CINTA SUCI RATU SAMUDERA

CINTA SUCI RATU SAMUDERA
LETUSAN GUNUNG BERAPI


__ADS_3

Para pengkhianat yang disebutkan oleh Singo Badi satu-persatu ditangkap. Yang sempat melarikan diri segera bergabung dengan Kerajaan Segara Pitu. Yang tertangkap mengalami nasib naas harus berdiam diri di penjara dasar laut.


Atas jasanya memberitahukan nama-nama para pengkhianat, Singo Badi pun bisa diselamatkan. Kematian palsunya diumumkan ke seluruh penjuru negeri. Singo Badi sudah mati. Yang ada sekarang hanya seorang Ki Bana beserta istri dan kedua anaknya yang tinggal di sebuah desa yang jauh dari keramaian.


πŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”Έ


Di dini hari di saat sebelum ayam berkokok, di saat manusia masih tertidur pulas, di saat alam sedang tenang-tenangnya. Ombak di lautan naik tinggi, bergulung-gulung dengan tidak sabar, lalu menghempas apapun yang ada di hadapannya, hal itu terus terjadi berulang-ulang. Suara dentuman keras terdengar sampai ke Kerajaan Laut Segaralaya. Air di lautan berputar-putar kencang membuat hancur wilayah pantai, penduduk di pinggir pantai berlarian menyelamatkan diri. Alam lautan berada dalam kekacauan luar biasa. Penduduk wilayah lautan berada dalam kepanikan luar biasa.


Di wilayah lautan nun jauh di negeri di seberang sana, sebuah gunung berapi meletus menggelegak memuntahkan cairan panas yang membawa batu dan tanah, mencemari udara dengan racun. Seluruh wilayah lautan ikut terguncang oleh letusan gunung berapi yang ada di laut itu. Air laut bergolak berputar memutari semua wilayah lautan. Daratan yang berdekatan dengan gunung laut yang meletus, habis musnah diterjang ombak lautan yang mengganas, ombak setinggi pohon kelapa yang tingginya seukuran tiga orang dewasa menerjang wilayah daratan di dekatnya. Meluluhlantakkan semua yang diterjang. Rumah-rumah hancur, harta benda hilang seketika, mayat-mayat bertebaran di mana-mana. Nyawa manusia tidak ada bedanya dengan semut yang terinjak. Hiruk pikuk penghuni alam dengan bencana besar yang terjadi.


Wilayah laut Segaralaya ikut berguncang, meskipun goncangan yang ada tidak sehebat di pusat kejadian letusan gunung. Goncangannya telah mengacaukan kedamaian para ombak dan hewan-hewan laut. Air laut di wilayah Segaralaya menghangat sebagai akibat dari panasnya cairan panas yang dimuntahkan oleh gunung.


"Ada apa ini?" Para Senopati tanggap waspada. Khawatir dengan adanya serangan mendadak dari pihak musuh.


Para pimpinan prajurit mendatangi Ratu Samudera. Sang ratu mengadakan pertemuan besar secara mendadak. Seluruh punggawa istana dengan cepat berkumpul di balairung pertemuan.


"Ratu Samudera sebenarnya apa yang terjadi dengan lautan? Apakah alam sedang adu kekuatan?" tanya salah seorang punggawa kerajaan.


"Sebuah gunung berapi meletus. Letusannya luar biasa dahsyat. Bukankah beberapa waktu sebelumnya kita semua mendengar suara letusan?" jawab Ratu Samudera.

__ADS_1


"Tapi letusan yang terdengar tidak keras, hanya seperti sebuah letupan, apakah mungkin itu suara letusan gunung. Jika memang suara gunung yang meletus tentunya sangat keras," ucap punggawa kerajaan yang lain.


"Jika suara letusannya memekakkan telinga kita semua di Segaralaya ini, itu menandakan wilayah laut Segaralaya yang akan luluh lantak oleh amukan gunung berapi, yang akan menghancurkan sendi-sendi kehidupan yang ada, bahkan kehidupan di pantai pasti luluh lantak diterjang amukan ombak besar. Yang terdengar hanya suara letupan, karena gunung yang meletus berada di wilayah nun jauh di sana. Yang bisa menghabiskan waktu tiga puluh purnama perjalanan," ucap sang ratu kepada para punggawanya.


"Kita semua patut bersyukur hanya terkena imbasnya bukan menjadi korbannya," imbuh sang ratu. "Punggawa urusan kemakmuran rakyat dan punggawa urusan bencana, pantau semua wilayah kerajaan ku, jika ada dari rakyat ku yang terkena imbas bencana yang sedang terjadi di wilayah lautan, segera keluarkan bantuan. Jangan sampai rakyat ku menderita!" perintah sang Ratu Samudera dengan suara lantang.


Para punggawa yang diberi tugas dengan cepat bergerak. Mereka yang nomor satu meninggalkan istana Segaralaya, mengeluarkan bahan makanan dari gudang istana, mencari rakyat Segaralaya yang ikut terkena bencana, dan dengan segera menolong rakyat yang terkena imbas dari musibah di lautan nun jauh di sana.


Para punggawa kerajaan saling memandang tidak percaya. Dengan jarak yang begitu jauh tapi suara letusannya masih terdengar meskipun pelan. Bahkan putaran air laut nya sampai ke wilayah Segaralaya. Jika laut sudah mengamuk kehancuran yang diakibatkan luar biasa parah. Bukan hanya lautan yang porak-poranda tapi wilayah daratan juga ikut serta menanggung akibatnya.


Saat pertemuan masih berlangsung, bumi lautan bergetar, sebuah gempa bumi ringan melanda wilayah laut Segaralaya. Dasar laut retak, batu-batu di gunung berguguran, air laut bergolak. Para kawula Segaralaya berduyun-duyun meninggalkan rumah, pergi menuju istana kerajaan.


Tapi tidaklah sama dengan sang ratu, nalar Ratu Samudera berbicara lain. Setelah selesai pertemuan dengan para punggawa kerajaan, para pemimpin prajurit dipanggil untuk berkumpul di balai keprajuritan.


"Bencana kali ini akan dimanfaatkan oleh pihak musuh. Perketat penjagaan di tempat-tempat yang diincar oleh kerajaan Segara Pitu. Terutama dasar laut. Tawanan yang ada di dasar laut yang gelap gulita merupakan orang-orang penting untuk pelaksana makar. Mutiara laut, jaga mutiara laut jangan sampai lengah!" Ratu Samudera memerintahkan semuanya untuk bersegera melaksanakan perintahnya.


Para Senopati dengan cepat langsung bisa mengartikan perintah junjungannya. Setiap pemimpin kesatuan pasukan mengumpulkan pasukannya. Beberapa prajurit yang ikut panik dan ikut serta hilir mudik tidak jelas segera dipanggil untuk berhimpun. Mendengar perintah untuk berhimpun dengan segera para prajurit yang dilanda kepanikan berlarian menuju kesatuannya masing-masing.


Saka dan teman-temannya dengan mudah mengalahkan para prajurit penjaga mutiara laut. Retakan yang terjadi di dasar laut mengakibatkan goncangan yang cukup hebat di bagian itu. Para prajurit dasar laut sebagian besar dikerahkan untuk menjaga penjara yang berisi tawanan-tawanan penting. Dan bala bantuan tambahan prajurit belum datang. Bencana yang terjadi memuluskan pencurian yang mereka lakukan.

__ADS_1


Beberapa ekor hewan laut raksasa yang sudah dijinakkan oleh Saka Sangkara berbaris dengan rapi di dasar laut yang hanya diterangi oleh beberapa batu penerang. Dengan gerak cepat Saka dan teman-temannya mengambil ribuan mutiara laut lalu dipindahkan ke atas hewan raksasa. Tanpa ada yang menyadari dengan keadaan yang ada, Saka berhasil membawa kabur mutiara laut yang jumlahnya ribuan. Semuanya terjadi begitu cepat.


Prajurit jaga yang melihat hewan raksasa laut menerjang segera memberi jalan. Banyaknya hewan laut yang berada dalam kepanikan mengakibatkan segala sesuatunya dianggap lumrah.


Lintang Samudera menyadari keanehan yang terjadi. Hewan raksasa laut yang berlalu cepat, belum lagi dengan bungkusan besar di tiap-tiap sisinya, semuanya sangat mencurigakan.


Prajurit dasar laut saat melihat Lintang Samudera segera melaporkan kejadian yang terjadi di tempat penyimpanan mutiara laut.


"Ternyata benar dugaan ku," ucap Lintang Samudera. Hilangnya perbendaharaan mutiara laut merupakan tanda adanya bahaya besar.


Seekor paus besar berenang dengan cepat melintasi keributan yang ada. Para prajurit yang melihat Lintang Samudera berada di atas tubuh ikan paus itu segera membuka jalan. Beberapa Senopati kerajaan segera mengikuti langkah yang dilakukan Lintang Samudera. Sebelum pergi ikut serta melakukan pengejaran, Senopati Laut Muda menyempatkan diri untuk melapor perkembangan keadaan kepada sang Ratu Samudera.


πŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”ΈπŸ”Έ


Para readers semua. Berikan vote dan like nya untuk memberi semangat kepada author. Vote dan like para readers obat untuk lelahnya author menulis cerita. Author dari pagi kerja pulang sore, habis Maghrib udah mulai nulis novel. Jadi jangan lupa berikan vote dan like untuk obat lelahnya author.


Love you all


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’

__ADS_1


__ADS_2