
Sesuai dengan hari yang di sepakati, hari ini pernikahan Fahri dan Mahya akan di laksanakan. Pernikahan dengan sederhana di rumah milik kedua orang tua Mahya. Dengan gaun desain alira yang syar'i, anggun tapi tetap syar'i.
Mahya merasa dirinya sangat beruntung di cintai oleh Fahri sang ustadz, dulu ia takut menikah dengan ustadz melihat di televisi Ustadz yang punya istri lebih dari satu. Tapi dengan melihat orang yang ada di sekitar nya Mahya menepis semua itu ia yakin jika Fahri akan tulus mencintai nya.
Rumah ustadz Azril yang sudah di desain oleh WO terlihat seperti istana. Pernikahan anak pertama nya ia buat semeriah mungkin mengingat ia juga seorang ustadz yang kondang saat ini setelah barra mengajaknya untuk mengurus pesantren.
Fahri sesekali mengusap wajahnya dengan tisu, belum juga berangkat tapi pelipis Fahri sudah bercucuran keringat nya. Barra dan keluarga menjadi pihak Fahri untuk mengantar ke kediaman ustadz Azril.
" kenapa tanganmu dingin sekali kak". Ucap Khalid sembari terkekeh.
" ngga ah masa sih."
" demam pengantin ini namanya udah nervous duluan". goda Khalid.
" entahlah aku gugup semalam aku juga susah tidur Khalid".
" Makanya berdoa dulu sebelum tidur kak, kakak paling ngga doa cuma inget mau malam pertama ". Canda Khalid mendapat pukulan oleh Fahri.
" husss... Ngaco kamu, itu bonusnya tapi aku gugup beneran Khalid gini ya jadi pengantin". Ucap Fahri sembari mengusap lagi pelipisnya.
" apa iya sih, Khalid nanti ngga gitu deh kak. Nikah ya nikah aja, tinggal ucapin ijab kabul selesai".
" jangan sombong kamu Khalid, coba besok kamu menikah ya pasti akan lebih gugup dari aku". Kata Fahri.
" jangan nyumpahin aku kayak gitu kak janganlah". Fahri jadi terkekeh.
Tak lama pun rombongan dari pengantin laki-laki berangkat ke kediaman pengantin perempuan.
_
Pengantin wanita sudah di rias dengan begitu cantik nya, seorang wo sahabat Aulia namanya Hafidza merias wajah cantik Mahya. Khansa kini memilih sebagai pihak wanitanya karena sahabat dekat Mahya hanyalah dirinya.
Khansa bersama Ameer dan Gaza bersiap untuk ke rumah ustadz Azril dengan pakaian senada mereka. Pakaian itu sengaja uminya desainkan untuk mereka.
Melihat Ameer yang kesulitan mengancingkan lengan bajunya akhirnya Khansa pun mendekat. Tanpa bicara apapun Khansa mengancingkan baju Ameer.
__ADS_1
" sayang kamu ngga kenapa-napa kan". Tanya Ameer melihat dari sejak kemarin Khansa lebih banyak diam.
" ngga apa-apa kak". ucap khansa sembari tersenyum.
" kenapa hemmm... ngomong sama kakak jangan diam begini. Apa lagi ngga enak badan." Ameer menarik Khansa yang akan pergi dari hadapannya.
" beneran kak Khansa ngga apa-apa". Ameer semakin menarik tubuhnya agar mendekat menempel di tubuh Ameer.
" Jangan simpan apapun di antara kita ya, apapun itu kamu harus katakan. Kita sudah menjadi satu kamu istriku dan aku suamimu Khansa." ucap Ameer mengusap pipi Khansa.
' bukankah kakak yang menutupi rapat semuanya tentang hubungan kakak dan dokter Salsabila itu'. Monolog Khansa dalam hati terasa perih baginya.
" Ayo katakan ada apa, sejak semalam kamu begini tak seperti biasanya. Kamu tak bahagia dengan pernikahan ini sayang, katakan sebelum semuanya terlanjur. tapi perlu kamu tau apapun dan bagaimanapun aku akan mempertahankan kamu, karena kamu istriku istri sah dokter Muhammad Ameer. Aku akan membuatmu bahagia sayang." ucap Ameer menegaskan status nya kini.
" iya kak tidak apa-apa kok, ayo kita berangkat nanti kita terlambat."
" hubungan tidak hanya tertulis dalam buku nikah saja, tapi menumbuhkan cinta dan kasih sayang setiap harinya Khansa. Apa kamu tidak ingin berjuang untuk hubungan ini".
" sudah kak ayo kita berangkat".
" kak nanti kita kesiangan."
" sayang beri aku mood booster setiap hari, cuma cium pipi Lo". Ameer menarik Khansa mendekat kan wajahnya, lalu dengan kilat Khansa mencium pipi kanan Ameer.
" eh yang sebelah ini iri Lo sayang masa cuma sebelah". ucap Ameer terkekeh. Karena tak mau panjang lebar akhirnya khansa mencium pipi kiri Ameer.
" makasih ya sayang hubungan kita harus begini setiap hari supaya terus menerus meningkat makin dekat, ingat tidak. Gaza mau adik". Khansa hanya tersenyum lalu dia pergi meraih kaos kakinya.
" sini kakak pakaikan". Ameer meraih kaos kakinya. Sekelebat bayangan ammar teringat saat sebelum Ammar meninggal hari itu, Khansa menahan tangisnya.
___
Penghulu sudah hadir pengantin pria sudah ada di hadapan wali pengantin wanitanya. Ustadz Azril sudah siap menikahkan anak perempuan nya. Perasaan gugup hadir kembali oleh Fahri tangannya kembali dingin.
" sudah siap nak Fahri." Fahri pun mengangguk di dampingi oleh Fauzan ayahnya dan ustadz Barra.
__ADS_1
Kini yang menjadi saksi ustadz Ilyas dan ustadz Zaki. sesepuh yang mengajar di pesantren juga. Penghulu mulai mengarahkan Fahri untuk melafazkan ijab Kabul. Hampir sekitar satu jam, dengan rentetan acara. akhirnya.....
" sah..." ucap kedua saksi dengan satu tarikan nafas kini Fahri sudah sah menjadi suami Mahya dan sebaliknya Mahya sah menjadi istri seorang ustadz Fahri. Menggetarkan arsi nya Allah doa-doa malaikat bertaburan untuk sang pengantin.
Mahya di tuntun oleh ibunya umi Maryam dan Khansa untuk keluar kamar menemui Fahri yang kini menjadi suaminya. Fahri hampir tak berkedip melihat Mahya terlihat sangat cantik sesuai dengan yang Fahri dambakan selama ini, kini hal yang sebelum nya haram menjadi halal untuk mereka berdua.
" ayo nak Salim sama suamimu". Fahri menyodorkan tangannya dan Mahya menyambut dengan tangan dingin serta gemetaran.
Semua turut bahagia dengan pernikahan Mahya dan Fahri kini mereka duduk di pelaminan.
" mbak Mahya cantik". Mahya tersenyum panggilan mbak dari fahri belum ia ubah.
Semua tamu memberikan ucapan selamat untuk mereka berdua tak lupa doa-doa pun dipanjatkan untuk sang pengantin.
" apa kamu tak ingin membuat acara resepsi sayang". Tanya Ameer yang kini berdiri dekat Khansa.
" terserah kakak saja" Ameer mengembuskan nafas pelan nampaknya Khansa belum jujur padanya apa yang terjadi.
" lihat mereka terlihat bahagia, kakak mau kamu dan Gaza juga bahagia sayang". ucap Ameer lagi namun nampak nya Khansa hanya tersenyum terpaksa.
" Kakak mau tak terjadi fitnah, belum semua orang tau tentang hubungan kita jika kamu istriku Khansa."
" Tak perlu begitu kak jika akhirnya akan berakhir ".
" astaghfirullah hal adzim kamu ngomong apa sih ". Ameer memelankan suaranya tak ingin ada yang mendengar.
" maaf kak, Khansa tak sengaja bicara".
" Kamu tau apa yang Abi katakan, berkatalah yang baik-baik. Karena perkataan mu merupakan doa." Ameer menggenggam tangan Khansa. Khansa ingin menariknya namun di tahan oleh Ameer agar tangan mereka akan terus bertaut.
Dengan adanya acara di rumah ustadz Azril ini sekarang sudah banyak yang tau jika Khansa dan Ameer adalah pasangan suami istri. Ameer terus memperkenalkan kepada kerabatnya jika ia telah menikah.
___
Bersambung
__ADS_1