
Bala tentara laut Segaralaya sedang giat-giatnya melakukan latihan perang. Pasukan permukaan laut, pasukan dasar laut, pasukan gunung laut, pasukan hutan laut, dan pasukan-pasukan dari kesatuan lainnya berlatih perang dengan penuh kedisiplinan. Bahkan ada kalanya ratu mereka ikut serta dalam latihan perang. Sang ratu sering memposisikan diri dan kelompoknya sebagai tentara musuh Segaralaya. Tentu saja kesatuan tentara Segaralaya harus berusaha habis-habisan untuk bisa menghadapi serangang sang ratu samudera. Belum lagi yang menjadi kelompok sang ratu merupakan prajurit-prajurit pilihan dan para Senopati pilih tanding. Serangan dan strategi sang ratu samudera begitu luar biasa. Membuat latihan seolah-olah antara hidup dan mati. Dalam latihan ini Lintang Samudera tidak menjadi bagian kelompok sang ratu, dirinya berada dalam gabungan pasukan tentara yang menjadi musuh sang ratu.
Saat latihan perang di dasar laut, pasukan menggunakan batu penerang, karena di dasar laut sangat gelap gulita. Sang ratu ikut serta dalam latihan perang ini, dirinya dan para Senopati pilihan beserta para prajurit pilihan yang sudah dipilihnya secara khusus, memposisikan diri sebagai musuh Segaralaya. Berbagai serangan dikerahkan oleh sang ratu. Sang ratu dan pasukan pilihannya berusaha merampas batu-batu penerangan yang dimiliki oleh setiap prajurit yang menjadi lawannya. Pertempuran di dasar laut tanpa batu penerangan sama saja seperti buta, tidak akan ada apapun yang tampak, gelap gulita. Para prajurit yang menyadari taktik sang ratu segera mempererat ikatan kain bening pembungkus batu. Tidak ada kata sungkan atau segan, saat latihan para prajurit bebas untuk menyerang sang ratu dan pasukannya.
Lintang Samudera memposisikan diri menjadi lawan istrinya. Dengan gencar pertarungan itupun terjadi. Pasukan-pasukan yang berada di kubu Lintang Samudera dengan serentak melakukan perlawanan sengit. Mereka sengaja memilih Lintang Samudera sebagai panglima perang dari kubu mereka, semua taktik diijinkan, jadi para prajurit yang menjadi lawan ratu sengaja menjadikan Lintang Samudera sebagai lawan sang ratu.
Berbagai hewan laut penghuni dasar laut diikutsertakan. Dengan gencar hewan-hewan ini digunakan sebagai tunggangan sekaligus tempat bersembunyi bahkan kadang berkelahi di atasnya.
Lintang Samudera berusaha sepenuh hati untuk bisa mengalahkan pasukan istrinya. Pasukan Lintang Samudera dipecah menjadi beberapa bagian, salah satunya menggunakan dasar laut sebagai tempat perkelahian menghadang sepak terjang pasukan dasar laut sang ratu. Sebagian lagi menggunakan hewan-hewan laut untuk menghadang prajurit yang berusaha membantu menerjang pasukan dasar laut. Baku hantam pun tidak bisa dielakkan lagi. Hewan-hewan dasar laut yang memiliki ukuran besar itu terus bergerak menyerang pasukan sang ratu, panah-panah bertebaran. Pasukan sang ratu yang tidak memiliki hewan tunggangan langsung melompat menuju hewan tunggangan lawan. Pertempuran pun banyak terjadi di atas hewan tunggangan. Senjata-senjata yang sudah ditumpulkan dan ditutup dengan rumput laut yang cukup tebal, saling berdentang keras.
Lintang Samudera bertarung di atas tunggangannya melawan sang ratu. Saling baku hantam dan saling menghindar. Dengan lihai Lintang Samudera mampu mengimbangi serangan istrinya. Suatu waktu saat dirinya lengah sang ratu berhasil menendangnya keras dan membuatnya jatuh bebas ke dasar laut. Tapi sebelum dirinya sampai di dasar laut, selendang Baruna yang membelit di pinggang sang ratu melepaskan diri, dan menolong Lintang Samudera.
"Bahkan selendang Baruna sudah berani mengkhianati ku?" gumam sang ratu sedikit kesal.
Selendang Baruna menangkap Lintang Samudera dan membawanya kembali ke atas hewan laut yang menjadi tunggangannya. Lalu selendang Baruna kembali kepada Ratu Samudera.
__ADS_1
Para prajurit yang berada di kubu Lintang Samudera bersorak sorai melihat kejadian itu. Semangat mereka semakin meluap-luap setelah melihat selendang Baruna secara terang-terangan memihak kepada Lintang Samudera bukannya berpihak pada sang ratu.
Saka Sangkara kali ini beruntung bisa diikutsertakan dalam latihan perang ini. Dirinya berada di kubu Lintang Samudera. Strategi yang dipasang Ratu Samudera sangat luar biasa, tapi strategi yang digunakan Lintang Samudera tidak kalah menakjubkan. Saka pun melihat dengan jelas saat selendang Baruna menolong Lintang Samudera. Membuat api cemburu di dalam dirinya semakin menyala besar. Tapi diabaikannya rasa cemburu itu. Rencananya lebih utama.
Latihan perang di dasar laut pun usai, dengan hasil yang seimbang. Prajurit di bawah pimpinan Lintang Samudera girang bukan kepalang, baru kali ini bisa mengimbangi strategi sang ratu. Ratu Samudera hanya tersenyum melihat kelakuan bala tentaranya. Kalau bukan karena selendang Baruna menolong Lintang Samudera tentu mereka semua sudah kalah. Tapi dirinya memang membiarkan taktik apapun untuk digunakan. Termasuk tipu muslihat, dan memanfaatkan rasa cinta Ratu Samudera kepada sang suami. Ratu Samudera pun berlalu diikuti prajurit pilihannya.
🔸🔸🔸🔸🔸
"Malam ini, rencana kita laksanakan mulai malam ini!" perintah Saka Sangkara pelan.
"Hati-hati pengawalan di dasar laut sangat ketat. Prajurit yang bertugas di sana memiliki ilmu yang cukup tinggi," jelas Saja Sangkara.
"Kenapa hanya sebuah dasar laut tapi diberi penjagaan ketat?" tanya teman Saka.
"Karena di sana merupakan tempat penjara bagi tawanan-tawanan yang berbahaya. Terutama yang sangat membahayakan keselamatan kerajaan ini," jelas Saka kembali. "Sebaiknya kita cepat bergerak."
__ADS_1
Saka dan teman-temannya bergerak memencar dengan tujuan sama, menuju dasar laut. Perjalanan mereka dilalui dengan tanpa hambatan. Di istana Segaralaya ini, Saka tidak berani menggunakan ilmu sirep atau apapun juga, karena ilmu yang berasal dari alam bawah sadar itu dengan cepat dimentahkan oleh Ratu Samudera.
Dalam perjalanan menuju dasar laut, Saka Sangkara melihat Lintang Samudera. Dengan cepat dirinya bersembunyi. Lintang Samudera pun sedang menuju dasar laut tepatnya menuju penjara dasar laut.
"Bagaimana ini? Apakah lanjut?" tanya salah seorang teman Saka.
"Sudah separuh jalan tentu harus lanjut. Kalau kita tiba-tiba kembali akan menimbulkan kecurigaan para prajurit jaga. Pun tidak bisa sampai ke tempat tujuan yang penting kita sudah tahu tempat penyimpanan mutiara laut," jawab Saka.
Lintang Samudera berjalan menuju penjara dasar laut. Kali ini dirinya mendapat tugas untuk menanyakan hubungan pengkhianatan yang terjadi antara beberapa pejabat kerajaan Segaralaya dengan rencana makar kerajaan Segara Pitu.
Lintang Samudera menuju penjara Adipati Singo Badi.
"Singo Badi, apa kabarmu?" tanya Lintang Samudera. "Apa sudah mau buka mulut, atau mau tinggal di sini sampai mati?" lanjut Lintang Samudera.
Singo Badi menggeram marah. Batu penerangan yang dibawa Lintang Samudera ke dalam penjaranya membuatnya memicingkan mata. Ratu Samudera memerintahkan kepada Senopati Laut Muda untuk membawanya ke penjara dasar laut yang gelap gulita tanpa cahaya. Dalam waktu cukup lama Singo Badi berapa dalam penjara itu, menjadikannya seperti mayat hidup.
__ADS_1