
Hujan mengguyur kerajaan ular. Turun deras membasahi tanah bekas pertempuran. Memberikan kehidupan baru bagi segenap bangsa ular.
"Sialan, kurang ajar. Semua rencana ku gagal." Seekor ular yang sudah cukup tua memaki-maki dengan penuh murka.
"Kakek," ucap gadis ular yang masih muda.
"Harusnya kau yang menjadi permaisuri ular, bukannya Nimas Ayu Palupi yang seorang manusia. Semua rencana ku hancur. Raja Citraloka sialan. Lihat saja akan aku rebut posisi permaisuri untuk cucuku. Susah payah aku membimbing raja muda ular, dan tidak ada penghargaan sedikit pun atas jasa-jasaku."
Sebuah pertemuan besar digelar di balairung istana kerajaan ular. Para punggawa kerajaan memberikan laporan atas pekerjaannya masing-masing.
Sampailah giliran penasehat kerajaan ular Osadha menyampaikan laporannya.
"Raja muda ular sebaiknya mengambil istri lagi dari bangsa ular untuk membantu raja muda ular menjalankan pemerintahan," Penasehat ular Osadha mulai menjalankan taktiknya.
"Penasehat Osadha, aku menghargai saran mu. Tapi sayang hal itu tidak bisa aku lakukan, leluhurku turun-temurun tidak ada yang memiliki selir. Jadi aku pun akan mengikuti langkah para leluhurku," jawab raja muda ular bijak.
"Tapi raja muda dengan adanya selir yang berasal dari bangsa ular itu akan semakin menambah kepercayaan rakyat ular dengan kepemimpinan raja muda," penasehat Osadha belum patah semangat.
"Kakek buyutku saat menjadi raja penguasa kerajaan ular, permaisurinya juga seorang manusia. Kerajaan ular aman tentram dan damai dengan kepemimpinannya. Bahkan kerajaan manusia ikut membantu saat kerajaan ular mengalami prahara besar."
Raja muda ular berdiri, membuat semua punggawa yang duduk ikut berdiri.
"Para punggawa ku bagaimana pendapat kalian dengan saran dari Penasehat Osadha?" tanya raja muda ular.
"Hormat hamba Raja Muda Ular. Hamba sebagai panglima tertinggi prajurit kerajaan ular tidak menghendaki adanya selir. Keberadaan permaisuri Nimas Ayu Palupi merupakan berkah tersendiri bagi bangsa ular. Ratu Samudera bahkan dengan rela hati membantu kerajaan ular, dikarenakan permaisuri Nimas Ayu Palupi merupakan adik seperguruan dari suami ratu samudera. Kerajaan manusia pun dengan senang hati membantu kita. Dimana lagi kerajaan ular bisa mendapat permaisuri sebaik Permaisuri Nimas Ayu Palupi."
"Betul Raja Muda. Tidak diperlukan adanya selir lagi. Cukup permaisuri Nimas Ayu Palupi, seorang keturunan raja yang mulia. Kehadirannya pun sangat disukai oleh mendiang pelindung sejati ular Buraksa." Pendapat panglima utama prajurit kerajaan ular diperkuat oleh pendapat Mahapatih kerajaan ular.
Penasehat Osadha melipat hatinya. Menanam kebencian dan rencana busuk yang semakin dalam.
"Raja Muda awasi penasehat Osadha. Dia seekor ular yang sangat berambisi. Semua punggawa ular tahu bahwa penasehat Osadha ingin menjadikan cucunya sebagai seorang permaisuri ular," pesan Mahapatih ular.
Raja muda ular mengangguk. Dia pun memperketat penjagaan untuk permaisuri Nimas Ayu Palupi.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Di belantara hutan lebat kerajaan ular terjadi pertemuan rahasia antara penasehat Osadha dan iblis Pratangga.
"Apa tawaranmu, katakan!"
"Aku hanya ingin menjadikan cucuku sebagai permaisuri kerajaan ular. Yang lainnya tidak aku butuhkan. Katakan kesepakatan mu!" perintah penasehat Osadha.
__ADS_1
"Aku membutuhkan mustika pelindung sejati."
Penasehat Osadha terdiam merenungi penawaran iblis Pratangga.
"Jika tidak ada mustika pelindung sejati kerajaan ular akan berada dalam bencana besar. Aku tidak mungkin menyerahkan mustika pelindung sejati."
"Aku yang akan melindungi bangsa ular," rayu iblis Pratangga. "Bangsa ular tetap aman, dan kau bisa menjadi mertua seorang raja. Bukankah penawaran bagus?"
Penasehat Osadha tersenyum senang dengan sebutan sebagai mertua raja. Panggilan yang sangat terhormat.
"Baiklah, sepakat."
Iblis Pratangga menertawakan kebodohan penasehat Osadha. "Jika mustika ular sudah aku kuasai, seluruh bangsa ular akan menjadi budak ku. Dasar ular tua bodoh."
Di suatu tengah malam gelap gulita, di sepertiga malam terakhir, di saat penghuni wilayah kerajaan ular sedang tidur nyenyak, tampak beberapa ekor ular mengendap-endap dalam senyap. Mereka membunuh para penjaga kamar permaisuri Nimas Ayu Palupi.
Raja muda ular sedang bersemedi, memusatkan alam pikirannya. Memohon petunjuk demi keselamatan bangsa ular.
Nimas Ayu terbangun saat sebuah pedang diletakkan di lehernya.
"Ikuti kami," perintah salah seorang penyusup.
"Tidak usah banyak bicara. Ikuti kami!"
Nimas tidak menyerah begitu saja, pertarungan pun terjadi di dalam ruangan itu. Tangan Nimas Ayu terkena sayatan pedang salah satu penyusup. Darah segar pun keluar dari tangannya dan menetes ke tempat tidur dan lantai kamar.
"Jangan melawan atau kami bunuh anakmu!" ancam si penyusup.
Dengan berat hati Nimas Ayu mengikuti langkah penyusup. Mereka berjalan menjauh masuk ke hutan belantara. Sesuai perintah penasehat Osadha permaisuri Nimas Ayu Palupi harus diserahkan kepada iblis Pratangga.
"Dasar ular bodoh, begitu bodohnya dia sampai bersedia menyerahkan calon pelindung sejati ular." Iblis Pratangga tertawa keras.
"Maksud tuan?" tanya salah satu iblis pengikut setia dari iblis Pratangga.
"Penasehat ular Osadha tidak punya otak. Jika mustika ular berada dalam kekuasaan ku maka selamanya bangsa ular akan berada dalam kekuasaan ku. Aku bisa memperbudak mereka tanpa sedikitpun perlawanan." Kembali iblis Pratangga tertawa keras.
Para penculik Nimas Ayu menegang mendengar percakapan iblis Pratangga. Meskipun mereka termasuk penjahat besar di kerajaan ular, tapi untuk menjadikan rakyat ular menjadi budak untuk kedua kalinya, hal itu tidak akan mereka biarkan.
"Permaisuri maafkan kami. Seharusnya kami tidak mengikuti perintah penasehat Osadha."
Secara perlahan mereka pun meninggalkan tempat iblis Pratangga.
__ADS_1
Karena panik para penculik membawa Nimas Ayu semakin masuk ke dalam hutan bukannya kembali ke kerajaan ular. Alhasil mereka kehilangan arah yang dituju.
"Siapa di sana?" teriak salah seorang iblis pengikut dari iblis Pratangga.
Nimas pun segera berlari bersama para penculik.
"Ada apa?" tanya iblis Pratangga.
"Kami melihat beberapa ekor ular berlari masuk ke dalam hutan. Bersama mereka turut serta seorang putri manusia," jawab anak buah iblis Pratangga.
"Kejar! Putri manusia itu permaisuri kerajaan ular!" Anak buah iblis Pratangga bergegas berlari masuk ke dalam hutan.
"Bagaimana ini?" tanya penculik Nimas Ayu.
"Aku akan menghadang mereka. Permaisuri aku titipkan istri dan anakku. Aku mohon permaisuri harus selamat demi ketentraman para ular," ucap ular yang hendak menghadang langkah lawan.
Seekor ular menghadapi sekumpulan iblis-iblis bengis. Ular itu bertarung dengan dahsyatnya. Hidup dan mati tidak dipikirkannya lagi, dirinya tidak akan membiarkan bangsa ular jatuh kembali dalam perbudakan. Ular itu dengan lincahnya menghadapi iblis-iblis itu, hawa panas yang menyerangnya tidak dipedulikannya lagi. Dia bertarung dengan nyawa yang tertahan-tahan. Para iblis mengeroyoknya dengan tanpa ampun. Berbagai luka sayatan memenuhi sekujur tubuh ular itu. Hawa panas yang keluar dari tubuh para iblis membuatnya pandangannya kabur dan membuat matang seluruh tubuhnya. Darah mengucur deras diiringi nyawa yang melayang.
Para penculik yang berusaha menyelamatkan Nimas Ayu terus berlari sembari mengawal permaisuri mereka.
Satu persatu ular-ular itu mati mengorbankan diri. Sisa dari ular-ular yang lain berpencar mengalihkan perhatian iblis-iblis anak buah iblis Pratangga. Hanya tersisa dua ekor ular yang terus mengawal Nimas Ayu Palupi.
"Permaisuri kami akan menghadang iblis-iblis itu?" kata salah seekor ular.
"Jangan. Jangan tinggalkan aku. Kalian berdua harus terus bersamaku, harus menolongku. Keadaanku yang sekarang ini membuatku tidak bisa melakukan segala sesuatunya sendiri," ucap Nimas Ayu dengan nafas tersengal.
Dengan siaga kedua ekor ular itu terus mengawal Nimas Ayu ke tempat persembunyian.
Sedangkan ular-ular yang berusaha mengalihkan perhatian para iblis tidak lagi diketahui hidup dan matinya.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Jangan lupa vote dan like untuk Cinta Suci Ratu Samudera. Ditunggu semua vote dan like nya.
Semangat menyambut hari.
Semoga hari-hari para readers selalu penuh keberkahan. Sehat selalu.
Love you All
πππππππππππ
__ADS_1