
alira membawa makanan kelepon yang di buat emak saat di desa. tadinya emak berharap semuanya ikut ternyata benar kata Abah jika cucu-cucu Nye sekolah semua.
" wah kangen juga sama kelepon makasih ya nini sudha buatkan." kata Khansa.
" memang ya buah jatuhnya tak jauh dari pohonnya, ini makanan kesukaan umi mu".
" emang enak Lo ini kesukaan Khansa juga, Nini buat banyak ngga".
" banyak kirain kalian akan datang semua ternyata sekolah ".
" iya ni maaf ya kami belum sempat ke sana kebetulan pas hari libur Abi dadakan dapet job ceramah, karena tak enak yang memintanya kiyai makruf ya Abi tetap berangkat ". kata Khansa masih mengunyah kelepon nya.
" tak apa sayang yang penting kalian semua sehat Nini sudah senang". Semua tersenyum menikmati kelepon buatan Nini yang enak.
___
Jam pelajaran telah usai Khalid berjalan menuju parkiran sepeda nya, sepeda gunung faforit nya. Fahri juga berjalan di belakang Khalid ia juga akan pulang.
" Ayo bareng Khalid kamu naik apa." ucap Fahri karena memang rumah mereka berdekatan.
" Khalid bawa sepeda kak."
" ya sudah kakak duluan ya, kamu hati-hati".
" siap kak, " di acungkannya jempol Khalid kepada Fahri.
Khalid sedang menuntun sepedanya seketika ada seorang gadis yang menabrak sepedanya ia berlari seperti panik.
Brugh
" AW..." Khalid pun ikutan kaget untung dia kencang memegang sepedanya jika tidak ia juga ikut jatuh. Khalid lalu berusaha membantu seseorang yang jatuh tadi tapi tak jadi di tariknya tangan nya lagi.
" Kamu tidak apa-apa neng". tanya Khalid
" maaf aku terburu-buru". ucap wanita itu.l lalu ia berdiri dan berusaha berlari.
" Aulia tunggu aku antar saja". temannya mengejarnya.
"Wanita itu kan yang tadi pagi, cantik tapi rabun ada sepeda di tabrak." Khalid terkekeh,
" tapi kenapa ya tu orang terburu-buru ". gumam Khalid jadi kepo.
Karena sudah bergoncengan motor dengan temannya Khalid pun melajukan sepedanya untuk pulang.
" Di rumah sakit mana Aulia."
" Persada di sana bunda di rawat". Mita temannya pun melajukan motornya ke arah yang di sebutkan Aulia.
" kamu tenang bunda mu pasti baik-baik saja Aulia, dia kuat ".
" Kenapa bunda sakit lagi ya Allah".
__ADS_1
" kita kan belum tau sakitnya bunda mu apa, mungkin cuma gatal di gigit semut.". hibur Mita temannya serta sekaligus sepupu Aulia. mereka berjalan sedikit cepat untuk mencari keberadaan bundanya.
" ayah..." Aulia langsung memeluk ayahnya.
" Bagaimana keadaan bunda ayah."
" tidak apa-apa sayang, bunda hanya kelelahan saja dan belum makan jadi pingsan". ucap Fadil ayah dari Aulia.
" masuklah ada nenek dan kakekmu, sebentar ayah mau ambilkan obat untuk bundamu". Aulia mengangguk.
kemudian Aulia dan Mita masuk ke dalam di sana sudah ada neneknya dan kakeknya ustadz Zaky.
" Bunda..." Aulia langsung memeluk bundanya.
" bunda ngga apa-apa sayang maaf bunda tadi tak mengontrol kondisi bunda hingga pingsan".
" kamu sudah pulang nak".
" sudah nek kek", kemudian mereka Salim Mita dan Aulia.
" Kamu tu harus ingat ndok Aisyah jangan forsir tenaga kamu ingat saat kamu sakit dulu, dan ingat Aulia anakmu.". ucap istri dari ustadz Zaky.
" iya umi maaf".
" Begitulah umi Aisyah kalau sedang asyik sampai lupa, ". ucap Fadil yang baru saja masuk.
" maaf mas".
" mas, Aisyah tak mau di rawat kita pulang saja ya." ucap Aisyah dia yang sudah bosan dengan rumah sakit. Setelah terkena kanker hingga ingin punya anak rumah sakit yang setiap hari ia kunjungi. alhasil Aulia adalah anak satu-satunya dari pasangan Fadil dan Aisyah.
" tunggu kamu stabil dulu, meski mas dokter tapi di rumah alatnya tak lengkap sayang. jika kamu makan banyak dan tak lemas lagi kita sore nanti bisa pulang." ucap fadil menasehati istrinya.
" iya bunda, sehat dulu ya Aulia tak mau bunda sakit".
" iya sayang maafkan bunda." Aulia memeluk bundanya.
" kenapa ini sikumu kotor nak."
" tadi pas dengar jika Tante masuk rumah sakit Aulia pulang sekolah berlari Tante lalu menabrak orang bawa sepeda."
" astaghfirullah hal adzim nak hati-hati, bunda tak apa-apa. apa kamu lupa jika ayahmu ini seorang dokter hmmm...".
" maaf bunda Aulia panik takut bunda kenapa-napa ".
" ya sudah lain kali hati-hati ya tak perlu lari, untung masih sepeda yang kamu tabrak nak."
" iya bunda."
Setelah sembuh dari kanker nya Fadil dan Aisyah sulit mendapatkan anak. hingga tiga tahun baru mereka mengandung setelah itu Aisyah tidak di perbolehkan untuk hamil lagi demi kesehatan nya. Sebenarnya sejak awal Fadil tak masalah jika mereka tak punya anak karena resiko besar untuk Aisyah jika hamil. fisiknya begitu lemah setelah sakit menimpanya, Fadil sangat menjaga Aisyah dengan sangat baik.
___
__ADS_1
Khalid sampai di rumah ia menyenderkan sepadanya di garasi, abinya tak memperbolehkan Khalid untuk bawa motor.
" Assalamu'alaikum".
" wa'alaikumsalam". jawab alira.
Khalid pun Salim alira tersenyum tak terasa anak laki-laki nya sudah dewasa.
" suara siapa umi kok ramai sekali."
" mbakmu, Mahya sama Nini".
" Nini sudah datang umi".
" iya tadi sama abimu." Khalid langsung berlari menemui nininya.
" Nini ...". panggil Khalid.
" eh cucu Nini sudha bujang ". Khalid Salim ia senang jika bertemu Nini nya.
" aki mana ni." Khalid celingukan mencari aki nya.
" nanti sore nyusul, aki harus urus ayam-ayam nya dulu."
" oh Nini sehat ".
" Alhamdulillah seperti yang kamu liat nak".
" Nini makin cantik aja." gombalan Khalid.
" iya dong Nini nya siapa dulu". Khalid terkekeh ia memeluk Nini nya erat.
" mbak Khansa udah pulang juga".
" iya tadi sampai siang aja mata kuliahnya ".
" mbak Bahaya ikut ke sini".
" issh... Mahya Khalid dosa Lo ngatai orang tua." Nini terkekeh ternyata pemikiran sama cucu nya sama.
" nah ini yang Khalid rindu, kelepon rasa cinta Nini ". Semua tertawa Khalid langsung saja ambil satu bulatan.
" ngga rindu sama Nini jadinya, kalau gitu Nini pulang ya." Nini sudah beranjak berdiri.
" ya ngga dong ni apalagi yang buat ini Khalid kangen banget, setiap malam aku memikirkan Nini yang rupawan nan cantik jelita bidadari kalah Nini the best."
" nah itu baru cucu Nini." semua jadi tertawa.
Kebahagiaan itu terasa ketika di dalam rumah terdapat kasih sayang, saling memahami satu sama lain dan saling mengingatkan. Di dunia ini tak ada yang sempurna kesempurnaan hanyalah milik Allah. kini di pertemukan satu sama lain untuk saling menyempurnakan. Candaan tawa masih saja berlangsung dengan gaya Nini yang sok tau dan para cucu yang senang sekali dengan Nini nya seakan dunia ini hanya terasa indahnya saja.
bersambung
__ADS_1