
Sang ratu samudera dan Lintang Samudera berada di bibir pantai. Dada Lintang Samudera berkecamuk sangat kencang. Inilah saatnya menjalani kehidupan nyata. Menjadi suami seorang ratu samudera. Bukan hal mudah bisa diakui oleh bala tentara laut Segaralaya. Perjuangannya baru dimulai.
Prajurit segelar sepapan menyambut kembalinya sang ratu samudera, seorang ratu sekaligus panglima perang tertinggi dari kerajaan laut Segaralaya, seorang prajurit wanita pilih tanding di jagad raya. Perpaduan kewibawaan, kecantikan, keperkasaan, ketangguhan, kelembutan, keanggunan, berpadu menjadi satu, menjadi suatu daya penarik luar biasa di alam semesta ini. Setiap prajurit Segaralaya memberikan penghormatan atas kembalinya sang ratu samudera ke wilayah kekuasaannya. Salah satu penguasa wanita yang mumpuni diantara penguasa-penguasa yang sebagian banyak seorang laki-laki.
"Hormat kami Ratu Samudera," seluruh bala tentara kerajaan laut Segaralaya memberikan penghormatan dengan meletakkan tangan kanan mengepal di depan dada, pandang mata lurus ke depan tertuju ke arah sang ratu.
Ratu Samudera dengan aura kewibawaannya melangkah melewati seluruh pasukan yang menyambutnya. Dengan pesona tiada tanding diberikannya sesorah ( pidato ) untuk menaikkan daya juang seluruh pasukan Segaralaya. Suara prajurit kerajaan laut Segaralaya bergemuruh ramai memecah keheningan alam laut, saling bersorak-sorai penuh kebanggaan. Sebuah kebanggaan berada di bawah seorang ratu samudera yang sangat membanggakan. Ombak besar berbaris rapi ikut memberikan penghormatan kepada sang ratu samudera. Deburannya memecah dan kembali menggulung tinggi lalu kembali lagi ke laut.
Lintang Samudera hatinya membuncah, ikut merasakan gempita sambutan yang ditujukan untuk sang istri. Seluruh prajurit berbaris rapi dengan segenap rasa hormat, kepatuhan, dan kesetiaan. Istrinya memang seorang pahlawan besar, seorang ksatria wanita sejati. Rasa bangga menyeruak di dalam relung hatinya, tapi di sisi lain rasa percaya dirinya diaduk-aduk oleh kharisma sang istri. "Aku harus berusaha untuk menjadi seorang suami yang layak duduk berdampingan dengan seorang istri yang menjadi seorang penguasa kerajaan besar," janji Lintang Samudera di dalam hati. Janji yang di kemudian hari menjadi berbuah manis. Janji yang untuk dicapainya penuh dengan perjuangan, pengorbanan, dan air mata.
Sebuah kereta kencana sengaja disediakan untuk menjemput sang ratu samudera dan suaminya. Tapi sang ratu lebih memilih kembali dengan menggunakan kudanya, bersatu dengan segenap bala tentaranya, menjadi bagian dari semangat juang semua pasukan. Lintang Samudera dibekali dengan mutiara laut, yang membuat dirinya bisa bernafas dan bergerak seperti di daratan. Tanpa bekal mutiara laut, manusia dari wilayah daratan tidak akan bisa hidup di dalam laut. Lintang Samudera membawa kudanya di belakang sang ratu samudera. Istrinya benar-benar berubah sosoknya, dari seorang Candani Paramita yang selalu ramah, berubah menjadi seorang ratu besar yang luar biasa berwibawa. Seorang ratu yang setiap tutur katanya selalu diperhatikan oleh semua kawulanya.
Dayang-dayang berbaris rapi. Mereka saling berbisik memuji ketampanan dan kegagahan suami sang ratu samudera. Di sisi lain para prajurit memperhatikan dengan seksama pada diri Lintang Samudera. "Jangan harap mendapat pengakuan dari bala tentara kerajaan Segaralaya, kecuali mampu membuktikan layak untuk menjadi guru besar di kerajaan ini," ucap masing-masing di hati prajurit.
Di kerajaan laut Segaralaya jika sang penguasa seorang ratu, maka suami ratu tidak akan menjadi raja, melainkan menjadi guru besar yang akan dihormati oleh semua kawula laut termasuk sang ratu sendiri. Dan untuk menjadi guru besar harus membuktikan kemampuannya dalam menjaga dan mengayomi.
🔸🔸🔸🔸🔸
Sebuah pertemuan agung diadakan di Balairung istana Segaralaya. Ratu Samudera dengan pesonanya melibas mengalahkan semua keindahan yang ada.
__ADS_1
Sang ratu samudera tidak segera duduk di dampar nya, dia terus berdiri menatap tajam ke setiap mata para punggawanya. Mata tajam milik sang ratu samudera seakan-akan ingin melahap siapapun yang telah menjadi pengkhianat. Diedarkannya pandangan.
"Senopati Biru Loka, Senopati Sawu Banyu, Senopati Laut Muda, tangkap semua punggawa kerajaan yang berani berkhianat, tangkap semua pemimpin prajurit yang dengan beraninya mengkhianati kekuasaan ku, tangkap semua pengkhianat yang ada di istanaku. Hukum mereka dengan hukuman yang setimpal!" suara lantang Ratu Samudera mengisi ruang Balairung pertemuan.
Nyali para punggawa yang berkhianat menciut. Mereka telah meremehkan kemampuan sang ratu. Dianggapnya Ratu Samudera sedang mabuk kepayang oleh cinta. Tidak dinyananya Ratu Sanura tetap seorang ratu samudera dengan kemampuan pengawasan dan pengendalian menyeluruh.
Yang tidak berkhianat, hatinya berdebar-debar keras, tidak disangkanya meskipun Ratu Samudera melakukan perjalanan dalam waktu yang lama, tapi seluruh keadaan wilayah laut tetap dalam genggamannya.
Huru hara pun terjadi. Tidak ada lagi tempat bersembunyi. Semua pengkhianat yang berada di dalam kerajaan Segaralaya ditangkap. Para Senopati yang diberi mandat dengan cepat dan cekatan mengerahkan anak buahnya menangkap nama-nama mereka yang sudah masuk dalam daftar pengkhianat. Beberapa pengkhianat yang berasal dari kesatuan prajurit melakukan perlawanan sengit, dan dengan cepat ditaklukkan, perlawanan yang mereka lakukan tidak ada artinya sama sekali. Para punggawa yang memiliki kesaktian melawan saat akan ditangkap. Punggawa yang berkhianat itu unjuk kesaktian. Pertarungan sengit yang terjadi di Balairung istana membuat murka sang ratu.
Semua pengkhianat dikumpulkan di hadapan Ratu Samudera. "Kalian mau unjuk kesaktian
Para punggawa yang berusaha menyelamatkan diri, dengan keterpaksaan menghentikan perlawanannya. Hanya ada dua pilihan jika harus bertarung dengan ratu samudera, kalah dan dipermalukan, atau mati karena tidak mampu melawan.
"Kenapa kalian berani mengkhianati ku?" tanya Ratu Samudera tajam. "Selama ini kalian menjadi punggawa yang setia. Dan kalian barisan para prajurit baru dengan kurang ajarnya berani berkhianat. Hanya modal tampang dan beladiri seadanya sudah berani mengkhianati ku. Dan kalian para pemimpin prajurit, baru sehari dua hari memegang jabatan sudah berani berkhianat di belakang ku. Kalau kalian memang merasa sakti, lawan aku sekarang juga," suara tantangan dari Sang Ratu begitu lantang.
Para pemimpin prajurit dan prajurit muda yang berkhianat dengan sombongnya maju ke depan menerima tantangan sang ratu. Tanpa aba-aba Ratu Samudera menyerang para prajurit yang sudah berani melangkahi kekuasaannya. Dihantam dan dilemparkannya mereka satu persatu. Hanya dengan dua jurus, para pengkhianat yang berani menantangnya jatuh tersungkur tidak berdaya.
Setelah kemarahan sang ratu agak mereda, salah seorang punggawa muda memberanikan diri untuk bicara.
__ADS_1
"Ratu Samudera sudah berubah. Mengikuti kata hati dan bertekuk lutut pada seorang laki-laki," jawab salah seorang punggawa jujur.
"Aku berubah!" suara lantang Ratu Samudera menggelegar. " Sedari awal aku berkuasa baru sekarang kalian mengatakan aku berubah. Bahkan kalian yang berkhianat berada dalam genggaman ku. Bertekuk lutut pada laki-laki! Sejak kapan aku bertekuk lutut? Kalian tidak bisa membedakan apa itu menghormati dan menghargai?"
Para punggawa yang berkhianat terdiam. Mereka bukan merasa ratunya berubah, hanya saja cinta yang bertepuk sebelah tangan membuat mereka lupa kedudukan. Iri dengan keberuntungan yang diterima oleh Lintang Samudera yang tidak memiliki jasa apapun.
"Dan kau, Adipati Singo Badi! Dengan harga berapa kau jual kerajaan ku? Kau mau menjual semua rahasia yang ada di kerajaan ini?"
Tatapan Ratu Samudera yang sangat tajam
membuat Adipati Singo Badi gemetar. Semuanya sudah direncanakan sebaik dan semulus mungkin, tapi tetap saja diketahui.
"Senopati Biru Loka bawa Adipati Singo Badi ke penjara dasar laut, tidak ada yang boleh menemuinya tanpa sepengetahuan ku. Siapapun yang berani menemui Adipati Singo Badi harus ditangkap, mereka semua musuh dalam senyap, musuh yang menjual kerajaan ku!" perintah Sang Ratu menggelegar, semakin membuat ciut nyali para pemberontak.
"Dan mereka ini, para prajurit baru yang masih muda tapi sudah berani berkhianat, cari orang tua mereka. Bawa orang tua mereka untuk menghadap ku. Masukkan para prajurit pengkhianat ini ke penjara!"
"Siap laksanakan!" Para Senopati dan prajurit yang bertugas mengurus para pengkhianat dengan gerak cepat teratur melaksanakan perintah sang Ratu Samudera. Mereka begitu sigap dan terlatih. Setiap pengkhianat ditempatkan di sel terpisah, menghindari kerjasama yang dilakukan di dalam penjara.
Kerajaan laut Segaralaya berada dalam siaga satu. Setiap tempat berada dalam pengawasan prajurit telik sandi. Prajurit pengawal kerajaan dikerahkan untuk menangkap mereka para pengkhianat yang melarikan diri. Prajurit dari kesatuan lain dengan gencar mengaduk-aduk seluruh wilayah kerajaan laut Segaralaya.
__ADS_1
Para pengkhianat yang berada di luar istana, dengan bersegera melarikan diri, bisa menyelamatkan diri sebuah keberuntungan. Ditinggalkannya semua harta benda, cukup membawa satu-satunya nyawa yang sangat berharga.