CINTA SUCI RATU SAMUDERA

CINTA SUCI RATU SAMUDERA
API, ANGIN, PETIR


__ADS_3

Raja muda ular terus melangkah cepat membawa Nimas Ayu Palupi ke istana. Sesekali mereka harus bersembunyi dari pantauan mata-mata penasehat Osadha. Dan di sana di dalam hutan belantara Candani Paramita dan Lintang Samudera harus bertarung menghadapi iblis Pratangga dan anak buahnya yang jumlahnya lumayan banyak.


Dalam senyap akhirnya mereka pun sampai di istana ular. Nimas Ayu Palupi langsung dibawa ke pemandian air panas untuk mengembalikan tenaganya yang terkuras karena kelelahan. Raja muda ular menemani istrinya, membantu istrinya menghilangkan rasa panik dan takutnya.


"Istirahat di sini ya, aku ada keperluan dengan Mahapatih?" bujuk raja muda ular.


Nimas Ayu mengangguk. " Kakang Raja tolong berikan bantuan untuk Kang Mbok Candani dan Kakang Lintang Samudera. Lawannya begitu banyak, tentu mereka tidak akan mampu mengalahkannya," pinta Nimas Ayu.


"Mereka pasti bisa menghadapinya. Jadi tenanglah. Sekarang istirahat dengan tenang, jangan pikirkan yang lain." Diciumnya kening istrinya. Lalu raja muda ular bersegera ke wisma Kepatihan.


Mahapatih kerajaan ular duduk di serambi rumah. Memperhatikan bunga-bunga yang sedang mekar. Saat dilihatnya raja muda ular dan panglima tertinggi prajurit datang ke wismanya dengan penyamaran, disambutnya kedatangannya.


"Raja Muda cukup panggil hamba untuk menghadap ke istana," ucap Mahapatih.


"Tidak mengapa. Hanya untuk menghindari kecurigaan mata-mata penasehat Osadha. Aku ingin membersihkan wilayah alam ular dari para pengkhianat. Mereka orang-orang bodoh yang menggadaikan rakyat alam ular kepada perbudakan para iblis.

__ADS_1


🔸🔸🔸🔸🔸


Iblis Pratangga berhasil melepaskan diri dari lilitan pusaran cahaya dan kabut yang dikerahkan oleh Candani Paramita. Kembali diserangnya ratu samudera dengan kekuatan penuh. Keilmuan ratu muda ini sebenarnya tidak sebanding dengan ilmunya, sebenarnya berada beberapa tingkat di bawah kesaktian iblis Pratangga. Tapi karena kelihaian ratu muda itu pertarungan menjadi tampak seimbang. Pertarungan ini membuat Candani Paramita tidak bisa hanya mengandalkan kesaktian, tetapi harus menggunakan otak untuk bersiasat. Lawannya begitu tangguh disertai dengan tingkat kesaktian yang tinggi.


Peluh bercucuran membasahi seluruh tubuh Candani Paramita. Diperasnya seluruh kemampuannya untuk menghadapi dewa khayangan yang dikutuk menjadi iblis karena kesombongan dan keserakahannya.


Api berkobar-kobar menyelimuti seluruh tubuh iblis Pratangga, diikuti dengan racun berbahaya yang berasal dari tubuhnya. Candani Paramita menghindar dan menghindar. Hawa panas semakin menerjang dan membelit. Membuat peluh yang sudah membasahi badan semakin bercucuran. Jika dirinya menghadapi iblis Pratangga bersama dengan Lintang Samudera maka keadaannya akan berbeda. Tapi karena harus menghadapi sendiri, segala daya upaya dikeluarkannya, semua kemampuannya dikerahkannya.


Di sisi lain anak buah iblis Pratangga menyerang Lintang Samudera dengan mengeroyok bersama-sama, menghantam menerjang membabi-buta. Membuat Lintang Samudera harus mengeluarkan kekuatan lebih untuk melawan mereka semua. Tongkatnya berputar-putar tanpa ampun menghancurkan para iblis-iblis kecil yang tidak ada habisnya.


"Maju kalian bersama-sama. Aku musnahkan semuanya!" ancam Lintang Samudera. Dirinya sudah tidak sabar lagi menghadapi iblis-iblis rendahan yang tidak ada habisnya.


Nyali para iblis rendahan menciut. Mereka hanya terdiam di tempat tidak berani mengambil tindakan apapun. Tidak berani menjemput dewa kematian yang menari-nari di hadapan mereka.


Melihat kesulitan yang menimpa anak buahnya, iblis Pratangga berteriak keras, sebuah perintah bagi anak buahnya untuk segera meninggalkan gelanggang pertarungan. Mendengar teriakkan pemimpin mereka, para iblis rendahan secara serentak berlari kabur meninggalkan pertarungan, meninggalkan tongkat sakti yang sangat mengerikan.

__ADS_1


Lintang Samudera tidak mengejar keberadaan iblis-iblis rendahan yang sangat mengganggu. Tanpa menunggu waktu dirinya langsung menerjunkan diri pada pertarungan Candani Paramita. Iblis Pratangga kalang kabut menghadapi sepasang lawan yang sangat tangguh, selendang Baruna terus menerjang tanpa henti, berputar-putar berusaha membelit menguasai dirinya. Dirinya mengetahui kedahsyatan selendang itu. Jika sampai terkena sapuan selendang Baruna dirinya bisa terluka parah dan membutuhkan waktu lama untuk kembali ke keadaan semula. Dan jika ilmu sang ratu samudera semakin bertambah tinggi maka daya kekuatan selendang Baruna akan mampu meluluhlantakkan tubuhnya.


Candani Paramita dan Lintang Samudera menggempur dengan kekuatan penuh. Iblis Pratangga harus berkali-kali menghindari kekuatan gabungan dari sepasang suami istri itu. Belum ditambah dengan kedahsyatan senjata gabungan antara selendang Baruna dan tongkat Lintang Samudera yang terus menerjang, membuatnya harus mengeluarkan semua kesaktiannya demi menghindari hantaman dua senjata yang sangat berbahaya itu. Iblis Pratangga tidak mau hancur ***** oleh kesaktian lawannya. Dikeluarkannya senjata andalannya kapak sakti penghancur nirwana, sebuah senjata sakti pemberian guru para iblis. Tiga senjata saling beradu. Bunyi ledakan membahana, para penghuni hutan menyingkir dari dahsyatnya perang tanding yang sangat berbahaya. Api dari tubuh iblis Pratangga semakin lama semakin panas, hujan yang turun tidak mampu memadamkan api yang muncul dari tubuh iblis itu. Candani Paramita dan Lintang Samudera terus menerjang tanpa henti, mengeluarkan segenap kesaktiannya, sebagai perwujudan perlawanan kebaikan melawan kejahatan.


Sang ratu samudera dan suaminya Lintang Samudera bertarung dengan saling mengisi kelemahan masing-masing. Angin bertiup kencang diselingi petir yang menyambar-nyambar. Selendang Baruna dengan cepatnya mengumpulkan kekuatan angin yang berasal dari alam semesta, selendang itu menyapu menggulung-gulung angin hingga membentuk pusaran yang besar. Petir dari langit menyambar-nyambar menghujam bumi, tongkat Lintang Samudera menerima dan mengumpulkan petir-petir itu, menjadikan satu membentuk sebuah persatuan petir dengan kekuatan yang sangat dahsyat. Kekuatan pusaran angin yang berada di selendang Baruna menerjang iblis Pratangga membuat iblis itu terhempas kalang kabut, persatuan petir di tongkat Lintang Samudera dengan penuh kedahsyatan menghantam tubuh iblis Pratangga. Mendapat serangan dua senjata sakti, iblis Pratangga terlempar beberapa hasta, terus terlempar dan akhirnya terjerembab jatuh tidak berdaya. Dengan sisa kekuatan yang ada, iblis Pratangga bangun tertatih-tatih. Menahan rasa sakit teramat sangat di dadanya dan di sekujur tubuhnya.


"Akan aku balas kekalahan ini. Tunggu pembalasanku. Akan aku musnahkan kerajaan samudera milikmu." Iblis Pratangga melarikan diri setelah mengeluarkan ancamannya.


Lintang Samudera berusaha mengejar iblis itu tapi dihadang oleh Candani Paramita.


"Jangan dikejar Kakang. Kita di sini hanya membantu raja muda ular. Bukan berkelahi antara hidup dan mati. Kalau sampai iblis itu mati di kerajaan ini, maka guru para iblis dan pasukan iblis akan beramai-ramai menggempur alam ular. Kita selesaikan urusan dengan iblis Pratangga di lain waktu," jelas Candani Paramita.


Lintang Samudera akhirnya menghentikan langkahnya. Hujan yang mengguyur deras membasahi tubuh mereka berdua. Dengan cepat pasangan suami istri itu masuk ke dalam hutan. Tanpa memedulikan hujan yang turun deras, mereka bergegas berlari menuju kerajaan ular.


Mata-mata penasehat Osadha yang menyaksikan kedahsyatan pertarungan itu bergidik ngeri. Mereka pun lari lintang pukang saling menabrak satu sama lain. Menyelamatkan diri, hanya itu yang ada di pikiran mereka. Saat sampai di tempat penasehat Osadha berada mata-mata itupun melaporkan apa yang sudah mereka lihat.

__ADS_1


__ADS_2