CINTA SUCI RATU SAMUDERA

CINTA SUCI RATU SAMUDERA
BERSATU WAKTU


__ADS_3

Rinduku meluluhkan langit. Para malaikat menurunkan tangganya. Aku menapakinya selangkah demi selangkah. Pintu langit terbuka, aku masuk ke pintu langit. Disambut iring-iringan bidadari jelita.


🔸🔸🔸🔸


"Ayahanda, aku mencintai Kakang Lintang Samudera. Kenapa ayahanda menikahkannya dengan wanita lain yang tidak jelas asal usulnya itu?" Tangis Puteri Pambayun Ayu Nastari pun pecah, dirinya tidak terima dengan keadaan ini. Ayahandanya Paduka Raja Citraloka selama ini sudah mengetahui bahwa dirinya sangat mencintai Lintang Samudera. Tapi ayahnya tidak pernah membantunya sama sekali, dan di depan matanya ayahnya menikahkan Lintang Samudera dengan wanita lain yang tidak jelas asal usulnya.


"Putriku Pambayun, Ayahanda mengetahui isi hatimu kepada Lintang Samudera, tapi anakmas Lintang Samudera mencintai wanita lain. Carilah laki-laki lain yang mencintaimu sepenuh hati."


"Tidak Ayahanda. Pambayun hanya mau dengan Kakang Lintang Samudera. Jika ayahanda tidak membatalkan pernikahan Kakang Lintang dengan wanita yang tidak jelas asal usulnya itu, maka Pambayun akan bunuh diri di depan ayahanda."


"Jaga bicaramu Pambayun!" bentak Raja Citraloka kepada puteri sulungnya. "Kau ini selalu bersikap kekanak-kanakan, lihat adik-adikmu, mereka tidak pernah merengek-rengek seperti dirimu. Apa kau tidak bisa bersikap dewasa? Apakah Ayahanda mendidikmu hanya untuk menjadi seorang tuan puteri yang bisanya hanya mengancam untuk bunuh diri. Kemana akalmu Pembayun."


Pambayun semakin menangis tersedu-sedu. Ayahnya tidak pernah memarahinya dengan keras. Tapi hanya karena seorang wanita yang tidak jelas asal-usulnya, ayahnya membentaknya dengan suara keras.


"Tapi Pambayun sangat mencintai Kakang Lintang Samudera, tolong Pambayun ayah."


"Pambayun, Ayahanda sudah menjodohkan kamu dengan Pangeran Pradipa Sabagya. Sebelumnya ayah menjodohkan mu dengan putera sulung Ki Yasa Rasendriya tapi kau menolaknya. Cobalah untuk menerima Pangeran Pradipa Sabagya sebagai calon suamimu, jangan selalu menuntut agar semua keinginanmu terlaksana. Hidup tidak bisa sesuai keinginanmu. Belajar untuk menerima."


Raja Citraloka selalu dibuat pusing oleh puteri sulungnya ini. Berbeda dengan puteri bungsu Nimas Ayu Palupi yang tidak pernah menyusahkan dirinya. Sedari kecil dirinya dan permaisuri terlalu memanjakan Pambayun hingga membuat anak ini semaunya sendiri. Menganggap segala sesuatu bisa dipaksakan dengan kekuasaan.

__ADS_1


"Pambayun keputusan Ayahanda sudah bulat. Lintang Samudera menikah dengan Candani Paramita. Dan kau jangan membuat keributan di acara pernikahan nanti."


Pambayun terdiam. Hatinya panas. Laki-laki yang dicintainya diberikan kepada wanita lain. Tidak. Dirinya tidak akan tinggal diam. Akan dicarinya waktu yang tepat untuk merebut Lintang Samudera dari tangan Candani Paramita. Segala cara akan ia gunakan.


Di luar taman kaputren, Raja Citraloka berjumpa dengan puteri bungsunya. Diusapnya dengan penuh kasih kepala puteri bungsunya itu. Lalu dirinya pun meninggalkan taman kaputren.


Nimas Ayu Palupi selama ini mengetahui kalau kakaknya Puteri Pambayun mencintai saudara seperguruannya Lintang Samudera. Dan berbagai cara sudah dilakukan oleh Puteri Pambayun untuk memikat Lintang Samudera. Tapi apalah daya gayung tidak bersambut, cinta bertepuk sebelah tangan. Sebesar apapun usaha Puteri Pambayun tidak pernah bisa menyentuh hati yang paling dalam dari Lintang Samudera.


Pernikahan Lintang Samudera dan Candani Paramita berjalan dengan khidmat. Tidak ada pesta, hanya sebuah pernikahan sederhana yang dihadiri oleh beberapa orang yang dipercaya. Pernikahan ini menandakan bersatunya antara lautan dan daratan. Raja Citraloka menyembunyikan jati diri Candani Paramita. Dirinya hanya menyebutkan bahwa Candani Paramita hanyalah seorang pengembara biasa. Kecuali Ki Yasa Rasendriya dan Nimas Ayu Palupi. Akan puteri bungsunya ini Raja Citraloka sangat mempercayainya. Tugas-tugas rahasia yang tidak bisa sembarangan orang mengetahui ia berikan kepada puteri bungsunya ini. Berbeda dengan puteri sulungnya yang selalu memaksakan segala hal. Bahkan para emban banyak mengeluh dengan tingkah laku Pambayun.


🔸🔸🔸🔸🔸


"Kakang Lintang Samudera, sesuai perjanjian sebelum pernikahan, aku mohon maaf meskipun sudah menjadi istrimu tapi aku belum bisa memberikan diriku secara utuh kepada Kakang. Aku menghormati Ibunda Wali Ratu dan segenap kawulaku di Kerajaan Laut Segaralaya," ucap Candani Paramita sembari menyandarkan kepalanya pada bahu kekasih hatinya.


"Untuk sekarang seperti ini pun sudah cukup. Bisa berpegangan tangan dan memelukmu sudah merupakan sebuah keindahan bagiku. Tapi aku takut khilaf." Lintang Samudera tersenyum nakal sembari membelai tangan Candani dengan penuh cinta. Tentu saja dirinya sesungguhnya mengharapkan lebih, tapi yang dinikahinya bukanlah seorang wanita biasa yang bisa seenaknya diatur olehnya. Wanita yang dinikahinya dan dicintainya ini milik dan memiliki kawula yang harus lebih diutamakan. Mencintai dan memilikinya berarti ada sederetan beban dan tanggung jawab yang menyertainya.


Candani Paramita mencubit lengan suaminya. Lirikan nakal Lintang Samudera sangat mengganggu, membuat hatinya berdebar tidak karuan. "Kakang ini lencana khusus dari Kerajaan Laut Segaralaya. Dengan lencana ini Kakang bisa keluar masuk kerajaan ku. Dan dengan lencana ini pula Kakang bisa memerintah prajurit yang ada. Aku percaya Kakang Lintang Samudera akan bijak dalam menggunakan lencana ini." Candani Paramita berbicara dengan tatap mata dan hati yang gelisah. Dengan pelan Candani Paramita mencium pipi suaminya, membuat yang dicium terkaget-kaget dihinggapi hati yang berbunga-bunga.


Satu tangan Lintang Samudera memegang lencana, dan satu tangannya lagi mengusap pipinya yang memanas karena ciuman hangat dari istrinya. Perasaan hangat menjalar di hatinya. Istrinya ini memang tidak malu-malu. Tidak sungkan untuk memulai sesuatu yang dianggap tabu.

__ADS_1


"Kamu itu selalu memulai dan menggodaku. Aku belum pernah mencium wanita manapun, dan kau sudah berani mengambil ciuman pertamaku. Kau ini cocok disebut Ratu pencuri hati." Lintang Samudera merasa sangat terganggu dengan keberadaan istrinya yang sangat mempesona. Di sisi lain hasratnya menggebu-gebu tapi di sisi lain lagi dirinya tertabrak tembok tinggi yang menjadi penghalang.


"Apa masalahnya jika aku yang memulai. Aku tidak suka didahului, apalagi urusan cinta." Candani Paramita tersenyum menggoda.


Lintang Samudera memegang kedua pipi istrinya. Istrinya yang mengembara untuk mencarinya, istrinya yang mau menerima dirinya apa adanya. Di bawah sinar bulan yang sempurna, sepasang pengantin itu saling berpelukan memadu kasih. Bercumbu rayu membuat iri angin yang berhembus dengan semilir. Bunga-bunga di sekelilingnya menguncup malu, saling berbisik menanti kehadiran kumbang yang akan menyentuh putik. Pepohonan bergoyang menghadirkan bunyi derit pelan melantunkan syair cinta tanpa suara. Bibir yang beradu tidak mau terlepas, pelukan semakin erat seiring malam yang semakin dalam. Nafas makin memburu. "Ya hanya sebatas ini dirinya bisa menyentuh istrinya, hanya sebatas peluk dan cium," ucap Lintang Samudera di dalam hati.


🔸🔸🔸🔸🔸


Tampak Ki Yasa Rasendriya sedang duduk ditemani wedang jahe hangat. Di depannya duduk anak dan menantunya.


"Lintang Samudera dan anakku Candani Paramita, seperti yang kalian ketahui meskipun kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri tapi belum diijinkan untuk melakukan hubungan badan selayaknya suami istri. Bukan hanya karena kedudukan Candani Paramita sebagai seorang ratu, tapi ada hal lain juga yang menjadi penyebabnya. Untuk sekarang Bopo belum bisa memberitahukan."


Lintang Samudera dan Candani Paramita mendengarkan dengan seksama.


"Lintang Samudera kau temani perjalanan istrimu. Dalam perjalanan ini istrimu mengemban tugas yang berat. Cobalah memahaminya dengan kedudukannya. Aku yakin istrimu ini tidak akan meninggalkan rasa hormatnya kepadamu meskipun dirinya berkedudukan sebagai seorang ratu."


"Baik Bopo. Aku akan berusaha menjadi suami yang layak bagi Candani Paramita." Lintang Samudera memandang Candani, mereka pun saling mengangguk.


Bopo Yasa Rasendriya memahami tatapan kedua pengantin baru ini. "Untuk Nadi Tirta aku angkat dia menjadi putraku. Dia akan menjadi anak angkatku, menjadi adik bungsu Lintang Samudera. Biarlah murid-murid padepokan yang akan membesarkannya, kalian tidak usah khawatir. Aku akan mengajarkan berbagai ilmu yang aku miliki kepadanya. Anak ini kelak akan menjadi orang besar." Nadi Tirta duduk dengan tenang di pangkuan Ki Yasa Rasendriya. Bibirnya tak berhenti berceloteh ria.

__ADS_1


Sebenarnya Candani Paramita berat melepas Nadi Tirta. Bagaimana pun sudah tumbuh ikatan batin antara dirinya dan Nadi Tirta, tapi dirinya tidak bisa hanya mementingkan diri sendiri, Nadi Tirta berasal dari wilayah daratan jadi tidak bisa seenaknya dibawa ke lautan. Semua ada aturan dan ketentuan yang mengikat baik di wilayah daratan maupun di wilayah lautan, aturan dan ketentuan ini tidak boleh sembarangan dilanggar, semua harus saling menghormati. Dengan berat hati diserahkannya Nadi Tirta untuk menjadi anak angkat mertuanya Ki Yasa Rasendriya.


__ADS_2