Cinta Untuk Khansa

Cinta Untuk Khansa
Part 80. janda meresahkan


__ADS_3

Angin pagi berhembus sangat sejuk, sepertinya cuaca siang akan panas. Mahya masih berada dirumah mertuanya kali ini di rumah Fauzan. Setiap pagi Mahya membantu ibu mertua di dapur untuk mempersiapkan sarapan.


" jadi berangkat hari ini kerjanya nak." tanya Ratih ibunda Fahri.


" iya umi sudah genap satu minggu mahya tak masuk".


" ya sudah kamu mandi saja ini biar umi yang selesaikan nak nanti kamu terlambat ". Sebenarnya sudah kesiangan tapi Mahya ngga enak meninggalkan sang mertua di dapur.


" tapi umi ini belum selesai". ...


" tak apa nak cepat siap-siap ini sudah cukup siang, umi lupa semalam di beritahu abimu kalau kamu akan mulai bekerja."


" Mahya siap-siap dulu ya umi ". Umi Ratih tersenyum mempersilahkan Mahya segera ke kamarnya.


" ya ampun aku sudah kesiangan ini." ucap Mahya meraih yang harus ia bawa ke rumah sakit.


Fahri mengantar Mahya ke rumah sakit dengan motor bebeknya. Motor yang ia biasa pakai di pesantren, Mahya tak keberatan meski melihat semua temannya yang menggunakan mobil saat di antar oleh suaminya.


" yang maaf ya mas hanya bisa antar kamu naik motor". ucap Fahri memanggil sayang, jika memanggil adek Fahri tak nyaman.


" emang biasanya Mahya naik apa mas, lebih asyik naik motor Mahya bisa pegangan gini".


" pelukan bukan pegangan". Fahri menarik tangan Mahya agar memeluknya di atas motor.


" mas malu di jalan di lihat orang".


" kenapa malu kita sudah halal, tuh liat sebelah." mereka berhenti saat lampu merah melihat pasangan yang juga memeluk erat-erat pasangannya. Mahya terkekeh malu sendiri ia melihatnya.


" nanti pulang langsung hubungi mas ya, insyaallah mas jemput".


" iya mas Fahri sayang."


" nah adem dengarnya di panggil sayang." Mahya tersenyum makin mengeratkan pelukannya.


Tak lama mereka sampai juga di rumah sakit, Mahya Salim lalu bergegas masuk. Merasa dirinya sungguh sangat terlambat.


" assalamu'alaikum, maaf ya terlambat." ucap Mahya masuk.


" wa'alaikumsalam, tak apa terlambat maklum kok pengantin baru ". Semua terkekeh.


" bukan gitu tadi bantu mertua masak ngga enak mau langsung di tinggal."


" ngga apa-apa untuk pengantin baru ada diskonan kok". Semua tertawa mengejek Mahya.


" Khansa kamu sudah kerja." tanya Mahya terkejut melihat Khansa ia kira tak akan bekerja lagi setelah menikah dengan dokter Ameer.


" iya sudah dari kemarin gimana kabarnya pengantin baru".

__ADS_1


" Alhamdulillah baik " Mahya tersipu malu.


" kamu sendiri ".


" baik juga seperti yang kamu lihat".


" dokter Ameer juga sudah mulai kerja".


" sudah Alhamdulillah sejak kemarin juga".


" jadi kamu sudah tau jika Khansa menikah". Tanya meta rekan kerjanya.


" sudah dong mba saya yang nemenin akadnya".


" curang kok kita ngga di kasih kabar sih ". Meta mengerucutkan bibirnya.


" insyaallah nanti mba kami adakan resepsi tunggu kak Ameer jadwalnya tidak padat, kemarin yang penting sah dulu ".


" ya ampun kamu udah dua kali saya sekali aja belum." meta terkekeh ia memang paling tua di antara mereka tapi belum menikah hingga usianya di angka 30.


" semoga mba meta cepet menyusul ya."


" aamiin ". Ucap meta dan kembali bekerja.


__


Lumayan padat jadwal operasi hari ini ada empat pasien yang harus Ameer tangani pada hari ini. Pagi jadwalnya dua sebelum makan siang dan dua setelah makan siang bersama Athar.


" istri, ". Rio mengerutkan keningnya ia belum tau kabar jika Ameer sudah menikah.


" iya istri saya di bagian farmasi, panggil saja Khansa istri dokter Ameer. Katakan padanya suruh menunggu ku di ruangan saat makan siang saya sudah memesan makanan." ucap Ameer menegaskan.


" mbak Khansa, masyaallah si janda meresahkan itu dok sekarang jadi istri dokter ." kaget Rio kembali mengulangi Yang di pikiran nya itu.


" apa maksudmu janda meresahkan dia istriku sudah bukan janda lagi."


" maaf dok, mbak Khansa jadi idola kami karena pesonanya ". Rio menelangkupkan tangan nya meminta maaf.


" Dia istriku Rio jangan macam-macam bisa ku suntik mematikan kalian." canda Ameer namun matanya sedikit melotot.


" iya ya dok ngga akan, saya sampaikan pesan dokter." ucap Rio sedikit berjalan cepat.


Ameer terkekeh melihat Rio berjalan cepat ke ruangan Khansa, sedangkan Ameer bergegas menuju ruang operasi Athar sudah menunggu nya di sana untuk berkolaborasi dengan kasus lumayan.


Pukul dua belas kurang sepuluh menit.


Alarm saatnya istirahat dan bagian farmasi tutup sejenak, Khansa pamit sama Mahya jika dia akan istirahat di ruangan Ameer. Mahya pun mengerti kini ia akan pergi ke kantin sendirian.

__ADS_1


Khansa datang ke ruangan Ameer ia membuka pintunya, dan sesaat itu di ketahui oleh dokter Salsabila.


" maaf anda ke ruangan dokter Ameer." tanya Salsabila berhenti tepat di depan Khansa.


" iya ini tadi dokter Ameer menyerah kan kunci ruangan nya pada saya."


" dokter Ameer sedang operasi ada perlu apa ya mbak".


" saya menunggu makan siang dokter Ameer dan tak boleh pergi sebelum dia datang." ucap Khansa pelan.


" Oh ya sudah kalau memang itu perintah nya." Khansa tersenyum lalu masuk.


Salsabila masih heran dengan Khansa, ia mengingat seperti tau tapi di mana ia lupa. Lalu Salsabila berlalu ke kantin.


Hari ini gosip yang menyebar memang pernikahan Khansa dengan dokter Ameer. Banyak yang sudah tau karena genggaman tangan Ameer terhadap Khansa tadi pagi.


" maaf kalian membicarakan apa ya". Salsabila duduk di sebelah staf yang lain sedang makan siang.


" itu Lo dok, berita dokter Ameer sekarang yang katanya sudah menikah."


Deg


Hati Salsabila terasa tercubit namun ia belum percaya jika belum melihatnya sendiri itulah Salsabila ia orangnya sejak dulu tak mudah percaya.


" menikah,,, tau dari mana kalian saya saja belum dengar".


" tadi pagi dok, ia jalan berdua menggenggam tangan istrinya."


Ia melanjutkan makanan nya hingga selesai segera ingin menghilang dari kantin yang penuh dengan gosip. Hatinya terasa nyeri laki-laki pujaannya sudah milik orang lain.


" apa benar Ameer sudah menikah." gumam Salsabila di perjalanan langkahnya semakin cepat.


Khansa menunggu di dalam ruangan, suaminya belum juga keluar dari ruang operasi hingga ia mengantuk di letakkan nya kepalanya di meja. Khansa terlelap sejenak bahkan tak mendengar ada ketukan pintu yang mengantar makanan.


Bersamaan dengan itu Ameer akan masuk dan menerima makanan yang ia pesan. Ameer lalu masuk ke ruangan nya di lihatnya Khansa yang terlelap. Ia tersenyum pasti lelah karena semalam dirinya menghabiskan malam dengan Khansa istrinya.


Di usapnya pipi Khansa bukan niat ingin membangunkan nya tapi Khansa terbangun kemudian ia mengucek matanya.


" maaf kamu jadi terbangun sayang." ucap Ameer memandang wajah Khansa dengan mata Khansa memerah.


" Khansa ketiduran kak"


" tak apa, mau lanjut tidur lagi. Kakak tau pasti kamu ngantuk karena semalam". Ucap Ameer terkekeh.


" semalam..." ucap Khansa juga tersenyum ia mengingat kilasan kejadian semalam bersama Ameer suaminya.


" Khansa cuci muka dulu ya kak." Ameer lalu mengangguk kemudian ia menyiapkan makan siangnya.

__ADS_1


Makan siang nikmat mereka rasakan bersama dengan candaan, Ameer sekali -kali menyuapi Khansa. Mood booster buat pasangan menjadi semangat dalam bekerja.


__


__ADS_2