CINTA SUCI RATU SAMUDERA

CINTA SUCI RATU SAMUDERA
SANTIKA DARLIAH


__ADS_3

Di Balairung pertemuan Kerajaan Segara Pitu sedang diadakan pertemuan membahas permasalahan kenegaraan pada umumnya. Para pejabat kerajaan sedang memberikan laporannya masing-masing.


Di saat pertemuan sedang berlangsung seorang prajurit meminta ijin untuk menghadap untuk memberikan laporan kepada Raja Suteja Thani. Prajurit ini mengetahui bahwa rajanya sangat tidak menginginkan jika laporannya ini disampaikan di depan umum. Raja pun mengangguk tanda mengerti dan mengijinkan.


"Raja, garwa selir Santika Darliah sudah kembali," ucap prajurit yang menghadap sambil berbisik di telinga raja.


Raja Suteja Thani tersenyum penuh makna. Langsung dibubarkannya pertemuan yang sedang berlangsung. Karena jika tidak dibubarkan, maka wanita liar dan gila ini akan mengajaknya bercinta di balairung pertemuan.


Santika Darliah memang sedikit gila untuk urusan ranjang, bukan sedikit gila tapi sangat gila, tapi dirinya sangat menikmati kegilaan wanita ini. Dia tidak seperti istri-istrinya yang lain yang terikat dengan tata subasita.


Suteja Thani menjanjikan kepada Santika Darliah bahwa dirinya akan dijadikan sebagai permaisuri atau seorang ratu yang akan mendampinginya menjalankan pemerintahan di kerajaan jika bersedia membantunya merebut tahta Kerajaan Laut Segaralaya. Tapi sangat tidak mungkin Suteja Thani mengangkat Santika Darliah sebagai seorang permaisuri. Bisa jadi apa kerajaannya jika memiliki seorang permaisuri seperti itu. Bisa-bisa negerinya akan dipenuhi perempuan-perempuan nakal. Untuk posisi permaisuri tentu saja akan dipilih dari kalangan yang berkedudukan tinggi yang bisa memberinya dukungan di pemerintahan dan bisa menjadi panutan yang baik bagi rakyatnya, dan permaisuri yang menemaninya sekarang ini sudah sangat memenuhi persyaratan. Jadi tidak perlu ada calon lain lagi. Untuk sementara biarlah Santika Darliah berkhayal menjadi seorang permaisuri, yang penting tugas-tugas penting yang diberikan kepadanya dijalankan dan memperoleh hasil yang bagus. Untuk urusan percintaan dengannya, Suteja Thani juga menikmatinya. Hal itu memberikan kepuasan tersendiri bagi dirinya.


"Prajurit sampaikan kepada garwa selir Santika Darliah untuk menungguku di biliknya," perintah Raja Suteja Thani.


Santika Darliah sudah berdandan dengan sangat cantik. Setelah mendapat laporan dari prajurit, Santika Darliah langsung membersihkan diri di kolam pemandian yang ditebari berbagai bunga-bunga wangi.


Melihat kehadiran Santika Darliah, para emban langsung berbisik " wanita liar dan gila itu sudah kembali."

__ADS_1


Raja Suteja Thani mendatangi bilik Santika Darliah. Wanita itu sudah menunggunya dengan senyum menggoda. Melihat Suteja Thani memasuki kamarnya Santika Darliah langsung memeluk laki-laki itu, dan menciumi bibir laki-laki itu dengan ganasnya. Suteja Thani pun meladeni hasrat wanita ini. Diraihnya tubuh wanita ini dan dibalasnya hasrat membara Santika. Dirobeknya baju Santika Darliah sehingga tidak menyisakan sehelai kain pun di tubuhnya. Dan Santika Darliah tidak mungkin merobek baju Suteja Thani, dibantunya laki-laki ini untuk melepaskan pakaiannya. Santika Darliah mendorong Suteja Thani ke dinding, diselusurinya tubuh laki-laki itu dengan tangan dan lidahnya. Pergumulan panas mereka dilanjutkan di tempat tidur.


Santika Darliah menjerit-jerit penuh kenikmatan. Para emban dan prajurit yang berjaga merasa risih setiap kali mendengar jeritan Santika Darliah saat bercinta. Mereka menjaga jarak sampai sepuluh langkah dari bilik. Bahkan para emban sampai menutup telinganya dengan kain. Tapi raungan-raungan kenikmatan yang keluar dari mulut wanita liar itu masih saja tetap terdengar. Ingin rasanya para emban menyumpal mulut wanita itu dengan kain. Membuat malu seluruh wanita yang ada di istana. Tidak memiliki unggah ungguh ( sopan santun ) sama sekali. Tapi para emban hanya berucap di dalam hati, tidak mungkin mereka ucapkan perkataan buruk tentang salah satu garwa selir. Lagipula wanita liar ini memiliki kesaktian yang tidak mereka pahami, yang membuat raja mereka mau menerimanya menjadi seorang garwa selir, bahkan menjadi salah satu selir yang sangat disayangi.


Suteja Thani berusaha mengimbangi permainan buas wanita ini. Wanita liar ini meraung-raung saat berada di puncak percintaan, seperti singa betina yang kelaparan. Suaranya melolong keras sambil mencengkram tubuh Suteja Thani. Suteja Thani tentu saja harus membuat wanita ini puas untuk urusan ranjang, agar dia bersedia menjalankan tugas-tugas penting yang hanya bisa dijalankan oleh wanita liar ini.


Saat percintaan buas mereka selesai suasana bilik berubah porak poranda seperti diterjang angin lesus. Segala sesuatunya sudah tidak pada tempatnya, menunjukkan betapa dahsyatnya pergumulan mereka.


Setelah itu mereka berdua berendam di kolam pemandian. Suteja Thani menyuruh segenap prajurit jaga dan para emban untuk berada di luar pintu kolam, satu pun tidak ada yang diijinkan untuk menemani di dalam.


Saat Raja dan garwa selir Santika Darliah berada di kolam pemandian, para emban membersihkan dan merapikan kembali bilik yang sudah porak poranda itu. Mereka bingung dengan apa yang telah dilakukan rajanya dengan selir gila ini, sampai-sampai biliknya berantakan seperti ini.


"Duh Gusti salah apa aku ini, sampai harus mendapat tugas melayani seorang selir gila dan tidak tahu malu ini," ucap di hati salah seorang emban.


"Apakah kau sudah puas?" tanya Suteja Thani.


"Seperti biasa dirimu sangat memuaskan. Keperkasaanmu membuatku sangat ketagihan."

__ADS_1


Suteja Thani tersenyum puas melihat Santika Darliah bersandar lemas pada bibir kolam.


"Bagaimana dengan tugas yang aku berikan, apakah kau sudah menyelesaikannya?"


"Tentu saja sudah. Aku berhasil menusuk Ratu Sanura di perut dan jantungnya. Sebenarnya tidak sampai ke jantungnya, karena wanita itu berhasil mendorongku saat tikaman keris Sarpa Hastha hampir sampai di jantungnya. Tapi aku berhasil membuatnya untuk terjun ke dalam luapan air sungai. Pun selamat Sanura membutuhkan waktu agak lama untuk menyembuhkan lukanya."


"Jadi maksudmu dia masih hidup," tanya Suteja Thani.


"Tentu saja. Sanura sangat sakti, tidak mungkin mati hanya karena tikaman sebuah keris atau karena hanyut oleh derasnya arus sungai," jawab Santika Darliah


"Baiklah sayang, aku puas dengan keberhasilanmu."


"Untuk keberhasilanku dalam menjalankan tugas yang kau berikan tentu ada hadiah yang aku minta. Dua bulan aku harus mencari dan mengejar keberadaan Ratu Sanura, membuatku begitu kesepian karena tidak ada dirimu yang menemani," Santika Darliah berbicara dengan menggoda.


"Sebagai gantinya setiap hari kau harus memuaskanku di ranjang, harus memberikan kenikmatan dalam bercinta setiap hari. Bagaimana Rajaku, apakah kau setuju?" tanya Santika Darliah saat hasratnya kembali muncul.


"Tentu saja, aku akan memberikanmu kepuasan, sampai kau menjerit-jerit dan meraung-raung saat berada di puncak percintaan," jawab Suteja Thani yang hasratnya juga mulai terpancing kembali dengan desahan wanita liar itu.

__ADS_1


Mereka kembali bergumul di dalam kolam. Pergulatan panas terjadi kembali sampai hari menuju senja.


__ADS_2