
Segala sesuatunya telah terlambat. Saat alam laut mulai tenang, gempa bumi mulai susut, penghuni lautan sedikit hilang rasa ketakutannya. Di sana sang ratu sedang mengadu nyawa. Langit mulai redup, awan hitam menguasai angkasa, sang petir kembali menunjukkan kuasanya.
Sebuah hantaman dahsyat mengenai dada sang Ratu Samudera. Membawanya melejit jauh jatuh terjerembab menimpa kokohnya batu-batu karang. Tubuh wanita cantik jelita itu jatuh perlahan menuju dasar lautan.
Lintang Samudera panik bukan kepalang. Diapun mengamuk sejadi-jadinya. Diserangnya Mahogra dengan kekuatan penuh. Dirinya menggila.
Saka Sangkara terlambat menyadari semuanya. Dirinya segera melesat mengejar tubuh sang Ratu Samudera yang jatuh bebas ke dasar lautan gelap. Sebelum terlambat, sang Saka Sangkara berhasil meraih tubuh rapuh sang ratu. Tubuh itu diam tak bergerak. Diraihnya tubuh itu dibawanya menjauhi dasar lautan. Sang pemilik kecantikan terdiam sayu. Saka membawa tubuh yang sudah tiada berdaya itu menuju ke arah Lintang Samudera. Lalu diletakkannya tubuh itu di kumpulan bunga-bunga indah yang seakan-akan menyambut sang pemilik keindahan.
"Lintang Samudera lihat keadaan istrimu. Biarkan aku dan guru Wigata yang menghadapi Mahogra?" Saka Sangkara terus berteriak dengan suara keras.
Telinga Lintang Samudera seakan-akan menjadi tuli oleh amuk kemarahannya.
Tenaganya menjadi berkali-kali lipat. Terus menyerang lawannya. Mahogra yang hanya tampak seperti bayang-bayang meladeni permainan Lintang Samudera dengan mudah. Dalam marahnya Lintang Samudera mendengar seseorang memanggil namanya dan menyebut nama istrinya. Bahkan di sampingnya kini sudah ada Guru Wigata yang melayani kegilaan Mahogra.
"Lintang Samudera urus istrimu! Biarkan aku yang bertarung melawan si Mahogra sialan." Suara Saka Sangkara kembali menggema menguasai lautan luas.
Lintang Samudera menoleh, dan dilihatnya tubuh istri tercintanya seperti tertidur pulas di atas kasur bunga. Dirinya pun segera mendekati tubuh istrinya yang sudah tidak berdaya itu. Di beranikannya menyentuh dada istrinya mencoba merasakan tarikan napas wanita yang sudah menguasai hatinya. Lalu tangannya beralih berusaha merasakan detak jantung istrinya.
"Detak jantung mu berhenti."
"Kau meninggalkanku."
__ADS_1
"Kenapa kau tinggalkan aku sendiri?"
"Bangunlah. Aku membutuhkan mu."
Sebagaimana pun dirinya berusaha membangunkan tubuh istrinya, istrinya tetap tertidur dengan pulas. Hati Lintang Samudera serasa mati. Kekasihnya mati di saat dirinya masih bernapas. Yang dipeluknya sekarang hanyalah raga tidak bernyawa. Mati.
Lintang Samudera merasakan perih yang amat sangat di dalam hatinya. Jantung hidupnya telah tiada lalu untuk apa dirinya hidup. Air matanya mengalir dengan deras. Air mata cinta, air mata rindu, cinta dan rindunya pada satu-satunya wanita yang telah menguasai jiwa dan raganya. Wanita ini istrinya kini terbujur kaku tanpa nyawa. Rasa sakit terus menjalar di hati Lintang Samudera, rasa sakit itu menguasai hati nuraninya. Kesedihan luar biasa melandanya. Saat kesedihan itu mencapai puncaknya. Lintang Samudera mengeluarkan suara auman keras. Saking kerasnya hingga menyebabkan karang di lautan ikut tergetar, ombak kembali mengganas, bebatuan bergeser dari tempatnya.
Jeritan Lintang Samudera menyayat hati siapapun yang mendengarnya. Air mata laki-laki yang tiba-tiba menjadi rapuh itu terus mengalir deras.
"Aaaaaaaaaaaa.......!!!!"
"Kenapa kau tinggalkan aku....!!!"
Kesedihan luar biasa yang menimpa Lintang Samudera telah mengetuk-ngetuk pintu segel yang selama bertahun-tahun lamanya terkunci rapat. Tubuh Lintang Samudera bergetar dengan hebatnya. Teriakannya makin lama makin keras. Seluruh penghuni lautan terkesima mendengar teriakkan dan jeritan yang menyayat hati. Teriakan dan jeritan itu terjadi terus-menerus tiada henti. Dan akhirnya segel yang selama ini menyegel diri Lintang Samudera pun pecah berhamburan. Membuka rahasia yang terpendam.
Lintang Samudera terdiam tertegun. Baris-baris kenangan yang berasal dari pintu masa lalu bersliweran diingatannya. Tentang seorang gadis kecil yang manis dan cantik, dan gadis kecil itu sekarang tengah berada di pelukannya menjadi istrinya. Tentang seorang laki-laki yang dipanggilnya dengan sebutan ayah, dan seorang wanita cantik jelita yang dipanggilnya ibu. Dan lembah Chedana. Diingatnya dirinya adalah putra dari pasangan suami istri pemilik lembah Chedana. Lembah yang seakan-akan terpisah dari bumi seisinya. Lembah yang seolah-olah memiliki alam dan dunia sendiri. Dirinya adalah Lintang Samudera atau nama lainnya Natha Samudera putra sang Guru Jagratara.
Tubuh Lintang Samudera tergetar sangat hebat. Dari mulutnya auman keras yang sangat dahsyat. Kesadaran akan jati dirinya, terbukanya segel di dirinya, mengembalikan kekuatan teramat dahsyat yang tersembunyi di dalam tubuhnya.
Diletakkannya tubuh layu wanita yang dicintainya di atas kasur bunga. Diciumnya bibir pucat kekasih hatinya itu. Lalu diciumnya kening wanita yang sangat dicintainya itu.
__ADS_1
"Mahogra berani-beraninya tangan busuk mu itu membunuh isteri dari putra pemilik lembah Chedana."
Saka Sangkara dan guru Wigata melenting jauh, mencoba memahami perubahan keadaan. Lintang Samudera yang sekarang bukanlah Lintang Samudera yang tadi. Lintang Samudera yang kini ada di hadapan mereka memiliki tatapan mata yang sangat menakutkan. Desiran angin yang melibas tubuh Lintang Samudera menjadi tameng sakti yang melindungi dirinya. Dendam, sakit hati, rasa kehilangan, bercampur dendam dan rindu, menguasai jiwa raga Lintang Samudera.
"Minggir!" Hardik Lintang Samudera kepada Saka Sangkara dan guru Wigata.
Kedua orang yang di hardik oleh Lintang Samudera segera menyingkir. Sapuan pelan tangan Lintang Samudera mampu membuat mereka berdua jatuh terjerembab, tersingkir tanpa tersentuh.
"Sungguh kekuatan sakti digdaya!" puji guru Wigata terheran-heran.
Mahogra terpaku melihat perubahan sikap Lintang Samudera.
"Kau... siapakah kau...?" tanya Mahogra ragu.
"Aku...siapa aku.. Aku adalah dewa kematian mu. Bersiaplah. Nyawa diganti dengan nyawa."
Lintang Samudera mengamuk sejadi-jadinya. Mahogra menjadi kalang kabut menghadapi perubahan tandang trengginas anak muda yang menjadi lawannya. Dirinya seperti sedang berhadapan dengan Jagratara di usia mudanya.
🔸🔸🔸🔸🔸
Jangan lupa vote dan like.
__ADS_1
Makasih