
Elvira lalu mengusap air matanya seraya bangkit dari duduknya dengan tangannya yang mencengkram kuat foto berwarna hitam putih tersebut.
Ia menekan kan baik-baik dalam dirinya jika hal ini tidak akan membuatnya kembali terpuruk. Kehadiran Anya harusnya tidak akan menggoyahkannya. Ia pun berpikir jika hari ini hanya akan berfokus untuk membahagiakannya dirinya sendiri.
Selanjutnya Elvira memilih bepergian ke pusat perbelanjaan di sebuah mall besar, hari ini rasanya ia ingin menjalani kembali kehidupan seperti dulu yang terasa tidak ada beban apapun. Selama ini ia sudah terlalu lama rasanya terpuruk meratapi kesedihannya.
Elvira pergi ke tempat-tempat dulu yang sering membuatnya bahagia. Ia mendatangi toko-toko pakaian, tas, sepatu dan lain-lain untuk berbelanja.
Kehadirannya menjadi pusat perhatian bagi setiap pelayan toko dan membuat mereka bersaing untuk memberi pelayanan terbaik untuknya.
Elvira memuaskan diri dengan menunjuk semua barang yang ia ingin beli tanpa melihat harganya sekalipun,hari ini ia ingin menyibukkan diri dengan melakukan apapun yang ia sukai.
Masih belum puas melampiaskan hasrat belanjanya, Elvira memilih pergi ke bioskop untuk menonton film, ia sengaja memilih menonton film dengan genre komedi yang sukses membuatnya tertawa selama menontonnya meski ia hanya sendiri di tengah keramaian penonton lain.
Keluar dari pintu utama bioskop, Elvira seperti kembali mendapati kenyataan hidup. Setelahnya ia membeli minuman dingin dan menikmatinya sambil berjalan sendirian memperhatikan orang-orang yang turut berlalu lalang di area mall tersebut.
Dahulu ia juga pernah melakukan hal serupa saat masih menjadi pekerja biasa, ia selalu mengagumi orang-orang yang bisa berbelanja tanpa memikirkan uang akan habis.
Namun saat ini, ketika ia sudah bisa memiliki semua yang dulu ia impikan nyatanya tak lantas membuatnya jauh lebih bahagia.
Elvira lalu berhenti di salah satu tempat, ia mengambil kartu kredit dengan limit tidak terbatas yang diberikan suaminya selama ini dan memperhatikan benda tersebut memikirkan cara lain lagi untuk mencari kebahagiaannya dengan kartu tersebut.
Seolah tak lelah karena sudah banyak menghabiskan waktu dan uang untuk berbelanja, Elvira lalu pergi ke butik Lily dan ia langsung disambut Lily dengan penuh semangat.
“Wah, kita lihat siapa yang datang,” ujar Lily menyambutnya. “Aku turut berduka mendengar beritanya."
“Terima kasih.”
“Aku mengirim karangan bunga yang besar loh waktu itu.”
“Oh ya?”
“Hm, sudah kuduga, kamu pasti tidak akan melihatnya. Tapi kamu sepertinya dalam keadaan baik-baik saja.”
“Seperti yang kamu lihat.”
“Wah, kamu pasti mendapat tunjangan sangat besar sepeninggal pak Daffin.”
Perkataan perempuan itu membuat Elvira menatapnya tiba-tiba mencerna ucapannya barusan.
“Apa? Apa aku salah berucap? Jangan bilang kamu tidak tahu berapa jumlah saham suami kamu yang akan jatuh ke tangan kamu,” timpal Lily.
Elvira terlihat memikirkannya, selama ini ia sibuk menata hati yang terjungkir balik sehingga ia tidak sempat memikirkan hal tersebut.
Ia lalu membawa ingatannya pada saat Daffin dulu pernah mengatakan sesuatu padanya jika Daffin sudah menyiapkan banyak hadiah untuknya dan akan diberikan jika waktunya telah tiba.
__ADS_1
Mengenai saham perusahaan, ia tahu suaminya memang memiliki jumlah saham yang tidak sedikit bahkan sebelum Daffin pergi untuk selamanya,Daffin sempat mengatakan jika ia akan memberikan semua sahamnya kepada Elvira.
Tapi Elvira saat ini tidak terlalu mau memikirkannya, karena saat ini ia hanya ingin fokus membahagiakan dirinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu di ruang kantor Meisya, Asty baru memasuki ruangannya setelah mendapat izin masuk dan ia langsung di sambut oleh Anya karena saat ini Meisya sedang tidak ada di ruangannya.
“Ada apa?”
“Saya dari panitia persiapan untuk acara peringatan hari jadi kampus nanti, saya mau minta daftar tamu yang harus di undang seperti yang ibu Meisya perintahkan,” ujar Asty.
“Oh iya, sebentar saya carikan.” Anya lalu menggiring ke mejanya. Ia mencarikan daftar yang sebenarnya sudah ia siapkan.
Asty masih setia menunggu Anya memilah-milah beberapa dokumen yang tersusun, tiba-tiba ia tidak sengaja menjatuhkan sesuatu ke lantai hingga Asty dengan sigap membantunya mengambilkan.
Akan tetapi mata Asty langsung mendelik begitu mendapati ternyata benda yang jatuh tersebut adalah selembar surat bertanda kop rumah sakit dan selembar foto hasil USG.
Anya langsung mengambilnya dari tangan Asty.
“Terima kasih,” ucapnya santai.
“Iya, Bu.”
Asty segera pamit meninggalkan ruangan dengan perasaan yang masih bertanya-tanya, akan tetapi detik berikutnya ia membuyarkan pikiran dari rasa penasaran terhadap urusan orang lain dan ia lebih memilih untuk tidak penasaran lebih jauh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di butik Lily.
“Wah, Bu Elvira sepertinya mau ada acara khusus.” Lily berdecak mengagumi Elvira yang kini sudah berganti berpakaian dan berdandan.
“Tidak ada acara khusus sebenarnya, aku hanya ingin berpakaian seperti ini.” Elvira menatap dirinya pada sebuah cermin besar di depannya.
Ia menggunakan dress hitam nan elegan diimbangi polesan riasan yang menambah kesan kecantikannya.
“Kamu tahu, saat orang melihat dan mengagumi betapa cantiknya penampilan kamu, orang-orang mungkin tidak akan berpikiran jika kamu sudah pernah menikah,” ujar Lily mengomentarinya.
“Itu tidak penting bagiku,” sahut Elvira.
“Kenapa? Kamu masih muda juga cantik. Kamu harus mencari pendamping hidup lagi setelah ini.”
__ADS_1
“Aku tidak pernah memikirkan hal itu, aku rasa aku tidak memerlukan pendamping hidup lagi.”
“Apa yang kamu pikirkan?”
“Tidak ada,” jawab Elvira santai.
...----------------...
Malam ini Elvira meratukan dirinya sendiri walaupun ia hanya bepergian sendiri.Iamemasuki area restoran berbintang yang terletak di sebuah gedung megah bertingkat tinggi.
Elvira memesan sebuah meja khusus tamu VIP dan ia di layani bagai seorang ratu. Sembari menikmati makan malamnya sendiri, ia melempar pandangan ke luar jendela kaca berukuran besar di depannya memandangi pemandangan langit malam di tengah kota.
Ia mengambil ponselnya dan memotret dirinya sendiri dengan memperlihatkan tempat yang sedang ia kunjungi saat ini kemudian mengunggah ke sosial media miliknya.
Sama seperti dulu, Elvira sering melakukan hal serupa dan ia merasa bahagia dengan melakukannya. Kesehariannya hari ini hampir sama dengan kesehariannya waktu dulu saat menjadi istri Daffin.
Untuk sejenak Elvira meninggalkan kebiasaannya karena menghadapi kerikil-kerikil tajam yang menerpa kehidupannya. Tapi kali ini ia kembali melakukannya seperti dulu untuk membahagiakan dirinya sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nevan yang berada di apartemennya malam itu terlihat masih sibuk dengan layar komputer di meja kerjanya, perhatian lalu teralihkan karena mendapati sebuah panggilan telepon dari Dewanti.
“Halo, iya Oma?”
“Nevan, apa Elvira ada menemui kamu?” tanya Dewanti di seberang telepon.
“Tidak ada, memangnya kenapa Oma?”
“Elvira pergi seharian ini dan belum juga pulang, biasanya kalau keluar dia selalu memberi kabar. Tapi Oma coba telepon dia tidak menjawab.” Ucapan Dewanti terdengar panik.
Nevan lalu melirik ke arah jam di dinding yang menunjukkan waktu lewat pukul sebelas malam.
“Mungkin dia pergi ke suatu tempat, Oma. Nanti coba aku bantu menghubungi dia ya.”
“Iya, tolong kamu cari tahu keberadaan kakak kamu.”
Segera setelah Nevan menutup sambungan telepon, ia lalu mencoba menghubungi nomor Elvira, benar saja ia tidak menjawabnya padahal nomor teleponnya masih aktif.
Nevan tak kehabisan akal, ia lalu mencoba membuka sosial media miliknya dan mencari tahu akun Elvira. Ia menemukan sebuah foto yang baru di posting Elvira sekitar satu jam lalu.
Nevan memperhatikan foto Elvira tersebut, ia lalu merasa mengenali tempat tersebut. Nevan tahu tempat itu karena ia pernah beberapa kali mendatangi gedung tersebut.
Nevan mengingat betapa mewah dan terkenalnya tempat itu, namun di dalamnya selain terdapat hotel juga terdapat area kelab malam yang ramai dikunjungi orang-orang kelas atas.
Nevan mulai ikut merasa khawatir tetapi ia tidak ingin berpikiran macam-macam tentang kakak iparnya itu. Selanjutnya ia segera mengambil jaket serta kunci mobil dan bersiap berangkat menuju ke sana.
__ADS_1
Bersambung ...