Cinta Untuk Khansa

Cinta Untuk Khansa
Part 17. terserempet


__ADS_3

Khansa berjalan masuk ke dalam kampus kali ini ia sendiri saja tanpa Mahya, Mahya sedang kurang enak badan jadi dia izin. Ameer mengetahui jika Khansa sendiri, Ameer berjalan cepat untuk menghampirinya. Buku yang di bawa Khansa jatuh, seperti semesta pun berkehendak. cepat-cepat saja Ameer mengambilkan nya, sebelum Khansa ambil sendiri.


" Tak usah terburu-buru jalannya Khansa". ucap Ameer.


" eh pak, maaf bukunya terjatuh."


" kok sendirian mana Mahya." tanya Ameer basa basi tapi memang ia sih biasanya Khansa bersama Mahya.


" lagi ngga enak badan pak dia izin." ucap Khansa.


" oh semoga lekas sehat".


" aamiin, ". ucap Khansa, namun ia berhenti tak ingin mendahului ameer berjalan.


" ayo jalan".


" pak Ameer duluan saja".


" perempuan duluan saja Khansa". Khansa diam ia tak enak.


" ya sudah kita jalan bareng dengan jarak satu meter". ucap Ameer, Khansa pun terkekeh ternyata dosen yang ramah juga bisa buat ia tertawa.


" Kenapa kamu ambil jurusan farmasi". tanya ameer penasaran .


" Khansa suka pak". singkat padat jelas jawaban Khansa.


" memang saat kita ambil jurusan yang pertama adalah suka dulu, jika dirimu sudah menyukainya maka akan mudah menerima pelajaran dan jika ada kesulitan tidak akan mudah menyerah begitu saja." kata Ameer sesekali ia mencuri pandangan nya kepada Khansa. Khansa hanya manggut-manggut saja, tak ingin melihat nya seperti yang abinya katakan tundukkan pandangan agar syetan tak masuk ke sela pikiran mu.


' kalau ngga di tanya ngga ngomong, aku suka wanita yang begini.' batin Ameer tersenyum kecil.


" permisi pak saya masuk dulu." Ameer kaget ketika Khansa pamit, pikiran nya masih terngiang-ngiang oleh wajah Khansa yang sejak tadi menunduk.


" oh ya silahkan." ucap Ameer bersemangat.


___

__ADS_1


Ammar berjalan cepat hari ini ada pertemuan klien bersama om nya Hamdan juga. Semua yang akan dia presentasi kan sudah siap, semalam sudah ia selesaikan di rumah.


" Geri kita ke Restauran Zahir ya untuk pertemuan dengan klien, nanti om Hamdan akan menyusul." ucap Ammar yang selalu mengidolakan om nya Hamdan.


" okey apa saja yang harus saya bawa bos".


" berkas yang saya berikan kemarin". Geri mengangguk ia menyiapkan berkasnya.


Ammar sibuk dengan apa yang akan ia presentasikan nantinya.


Pukul sebelas siang Geri dan Ammar datang ke restoran sepuluh sebelum perjanjian itu di sepakati. Ammar langsung duduk ia memesan minuman terlebih dahulu sembari menunggu. kenapa harus restauran yang menjadi tempat pertemuan bukan yang lain, karena lebih leluasa untuk mengobrol.


Tak lama Hamdan datang bersama Mr Jack ternyata Hamdan membawa Mr Jack yang di maksud klien itu. Ammar mengenalnya ia kaget saja bisa-bisanya Mr Jack akan mau menjadi partner bisnisnya. Mr Jack termasuk orang hebat kalangan dari pebisnis sukses.


" senang bertemu denganmu Ammar". ucap Mr Jack menjabat tangan Ammar.


" sama-sama Mr..." ucap Ammar canggung.


" Silahkan presentasi kan apa yang menjadi proyekmu, tak perlu canggung saya sudah membaca email yang kamu ajukan. jangan mengira saya mau bertemu dengan mu karena Hamdan ya, meski dia teman Bisnisku tapi bukan karena itu. aku mempelajari proyek yang kamu ajukan itu bagus untuk itu aku mau menemui mu." ucap Mr Jack, Ammar tersenyum atas penjelasan Mr Jack.


" Itu saja Mr rencana dari yang saya ajukan, ". ucap Ammar.


" aku senang melihat anak muda yang sangat bekerja keras seperti mu, bakatmu bagus. oke kita Dil ya proyek saya tanda tangani kita berkerja sama." mereka berjabat tangan.


Kemudian Mr Jack pamit pulang lebih dulu, ia ada pertemuan dengan orang lain lagi. Hamdan masih di sana mengobrol dengan Ammar.


" Ammar ngga nyangka jika om akan datang bersama Mr Jack, apa Mr Jack menghubungi om".


" tidak kami bertemu di depan tadi, lalu mana proyek yang kamu ajukan untuk om ". Geri memberikan satu lembar kertas.


" oke aku akan investasi kan lima milyar."


" banyak sekali om, aku hanya butuh dua miliyar."


" tak apa kalau hasilnya banyak kan om juga dapet bagi hasilnya banyak ". senangnya Ammar di kelilingi oleh orang-orang baik.

__ADS_1


Ammar terkekeh mereka lanjut makan hingga selesai. Hamdan pamit lebih dulu karena istrinya Zakia menelepon.


Ammar berjalan keluar restoran bersama Geri, ketika keluar restoran ia melihat ada perempuan yang sedang menyeberang namun ada mobil tiba-tiba yang akan manabraknya posisi mobil tersebut ngebut.


Ammar berlari kencang untuk menyelamatkan gadis yang berhijab berjalan untuk menyeberang.


" Agrrhhh..." teriak Ammar, gadis itu terselamatkan namun Ammar terserempet.


" astaghfirullah hal adzim bos". teriak Geri dan langsung berlari menemui bosnya.


wanita itu meringis meski ia tidak terluka namun ia merasa sakit karena sedikit terpental. Gadis itu adalah Khansa ia berniat ke restoran abinya untuk membawakan pesanan ibunya. Khansa pun langsung mendekat ia cukup panik, Ammar terluka kepalanya terbentur dan tangannya terserempet ada darah di kepala Ammar karena saking kuat dia pingsan.


" ya Allah bos pakai pingsan lagi". ucap Geri panik ia langsung meminta bantuan untuk membawa bosnya, dan Geri mengambil mobil. Karena merasa jika Khansa di tolong ia mengikuti mobil Geri dengan taksi.


Ammar di bawa ke rumah sakit terdekat, dokter Fadil yang berjaga langsung memeriksa Ammar. Khansa berlari menemui Geri ia panik takut jika terjadi sesuatu oleh orang yang telah menolongnya.


" bagaimana dia pak". tanya Khansa dengan perasaan panik, Geri mengerutkan keningnya ia tak mengenal Khansa kenapa bertanya tentang bosnya.


" belum siuman masih di periksa dokter, anda." tanya Geri menggantung ucapan nya.


" saya yang di tolong tadi pak." Geri manggut-manggut.


" pak Ammar tidak apa-apa kamu tenang saja, mungkin karena kaget makanya dia pingsan." ucap Geri menenangkan tak ingin jika gadis yang ada di depannya panik.


" maaf ya".


" kenapa harus minta maaf, begitulah bos Ammar mungkin jika itu yang tau aku duluan pasti aku juga akan menolong mu ." Khansa mengangguk.


Khansa ikut menunggu di sana ia cukup khawatir, lalu Khansa menghubungi Abi nya. Geri juga menghubungi orang tua Ammar. Baru saja dia senang menerima tender dari Mr Jack juga investasi dari om nya Hamdan. Takdir berkata lain Ammar harus terbaring dulu di ranjang, belum tau juga bagaimana lukanya parah atau hanya sedikit luka.


Khalid datang lebih dulu, karena memang Khansa tadi bersama Khalid dan posisi Khalid masih ada di sekitar restoran Zahir. Restoran itu milik alira hadiah dari Barra saat alira berulang tahun, kini restoran itu di kelola oleh kennu suaminya Amel.


__


bersambung

__ADS_1


__ADS_2