CINTA SUCI RATU SAMUDERA

CINTA SUCI RATU SAMUDERA
DI BAWAH SINAR BULAN


__ADS_3

Pernikahan raja muda ular dengan putri dari kerajaan manusia disambut dengan sukacita oleh segenap bangsa ular. Dengan terjalinnya pernikahan ini akan membantu keberadaan bangsa ular.


Raja muda ular dan Nimas Ayu saling bergandengan tangan. Raja muda ular menggandeng tangan Nimas Ayu dengan penuh kebahagiaan, dan Nimas Ayu menganggap hal ini hanyalah sebatas permainan belaka.


🔸🔸🔸🔸🔸


Lintang Samudera menatap istrinya dalam. Seperti biasa, di bawah sinar rembulan kecantikan dan keindahan istrinya Candani Paramita semakin terpancar indah. Lekuk dan liuk tubuhnya begitu kentara, kulitnya bersemu tertutup tabir malam, meminta untuk disentuh dan diraba.


Lintang Samudera menyadari, saat nanti sudah tiba di Kerajaan Laut Segaralaya, dirinya tidak akan memiliki kebebasan untuk menyentuh Candani Paramita. Setelah upacara pernikahan tradisi kerajaan laut diadakan, dan pesta rakyat dalam rangka penerimaan dan pengakuan dirinya sudah dilaksanakan, barulah dirinya bebas memiliki keseluruhan tubuh istrinya. Karenanya, selagi masih di wilayah daratan, Lintang Samudera menikmati keindahan tubuh yang tersedia, meskipun masih berada dalam batasan-batasan yang ditetapkan.


Malam ini Lintang Samudera kembali menikmati bibir dan merengkuh Candani Paramita. Dipagutnya bibir istrinya dalam sambil memainkan lidahnya di dalam mulut istrinya. Ciumannya begitu liar tidak memberi kesempatan kepada istrinya untuk bergerak. Tangannya menelusuri setiap lekuk tubuh Candani Paramita, hawa dingin yang berhembus tidak dirasa, tubuh dua insan yang sedang dimabuk cinta ini begitu panas. Bibir Lintang Samudera menjelajahi leher istrinya, melabuhkan lidahnya pada leher yang selalu memancing inginnya.


"Kakang Lintang, pindah ke dalam, jangan di sini," ucap Candani dengan nafas satu persatu.


Lintang Samudera pun mengangkat tubuh istrinya dengan kedua tangannya, dan memasuki rumah bambu. Wajahnya ditenggelamkannya di dua buah gundukan yang berlapis kain. Debaran hatinya semakin kencang. Malam yang panjang dilalui pasangan suami istri itu dengan saling mencumbu dan merayu.


🔸🔸🔸🔸🔸


Raja muda ular mencari keberadaan Nimas Ayu Palupi, permaisuri yang baru dinikahinya. Yang dalam sekejap mata berlalu pergi menuju taman bambu, dan dengan ringannya akan tidur di sisi pertapaan ular Buraksa. Membuat dirinya dibakar cemburu.


"Nimas Ayu ayo jalan-jalan sebentar, atau kita menemui Candani Paramita dan suaminya!" ajak raja muda ular.


Nimas Ayu pun menemani raja muda ular ke rumah bambu yang disediakan bagi Candani dan Lintang.

__ADS_1


Di depan pagar raja muda ular menyaksikan pemandangan yang sangat menggiurkan. Sepasang suami istri yang hendak ditemuinya sedang asyik berpagutan bibir. Nimas Ayu memekik pelan, tidak pernah dilihatnya kakak seperguruannya dalam keadaan seganas itu, mencumbu istrinya Candani Paramita dengan begitu panas. Raja muda ular menarik Nimas Ayu untuk berlindung di balik punggungnya.


"Jangan melihat." Raja muda ular berkata dengan tegas kepada Nimas Ayu.


"Kenapa, aku kan bukan anak kecil lagi?" jawab Nimas Ayu merajuk.


"Kamu ini bukankah tidak mau aku sentuh. Kalau kau melihat adegan cumbu mesra seperti itu, lalu dengan siapa kau akan melakukannya. Aku sebagai suamimu saja tidak bisa menyentuhmu. Apa kau akan melakukannya dengan laki-laki lain?" tanya raja ular muda keras.


"Ngomong apaan sih." Nimas Ayu tersipu malu. Tangannya mencengkeram erat baju raja muda ular. Dirinya melindungi matanya di belakang punggung raja muda ular yang kekar. Akhirnya mereka berdua pun pergi. Niat hati ingin membahas rencana lanjutan, tapi melihat sepasang suami istri yang asyik bercumbu mesra, membuat raja muda ular pun membatalkan kunjungannya.


"Nimas Ayu seandainya kau bisa kuajak berciuman dan berpelukan pasti seru. Mau mencoba tidak, mumpung masih pengantin baru," goda raja muda ular.


Nimas Ayu mencubit pinggang raja muda ular dengan keras. "Sana berciuman dengan bambu, cium sampai puas, dan peluk itu pohon beringin yang besar." Nimas Ayu berlalu pergi.


Raja muda ular akhirnya ikut bersemedi di samping ular Buraksa.


"Nimas jangan ganggu tidur pelindung sejati, kalau mau tidur di sampingku saja."


"Maksudnya? Aku biasa tidur berbantalkan tubuh paman ular Buraksa?" jawab Nimas Ayu apa adanya.


"Sekarang kau sudah menikah tidak baik jika tidur bersandar ular lain. Apa kata rakyatku nanti. Sini tidur saja di pangkuanku," bujuk raja muda ular.


"Tidak mau." Tapi begitu melihat raut masam raja muda ular, Nimas Ayu pun patuh. Dia tidur di pangkuan raja muda ular. "Sangat hangat," ucapnya dalam hati. Dirinya sering melihat Candani Paramita tidur di pangkuan Lintang Samudera. Hal itu terlihat sangat indah di matanya. Dan sekarang dirinya pun sedang tidur di pangkuan raja muda ular, suami sahnya sejak tadi siang. Meskipun dirinya tidak ada rasa pada raja muda ular, tapi tidur di pangkuan laki-laki yang sudah jadi suaminya ini terasa sangat nyaman. Akhirnya dia pun tertidur dengan penuh damai.

__ADS_1


Raja muda ular mengelus kepala Nimas Ayu. Diciumnya pelan kepala gadis itu tanpa membangunkannya, diletakkannya bibirnya di kepala gadis itu dalam waktu yang lama, mencurahkan segenap rasa cinta dan hasrat yang terpendam. Tidak lama kemudian dirinya pun larut dalam pemusatan meditasi. Menjelajahi alam di wilayah bawah sadar.


🔸🔸🔸🔸🔸


Keesokan paginya Nimas Ayu bangun sambil tersenyum hangat kepada lelaki yang semalaman merelakan dirinya untuk tidur di pangkuannya. Diangkatnya kepalanya memandangi raja muda ular sambil tersenyum.


Raja muda ular mengelus pipi Nimas Ayu. " Ayo kita ke rumah bambu?"


Nimas Ayu mengangguk. Di depan rumah bambu tampak Candani Paramita sedang membersihkan halaman. Nimas Ayu langsung mendekat menawarkan bantuan.


Raja muda ular pergi membersihkan diri bersama Lintang Samudera di kolam pemandian di taman bambu. "Hei kau!"


"Apa maksud panggilanmu raja muda ular?" tanya Lintang Samudera tidak suka.


"Kalau sedang bermesraan dengan istrimu jangan di depan rumah, tapi di dalam kamar. Pamer."


Lintang Samudera mengangkat alisnya. "Sesukaku lah , istri juga istriku, terus apa masalah mu, berciuman di bawah sinar bulan dengan istri sendiri sangat indah. Kau harus mencobanya, ajaklah Nimas Ayu untuk bermesraan di bawah sinar bulan, nanti kalian pasti ketagihan," ucap Lintang Samudera sambil mengedipkan mata.


Perkataan Lintang Samudera membuat raja muda ular berkhayal untuk sekejap waktu. Berkhayal adegan mesra bersama Nimas Ayu Palupi, dan di bawah sinar bulan. Menelusuri setiap bagian tubuh Nimas Ayu, istrinya. Wajah raja muda ular pun bersemu merah.


"Hei raja ular, berhenti berkhayal, punya istri tidak bisa disentuh!" nyinyir Lintang Samudera.


Raja muda ular menghapus gambaran khayalan yang sedang digambarnya. "Dasar kau ini," jawabnya kesal.

__ADS_1


Keempat orang itu duduk melingkar sambil menikmati sarapan pagi seadanya. Membahas rencana lanjutan untuk menjalankan perintah Guru Jagratara.


__ADS_2