?" tanya laki-laki yang kesulitan untuk berjalan.


"Kalian ke hutan Samasta yang ada di lereng gunung. Kalian kembalilah kesana untuk mengobati luka-luka kalian," perintahnya kepada keempat orang tersebut.

__ADS_1


"Sedangkan aku akan kembali ke Kerajaan Segara Pitu, aku sudah sangat merindukan sentuhan Kakang Raja Suteja Thani," wanita itu pun tertawa penuh kegirangan membayangkan hari-hari yang dipenuhi dengan kenikmatan bercinta dengan Raja Suteja Thani. Kekuatan dan permainan Raja Suteja Thani benar-benar membuatnya terkapar puas, mendapatkan kepuasan bercinta berkali-kali dalam setiap percintaan mereka. Dan saat ini setelah menjalankan tugas yang diberikan olehnya, Santika Darliah begitu merindukan sentuhan-sentuhan panas Raja Suteja Thani. Dia pun tertawa dengan kerasnya membayangkan panasnya permainan ranjang yang akan mereka mainkan sebagai hadiah untuk tugas yang sudah selesai dijalankannya.


Keempat laki-laki yang ada di rombongan itu tidak habis pikir dengan Raja Suteja Thani. Begitu banyak wanita cantik bermoral yang tahu tata subasita ( sopan santun ), kenapa dipilihnya wanita gila ini sebagai salah satu selir kesayangannya. Bahkan mereka pun tidak sudi disuguhi wanita seperti itu. Meskipun mereka bukan orang baik tapi mereka lebih memilih untuk memiliki seorang istri yang baik untuk menemani perjalanan hidup mereka. Sedangkan wanita yang di hadapannya ini sungguh garang, tingkah lakunya sangat liar, seperti tidak pernah dididik dengan tata krama.


Pasukan kelana saling menatap. Mereka pun bergidik dan ikut merasa jijik dengan wanita liar itu. Diperolehnya bahwa nama wanita itu Santika Darliah dan merupakan selir dari Raja Suteja Thani dari wilayah kerajaan Segara Pitu yang berniat makar.


"Nyai Santika Darliah, apakah menurutmu Ratu Sanura telah mati kau bunuh?" tanya salah seorang dari keempat orang itu.


"Dia tidak akan semudah itu mati. Tapi luka yang dialaminya sangat berbahaya dan tidak akan dapat disembuhkan dalam waktu cepat. Kerisku ini sakti mandraguna. Siapapun yang tertusuk keris ini akan seperti tergigit banyak bisa ular dari berbagai jenis ular. Dan dendam jiwa ular yang ada di keris ini sangat dahsyat," jelas Santika Darliah.


Selesai menghilangkan lelah, Santika Darliah melanjutkan perjalanan ke Segara Pitu. Sedangkan keempat orang lainnya menuju ke hutan Samasta.

__ADS_1


Pasukan kelana langsung memencar. Jaladhi dan dua orang lainnya mengikuti ke hutan Samasta, sedangkan keempat yang lainnya lagi pergi ke Kotaraja Abyudaya.


__ADS_2