CINTA SUCI RATU SAMUDERA

CINTA SUCI RATU SAMUDERA
PENYELIDIKAN


__ADS_3

Sebuah pintu goa menyambut kedatangan Nimas Ayu Palupi. Dua ekor ular yang mengawal Nimas Ayu segera mencari buah-buahan untuk bekal makan di dalam goa.


"Untuk sementara kita bersembunyi dulu di sini. Aku sangat lelah." Nimas memegang perutnya yang sudah mulai membesar.


Mereka pun masuk semakin dalam ke dalam goa. Di ujung goa terdapat batu besar yang dialiri air, dan di bawahnya terbentuk semacam kolam kecil. Air itu mengalir ke bawah tanah menuju entah kemana.


πŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”Έ


Raja muda ular dikuasai kemarahan yang luar biasa. Saat dirinya selesai semedi, tidak dilihatnya Nimas Ayu di ranjangnya. Yang ada hanyalah jejak darah segar yang ada di ranjang dan di lantai kamar. Para prajurit jaga beberapa diantaranya terbunuh mati, dan beberapa lagi mendapat luka-luka yang cukup berat.


"Kerahkan pasukan, temukan Permaisuri Nimas Ayu Palupi!" perintah raja muda ular tegas.


Para Senopati ular dengan kesiagaan penuh bergerak mencari keberadaan permaisuri raja mereka yang seolah-olah hilang ditelan bumi.


Penasehat Osadha datang dengan membawa cucunya.


"Raja Muda?" sapa penasehat Osadha.


"Ada perlu apa mencari ku di pagi hari?" tanya raja muda ular tanpa sedikitpun melirik ke cucu Osadha.


"Hamba membawa cucu hamba. Namanya..."


"Penasehat Osadha apa tujuanmu dengan membawa cucumu, permaisuri ku sedang menghilang tapi kau dengar wajah cerah membawa cucumu menghadap ku. Yang aku butuhkan sekarang istriku. Aku mau istriku kembali dalam waktu secepat mungkin."


"Raja Muda sebaiknya silakan berkenalan dulu dengan cucuku ini," pinta penasehat Osadha memaksa.


Raja muda ular terdiam menatap gadis ular Moktika. Moktika tersipu malu mendapat tatapan tajam raja muda ular, wajah ularnya bersemu merah.


"Baiklah. Silahkan," ucap raja muda ular.


"Ini cucuku namanya Moktika. Gadis ular yang cantik dan cerdas."


"Baiklah. Aku sudah mengenal cucumu. Sekarang apalagi tujuanmu?" tanya raja muda ular dengan pandangan mata tetap tertuju pada gadis ular Moktika.


"Tidak ada. Jika diijinkan, bolehkah Moktika mengunjungi Raja Muda?" tanya penasehat Osadha.


"Boleh, silahkan. Tapi pilihlah waktu yang tepat," pinta raja muda ular.


Penasehat Osadha membawa cucunya pergi dari istana kerajaan ular.

__ADS_1


"Kakek, raja muda ular sangat tampan. Sangat tampan. Aku ingin jadi istrinya. Ingin memeluknya, menciumnya. Dia tampan sekali." Hati Moktika berbunga-bunga. Apalagi saat raja muda ular menatapnya tanpa berkedip.


"Kakek, aku mau menikah dengan raja muda ular," rengek Moktika.


"Sabar. Tunggu beberapa waktu lagi."


πŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”Έ


"Panglima Senopati awasi penasehat Osadha dan cucunya. Aku curiga dengan mereka," perintah raja muda ular.


"Baik. Siap laksanakan perintah."


Panglima Senopati menyuruh beberapa orang kepercayaannya untuk memata-matai penasehat Osadha dan cucunya.


"Apa, ular-ular bodoh itu membawa Nimas Ayu Palupi ke tempat lain, bukannya mengantarkan kepada iblis Pratangga?"


"Ya betul. Kami melihat dengan mata kepala kami sendiri," jawab iblis suruhan dari iblis Pratangga.


"Lalu dimana ular-ular bodoh yang mengantar Nimas Ayu Palupi?" tanya penasehat Osadha.


"Mati. Kami bunuh."


"Tidak tahu. Dia melarikan diri masuk ke dalam hutan belantara. Kami pun sedang mencari keberadaannya."


πŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”Έ


Seorang prajurit ular diminta untuk menemui Candani Paramita dan Lintang Samudera. Secara senyap prajurit itu pergi dan merubah diri dalam bentuk penyamaran sebagai seorang manusia.


Menghadapi Ki Estungkara dan para pasukan ilmu hitamnya, raja muda ular masih bisa melawan. Tapi iblis Pratangga bukanlah lawannya. Satu-satunya yang bisa menolong hanyalah Candani Paramita dan Lintang Samudera.


Raja muda ular setiap malam menyelinap didampingi beberapa prajurit-prajurit pilihan dan Panglima Senopati. Mereka menyusup ke dalam hutan atau mengikuti gerak anak buah penasehat ular Osadha, bergerak secara senyap agar pergerakannya tidak terbaca oleh lawan-lawannya. Wilayah yang dihuni kawula ular dalam keadaan baik-baik saja, berarti Nimas Ayu Palupi masih berada di wilayah kerajaan ular. Istri yang terakhir kali sebelum hilang masih direngkuhnya erat di pelukan, dan sekarang entah kemana. Istri yang dengan rela hati bersedia memiliki suami seekor ular.


"Nimas Ayu Palupi, aku rindu."


Sekelompok pasukan ular bergerak keluar dari sarang ular penasehat Osadha. Raja muda ular dan beberapa pengikutnya mengikuti pergerakan mereka. Mereka semua bergerak ke dalam hutan belantara. Bergerak cepat mencari sesuatu.


"Raja Muda sepertinya mereka kehilangan permaisuri Nimas Ayu Palupi," ucap panglima Senopati.


"Syukurlah kalau istriku tidak terjatuh ke tangan iblis Pratangga. Jika sampai istriku mati, aku pun akan bertempur mati-matian membela istriku. Aku tidak akan peduli lagi dengan hidup matiku. Nimas Ayu merupakan nyawaku."

__ADS_1


πŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”Έ


Mendapat kabar hilangnya Nimas Ayu Palupi, Candani Paramita dan Lintang Samudera bergegas pergi. Setelah berpamitan dengan pemilik tempat yang mereka tinggali, tanpa menunda waktu, dengan cepat segera berangkat ke kerajaan ular.


Langkah kuda bergerak cepat mengisi hari. Menerobos batas-batas waktu.


"Raja Muda Ular di mana adik seperguruan ku ?" tanya Lintang Samudera.


"Jangan bicara di sini. Lebih baik bicara di taman bambu."


Menyadari pesan darurat dari raja muda ular, Candani dan Lintang Samudera pun segera menuju taman bambu.


"Penasehat ular Osadha bekerjasama dengan iblis Pratangga. Menurut kabar yang sudah aku selidiki kebenarannya, penasehat Osadha hendak menyerahkan Nimas Ayu kepada iblis Pratangga. Salah satu anakku yang ada di dalam rahim Nimas Ayu merupakan penerus pelindung sejati ular. Secara tidak langsung, sekarang mustika pelindung sejati ular berada di dalam rahim Nimas Ayu Palupi."


"Dan apa hubungannya dengan iblis Pratangga?" tanya Lintang Samudera.


"Ratu Samudera lebih tahu jawabannya," tunjuk raja muda ular.


"Iblis Pratangga bagian dari masa lalu kerajaan khayangan. Sebenarnya dia seorang dewa yang sangat tampan dan sangat sakti. Tidak terkalahkan. Karena kesombongannya dia mulai menyalahgunakan kesaktiannya dan berbuat onar di khayangan. Karena kesalahannya yang fatal, raja khayangan mengutuknya berwajah buruk, tapi tidak mengambil kesaktiannya. Dan kutukan itu bisa hilang salah satunya dengan menggunakan mustika pelindung sejati kerajaan ular."


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Lintang Samudera kepada istrinya.


Raja muda ular lagi-lagi tertawa keras mendengar pertanyaan Lintang Samudera kepada istrinya. Di mana-mana istri bertanya kepada suami, tapi ini selalu terbalik suami bertanya kepada istrinya.


"Kasihan sekali nasibmu kawan," sindir raja muda ular geli.


"Jangan menggodaku atau aku bawa istriku pergi!" ancam Lintang Samudera.


Dua sahabat baik itu saling baku hantam. Semua keruwetan raja muda ular langsung hilang setelah kedatangan Candani Paramita dan Lintang Samudera. Dirinya yakin sepasang suami istri ini mampu membantunya menemukan Nimas Ayu Palupi. Meskipun di hadapan banyak orang Candani yang selalu memimpin, tapi saat hanya berdua dengan Lintang Samudera, Candani sangat patuh dan menghormati Lintang Samudera.


πŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”Έ


Hai readers semua mohon bantuannya untuk vote dan like ya. Sertakan novel ini menjadi novel favorit para readers semua.


Mampir di novel author ys yang judulnya "Kesucian Cahaya". Baru 4 bab ditulisnya πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ.


Makasih


Love you all

__ADS_1


__ADS_2